Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Keuangan Arema FC Belum Stabil Meski Jor-joran Transfer, Target Lima Besar Tak Goyah

Natasha Eka Safrina • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:51 WIB

Arema FC menang 3-0 atas Semen Padang. Gabriel Silva tampil tajam dan jadi harapan baru lini depan Singo Edan.
Arema FC menang 3-0 atas Semen Padang. Gabriel Silva tampil tajam dan jadi harapan baru lini depan Singo Edan.

JAKARTA - Kondisi keuangan Arema FC kembali menjadi sorotan setelah dimulainya putaran kedua Super League 2025/2026. Meski terbilang agresif dan jor-joran di bursa transfer paruh musim, manajemen Singo Edan secara terbuka mengakui bahwa stabilitas finansial klub belum sepenuhnya pulih. Fakta tersebut disampaikan langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, yang menegaskan bahwa kebijakan transfer saat ini dilakukan dengan skala prioritas yang ketat.

Pada bursa transfer tengah musim, Arema FC melakukan perombakan besar-besaran dalam komposisi skuad. Total sepuluh pemain dilepas, termasuk lima pemain asing. Mereka adalah Paulinho Moslins yang mengundurkan diri, serta Ian Puelio, Ian Mota, Odifan Kuric, dan Luis Gustavo yang dilepas karena berbagai alasan, termasuk cedera.

Selain pemain asing, dua pemain lokal yakni Muhammad Rafli dan Alviansyah dipinjamkan ke klub lain. Sementara itu, Brandon Kurniawan memilih hengkang dan melanjutkan karier di kompetisi Liga Championship atau Divisi 2. Perubahan ini menjadi langkah drastis yang jarang dilakukan Arema FC di paruh musim kompetisi.

Baca Juga: Berita Persija Jakarta Hari Ini: Gustavo Almeida Pasang Target Menang di Bali, Isu Transfer Harrison Reed hingga Curhat Rio Matsumura Mengemuka

Beban Keuangan Masih Menghantui

Di balik keputusan melepas pemain, Arema FC tetap menanggung konsekuensi finansial yang tidak ringan. Manajemen harus membayar kompensasi kepada Ian Puelio, Ian Mota, dan Odifan Kuric yang kontraknya diputus sebelum waktunya. Selain itu, Arema juga masih berkewajiban membayar gaji bulanan Luis Gustavo hingga akhir musim, meski namanya sudah dicabut dari sistem administrasi PSSI atau SIAP.

Situasi ini membuat keuangan Arema FC semakin terbebani. Pengeluaran klub justru bertambah dengan masuknya sejumlah pemain baru, baik melalui transfer permanen maupun pinjaman.

Masuknya Pemain Baru dan Strategi Manajemen

Untuk memperkuat tim di putaran kedua, Arema FC mendatangkan Joao Vinicius dan Leo Guntara dari Borneo FC, serta Gustavo França dari Persija Jakarta. Tak hanya itu, Arema juga meminjam Ilham Rio Fahmi dan Hansamu Yama dari Persija, serta merekrut kiper Gianluca Pandenuwu dari Persis Solo.

Baca Juga: Viral Rapel Gaji Pensiun 2025 dan Kenaikan Pensiun 2026, Benarkah Sudah Cair? Ini Penjelasan Resmi PT TASPEN

Belum berhenti sampai di situ, Arema kembali menambah dua pemain asing anyar, yakni Gabriel Silva dan Walison Maya. Meski keduanya direkrut dengan status bebas transfer, manajemen tetap harus menanggung beban gaji dan fasilitas pendukung lainnya.

Yusrinal Fitriandi mengakui bahwa kondisi finansial klub saat ini belum bisa disebut stabil. Namun ia menegaskan bahwa manajemen telah menetapkan prioritas utama demi kepentingan tim. “Dibilang stabil mungkin belum saat ini. Tapi sejak awal kami punya skala prioritas. Saat ini yang kami utamakan adalah memperkuat skuad untuk putaran kedua,” ujarnya.

Target Lima Besar Tetap Dipertahankan

Meski keuangan Arema FC belum sepenuhnya sehat, manajemen menolak menurunkan target musim ini. Sejak awal kompetisi, Arema FC menargetkan finis di posisi lima besar klasemen akhir Super League 2025/2026. Target tersebut ditegaskan tidak pernah dicabut, apa pun situasi dan kondisi klub.

Baca Juga: Konvoi Bobotoh Usai Persib vs Persija 1-0 Bikin Bandung Macet Total, Pesta Kembang Api di GBLA Viral

Hingga pekan ke-20, Arema FC masih tercecer di posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Skuad Singo Edan mencatat tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Posisi ini dinilai masih memungkinkan Arema untuk merangsek ke papan atas, asalkan performa tim stabil di putaran kedua.

“Target awal kami masih belum dicabut dan tidak akan berubah. Kami masih ingin finis di posisi lima besar musim ini,” tegas Yusrinal.

Ujian Finansial dan Prestasi Beriringan

Kondisi ini menjadi ujian berat bagi Arema FC. Di satu sisi, klub dituntut menjaga stabilitas keuangan. Di sisi lain, prestasi di lapangan menjadi keharusan demi menjaga kepercayaan publik dan sponsor. Langkah agresif di bursa transfer paruh musim pun menjadi perjudian yang harus dibayar lunas dengan hasil positif.

Putaran kedua Super League 2025/2026 akan menjadi penentu, apakah strategi manajemen Arema FC mampu mengantarkan tim kembali ke papan atas sekaligus perlahan menyehatkan kondisi finansial klub.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Super League 2025/2026 #bursa transfer super league #Arema FC