JAKARTA - Arema FC kembali menunjukkan tajinya di Super League 2025/2026. Tim berjuluk Singo Edan itu sukses mengamankan tiga poin usai menaklukkan Semen Padang FC dengan skor telak 3-0 pada pekan ke-21. Kemenangan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/2026), sekaligus memperbaiki posisi mereka di papan klasemen sementara.
Arema FC tampil dominan sejak menit awal. Dua gol Joel Vinicius dan satu gol Gustavo Franca memastikan kemenangan tanpa balas atas Semen Padang FC. Hasil ini menjadi momentum penting bagi tim asal Malang tersebut untuk merangkak ke papan tengah klasemen Super League musim ini.
Tak hanya berdampak pada klasemen, kemenangan Arema FC juga menyita perhatian publik sepak bola nasional. Pasalnya, di pekan sebelumnya, Arema FC juga sukses menundukkan Persija Jakarta dengan skor 2-0. Hasil itulah yang kemudian memicu reaksi menarik dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Arema FC Tampil Efektif di Kanjuruhan
Bermain di kandang sendiri, Arema FC tampil agresif dan penuh percaya diri. Dukungan ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan menjadi energi tambahan bagi anak asuh pelatihnya untuk menekan sejak awal laga.
Joel Vinicius menjadi bintang lapangan lewat dua golnya yang tercipta melalui skema serangan cepat dan penyelesaian akhir yang klinis. Sementara itu, Gustavo Franca turut mencatatkan namanya di papan skor untuk mengunci kemenangan 3-0 atas Semen Padang FC.
Kemenangan ini terasa spesial karena Arema FC sebelumnya juga mencatat hasil positif di pekan ke-20 saat mengalahkan Persija Jakarta 2-0. Dua kemenangan beruntun tersebut membuat performa Singo Edan perlahan kembali konsisten setelah sempat terseok di awal musim.
Secara klasemen, tambahan tiga poin atas Semen Padang menjadi krusial. Arema FC kini mulai menjauh dari zona bawah dan mengintip peluang menembus papan atas jika tren positif ini berlanjut.
Persija Kalah, Pramono Anung Jadi Sorotan
Kemenangan Arema FC atas Persija Jakarta rupanya berdampak hingga ke ranah politik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku mendapat kritik karena dianggap terlalu mengurusi Persija.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara silaturahmi akbar kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan ingin menjadikan Betawi sebagai identitas kota yang kuat.
Namun, ia juga berseloroh soal kekalahan Persija dari Arema FC. Pramono mengaku tidak bisa tidur usai Macan Kemayoran kalah 0-2 dari Singo Edan.
“Saya sekarang ini dikritik dianggap gubernur terlalu ngurusin Persija. Masa saya ngurus yang lain, ya pasti Persija saya urusin. Kemarin kalah 2-0 lawan Arema saja enggak bisa tidur saya,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik, mengingat rivalitas klasik antara Persija Jakarta dan Arema FC memang selalu memantik emosi suporter kedua tim.
Madura United Siap Tantang Arema FC
Di sisi lain, kemenangan Arema FC juga menjadi perhatian calon lawan berikutnya, Madura United FC. Tim asal Pulau Garam itu baru saja bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah di Stadion Manahan, Solo, pada pekan ke-21.
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang tersebut disebut menjadi modal penting untuk menghadapi Arema FC pada laga selanjutnya di Pamekasan.
Pelatih Madura United yang berkebangsaan Brasil menyatakan optimisme timnya bisa tampil lebih solid saat menjamu Singo Edan. Ia menegaskan anak asuhnya percaya diri untuk meraih hasil positif di kandang sendiri.
Laga Madura United kontra Arema FC diprediksi berlangsung sengit. Arema tengah dalam tren positif usai dua kemenangan beruntun, sementara Madura United berambisi bangkit di depan pendukungnya sendiri.
Baca Juga: Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Digugat, Kebijakan Visa Donald Trump Picu Tekanan Internasional
Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin Arema FC akan terus menanjak di klasemen Super League 2025/2026. Namun, ujian berat sudah menanti di Pamekasan.
Dengan performa yang semakin stabil, efektivitas lini depan, serta mental bertanding yang kembali terasah, Singo Edan tampaknya siap kembali menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas musim ini.
Editor : Dyah Wulandari