Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ricky Pratama Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Kasus Guncang Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026

Davina Ar Raafika • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:05 WIB
Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan jelang FIFA Series Maret 2026. Begini kronologi dan dampaknya.
Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan jelang FIFA Series Maret 2026. Begini kronologi dan dampaknya.

JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola nasional. Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya yang berinisial AD ke Polda Sulawesi Selatan. Kasus ini mencuat di tengah persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series Maret 2026 dan langsung menyita perhatian publik.

Nama Ricky Pratama selama ini dikenal sebagai pemain PSM Makassar yang juga pernah berlabel Timnas Indonesia. Namun kini sorotan tertuju pada persoalan hukum setelah Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan oleh kuasa hukum korban, Eko Saputra. Laporan tersebut dilayangkan pada pekan lalu ke Polda Sulsel.

Di tengah ramainya pembahasan skuad pilihan pelatih anyar untuk ajang internasional, kabar bahwa Ricky Pratama dilaporkan atas dugaan penganiayaan menjadi isu sensitif. Apalagi, momentum ini berdekatan dengan agenda penting Timnas Indonesia di FIFA Series yang akan digelar pada 23–31 Maret 2026.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Kuasa hukum korban menyebut peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar, pada 6 Februari lalu. Korban dan Ricky disebut sempat terlibat cekcok sebelum insiden tersebut terjadi.

Menurut keterangan yang disampaikan Eko Saputra kepada wartawan, kliennya mengalami sejumlah luka berdasarkan hasil rekam medis. Luka tersebut berada di bagian leher dan lengan. Selain dugaan kekerasan fisik, korban juga mengaku menerima ancaman serius.

Korban disebut telah menjalin hubungan asmara dengan Ricky selama empat hingga lima bulan. Ia bahkan meninggalkan tempat tinggalnya di Magelang, Jawa Tengah, untuk tinggal di Makassar dekat mes pemain PSM Makassar.

Cekcok disebut terjadi menjelang keberangkatan PSM Makassar untuk laga tandang melawan PSBS Biak. Insiden itulah yang kemudian berujung pada laporan dugaan penganiayaan.

Respons Kepolisian Masih Ditunggu

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, juga belum merespons konfirmasi wartawan.

Kasus ini tentu berpotensi berdampak pada karier Ricky, terutama jika proses hukum terus berlanjut. Dalam konteks profesionalisme atlet, persoalan di luar lapangan kerap menjadi pertimbangan serius, baik bagi klub maupun tim nasional.

Baca Juga: Prediksi Line Up Timnas Indonesia Era John Hartman: Formasi 3-4-2-1, Martin Paes Starter, Ole atau Sananta Ujung Tombak?

Timnas Indonesia Fokus ke FIFA Series

Di sisi lain, Timnas Indonesia dijadwalkan tampil di FIFA Series pada 27 Maret 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis. Pada laga berikutnya, skuad Garuda akan berjumpa Bulgaria atau Kepulauan Solomon.

Pelatih kepala asal Inggris, John Hertman, dikabarkan tengah menyusun daftar pemain untuk agenda tersebut. Dari total 18 pemain naturalisasi yang sebelumnya telah berganti paspor, diprediksi sekitar 12 nama berpeluang dipanggil.

Beberapa pemain seperti Kevin Diks dan Natan Tjoe-A-On disebut tampil konsisten bersama klubnya masing-masing. Kevin Diks bahkan mencetak tiga gol dari 19 laga Bundesliga musim ini, memperkuat peluangnya menjadi andalan di lini belakang.

Namun sejumlah nama lain diperkirakan absen karena faktor cedera, minim menit bermain, atau sanksi. Hal ini membuat komposisi akhir skuad Garuda masih dinanti publik.

GBK Disiapkan, Persija Kembali ke JIS

FIFA Series Maret 2026 juga berdampak pada penggunaan stadion. Stadion Gelora Bung Karno (GBK) disiapkan sebagai venue utama Timnas Indonesia, sehingga Persija Jakarta kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) untuk laga kandang.

Langkah ini diambil demi memastikan kondisi GBK optimal saat digunakan untuk pertandingan internasional. Terakhir, Persija bermain di JIS pada September lalu saat ditahan imbang Bali United 1-1.

Shin Tae-yong Dikabarkan Kembali ke Indonesia

Di tengah dinamika tersebut, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga dikabarkan akan kembali ke Indonesia. Namun, kembalinya pelatih asal Korea Selatan itu disebut bukan untuk melatih tim nasional.

Sejumlah spekulasi menyebut Shin kemungkinan hadir dalam agenda non-teknis seperti acara atau kerja sama komersial. Saat ini kursi pelatih Timnas Indonesia telah diamankan John Hertman, dengan Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto masuk dalam jajaran tim kepelatihan.

Dampak Kasus terhadap Citra Sepak Bola Nasional

Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Ricky Pratama menjadi pengingat bahwa profesionalisme atlet tak hanya diukur dari performa di lapangan. Etika dan perilaku di luar pertandingan juga menjadi sorotan publik.

Dengan agenda internasional di depan mata, fokus Timnas Indonesia tentu diharapkan tetap terjaga. Namun publik kini menunggu perkembangan proses hukum di Polda Sulsel sekaligus keputusan manajemen klub maupun federasi terkait status sang pemain.

FIFA Series Maret 2026 menjadi momentum penting bagi skuad Garuda untuk menunjukkan progres. Di tengah target prestasi, dinamika internal dan isu eksternal seperti ini menjadi ujian tersendiri bagi sepak bola nasional.

 

Editor : Davina Ar Raafika
#Timnas Indonesia #Polda Sulsel #Ricky Pratama #FIFA series 2026 #dugaan penganiayaan