BLITAR – Reforma agraria menjadi fokus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan pengendalian alih fungsi lahan sawah dilakukan secara ketat demi menjaga ketahanan pangan.
Dalam satu tahun terakhir, pemerintah mengklaim produksi beras mencapai 32 hingga 34 juta ton. Salah satu upaya utama adalah menekan laju alih fungsi lahan sawah produktif. Data menunjukkan, pada periode 2019–2021 terjadi alih fungsi lahan sebesar 136.000 hektare di delapan provinsi sentra sawah. Namun sejak penerapan mekanisme lahan sawah dilindungi (LSD) pada 2021 hingga 2025, angka tersebut turun menjadi sekitar 5.800 hektare.
Selain reforma agraria, Kementerian ATR/BPN juga melanjutkan program sertifikasi tanah melalui PTSL dengan capaian sekitar 600 ribu bidang dalam satu tahun. Pemerintah juga menetapkan 284 ribu hektare tanah terlantar untuk diambil alih negara dan dikembalikan kepada masyarakat yang mampu mengelola secara produktif.
Ke depan, fokus diarahkan pada peningkatan sertifikasi lahan dan digitalisasi layanan pertanahan. (*)
Editor : Vicky Hernanda