BLITAR – Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam diingatkan kembali tentang hakikat ibadah puasa yang sesungguhnya.
Dalam sebuah kajian mendalam, dijelaskan bahwa Al-Qur'an menggunakan dua istilah berbeda, yaitu Saum dan Siyam, yang memiliki makna teknis yang berbeda jauh.
Jika Saum bermakna menahan secara umum (seperti menahan bicara), maka Siyam adalah ibadah spesifik dengan aturan ketat yang hanya ada di bulan Ramadan.
Salah satu keutamaan luar biasa dari Siyam yang benar adalah lahirnya Junnah atau perisai gaib.
Secara etimologi, kata Junnah berakar dari huruf Jim dan Nun yang berarti "tersembunyi", sama halnya dengan istilah Jin, Janin, dan Jannah (Surga).
Puasa yang dilakukan dengan benar akan otomatis menjadi benteng yang melindungi seorang mukmin dari godaan setan.
Inilah alasan mengapa di bulan Ramadan, seseorang cenderung lebih mudah menahan amarah dan lebih semangat melakukan amal saleh seperti sedekah dan tadarus Al-Qur'an.
Selain sebagai perisai, Ramadan juga menjadi ladang pelimpahan pahala tanpa batas.
Jika di hari biasa satu huruf Al-Qur'an bernilai 10 kebaikan, maka di bulan Ramadan, nilainya bisa dilipatgandakan oleh Allah SWT secara langsung tanpa takaran pasti, tergantung pada tingkat keikhlasan pelakunya.
Dengan ditutupnya pintu neraka dan dibukanya pintu surga, Ramadan menjadi momentum emas bagi setiap Muslim untuk meraih ampunan dan perlindungan total dari Allah SWT.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama