BLITAR KAWENTAR - Antusiasme terhadap tiket Piala Dunia 2026 benar-benar di luar dugaan. FIFA mengumumkan bahwa permintaan tiket Piala Dunia 2026 di kawasan Amerika telah menembus lebih dari 500 juta lembar. Angka fantastis itu disebut sebagai rekor baru sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan apresiasi kepada para penggemar sepak bola di seluruh dunia serta lebih dari 200 asosiasi anggota FIFA yang ikut menyukseskan pesta olahraga empat tahunan tersebut. Lonjakan permintaan tiket Piala Dunia 2026 ini mempertegas bahwa turnamen edisi mendatang menjadi salah satu yang paling dinantikan sepanjang masa.
Namun di balik tingginya permintaan tiket Piala Dunia 2026, muncul persoalan lain yang membayangi. Kebijakan visa dan pembatasan masuk ke Amerika Serikat menjadi tantangan besar bagi sebagian calon penonton.
Rekor Baru dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 2026 memang istimewa. Selain menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim, turnamen ini juga digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Lonjakan permintaan tiket hingga setengah miliar lembar menunjukkan besarnya daya tarik turnamen ini. Dengan total 104 pertandingan yang akan digelar, minat publik dari berbagai belahan dunia terus meningkat.
FIFA menegaskan bahwa angka tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan tiket Piala Dunia. Hal ini menandakan bahwa meski isu politik dan kebijakan imigrasi mencuat, gairah sepak bola tetap tak terbendung.
Visa Jadi Tantangan Serius
Meski permintaan tiket Piala Dunia 2026 membludak, tidak semua pemegang tiket dijamin bisa masuk ke Amerika Serikat. FIFA secara tegas menyatakan bahwa tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah.
Kebijakan terbaru pemerintahan Presiden Donald Trump disebut menambah daftar larangan masuk bagi sedikitnya 75 negara. Ironisnya, 15 negara dalam daftar tersebut merupakan peserta Piala Dunia 2026.
Negara-negara yang terdampak di antaranya Iran, Haiti, Pantai Gading, Senegal, Aljazair, Brasil, Tanjung Verde, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, Uruguay, dan Uzbekistan. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, baik bagi suporter maupun ofisial tim.
Syarat Masuk dan FIFA Pass
Pemerintah Amerika Serikat menetapkan sejumlah persyaratan dokumen bagi calon penonton. Pemegang tiket Piala Dunia 2026 disarankan segera mengurus visa sedini mungkin guna menghindari kendala administratif.
FIFA menyediakan sistem penjadwalan janji temu prioritas yang dikenal sebagai FIFA Pass. Melalui skema ini, pemegang tiket dapat mengakses jalur prioritas dalam proses pengajuan visa, dengan tetap memenuhi syarat yang ditentukan.
Selain itu, pengunjung wajib memiliki paspor yang masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal kedatangan di Amerika Serikat. Ada pengecualian bagi pemegang paspor Kanada dan Bermuda yang tidak memerlukan izin tambahan untuk kunjungan wisata.
Sementara itu, warga dari 42 negara peserta Visa Waiver Program dapat mengajukan permohonan melalui sistem elektronik otorisasi perjalanan (ESTA). Adapun fans dari negara lain diwajibkan memiliki visa B1/B2 untuk menonton langsung pertandingan.
Antusiasme Tinggi di Tengah Ketidakpastian
Tingginya permintaan tiket Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa sepak bola tetap menjadi magnet global. Namun, persoalan visa berpotensi menjadi batu sandungan serius apabila tidak dikelola dengan baik.
FIFA dan pemerintah tuan rumah dituntut memastikan bahwa ajang ini tetap inklusif dan dapat diakses oleh seluruh penggemar dari berbagai negara. Apalagi, Piala Dunia 2026 diproyeksikan sebagai turnamen terbesar dalam sejarah, baik dari segi jumlah peserta maupun jumlah pertandingan.
Bagi para fans yang berencana menyaksikan langsung, kesiapan dokumen perjalanan menjadi kunci utama. Tanpa visa yang sesuai, tiket Piala Dunia 2026 yang sudah di tangan bisa saja tak berarti apa-apa.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju hari pembukaan, publik dunia kini menanti bagaimana otoritas terkait menyeimbangkan tingginya antusiasme dengan regulasi imigrasi yang berlaku. Satu hal yang pasti, euforia Piala Dunia 2026 sudah terasa bahkan sebelum bola pertama ditendang.