Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

John Herdman Fokus Timnas Indonesia Senior, Piala AFF 2026 dan FIFA Series Jadi Panggung Pembuktian

Novica Satya Nadianti • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:10 WIB

Timnas Indonesia fokus senior bersama John Herdman. Piala AFF 2026 dan FIFA Series jadi ujian besar Garuda.
Timnas Indonesia fokus senior bersama John Herdman. Piala AFF 2026 dan FIFA Series jadi ujian besar Garuda.

JAKARTA - Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai bersama pelatih asal Inggris, John Herdman. Dengan kalender internasional yang padat, fokus kini sepenuhnya tertuju pada Timnas Indonesia senior setelah dipastikan Garuda Muda absen dari Asian Games 2026. Piala AFF 2026 dan FIFA Series menjadi panggung awal pembuktian bagi Timnas Indonesia di bawah komando Herdman.

Keputusan absennya tim U-23 membuat konsentrasi federasi dan jajaran pelatih mengerucut ke level senior. Bagi Timnas Indonesia, situasi ini bisa menjadi keuntungan karena tidak ada pembagian fokus di tengah target besar yang membentang hingga Piala Asia 2027.

Di sisi lain, sorotan kawasan Asia Tenggara juga semakin tajam. Media Vietnam bahkan mulai menghitung potensi kekuatan skuad Garuda, terutama terkait kemungkinan pemanggilan pemain naturalisasi pada Piala AFF 2026. Tekanan dan ekspektasi tinggi pun tak terhindarkan bagi Timnas Indonesia.

FIFA Series Jadi Awal Era Baru

Agenda terdekat adalah FIFA Series yang digelar pada 23 hingga 31 Maret. Ajang ini bukan sekadar laga uji coba biasa. FIFA Series menjadi panggung perkenalan gaya bermain Herdman bersama Timnas Indonesia.

Turnamen tersebut memberi ruang bagi pelatih untuk menguji kedalaman skuad, meracik kombinasi pemain lokal dan diaspora, serta membangun fondasi karakter tim. Selain itu, laga-laga ini juga penting untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Dengan empat jendela FIFA Match Day sepanjang tahun—Maret, Juni, September-Oktober, dan November—Timnas Indonesia memiliki banyak kesempatan mematangkan taktik dan chemistry. Jika dimanfaatkan maksimal, periode ini bisa menjadi fondasi kuat menuju turnamen besar berikutnya.

Piala AFF 2026 Sarat Tekanan

Memasuki 24 Juli hingga 26 Agustus, perhatian publik akan tertuju pada Piala AFF 2026. Turnamen ini selalu sarat gengsi dan rivalitas kawasan. Indonesia tergabung bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Timor Leste dan Brunei Darussalam.

Menariknya, media Vietnam secara terbuka menyoroti potensi naturalisasi besar-besaran yang dilakukan PSSI. Mereka menilai jadwal Piala AFF 2026 yang digelar di luar kalender padat Eropa membuka peluang hadirnya pemain diaspora yang sebelumnya sulit dilepas klub.

Di balik nada waspada itu, terselip pengakuan bahwa Timnas Indonesia kini bukan lagi lawan yang mudah. Gaya bermain agresif dan tempo tinggi disebut menjadi ancaman nyata bagi rival-rival Asia Tenggara.

Bagi Herdman, Piala AFF bukan hanya soal trofi, melainkan ujian mental dan konsistensi. Atmosfer panas dan tekanan suporter akan menjadi barometer sejauh mana proyek pembenahan tim berjalan efektif.

Absen di Asian Games, Fokus ke Senior

Harapan melihat Timnas U-23 tampil di Asian Games 2026 resmi pupus setelah regulasi menetapkan hanya peserta Piala Asia U-23 yang berhak tampil. Karena gagal lolos ke putaran final, Indonesia otomatis kehilangan slot.

Situasi ini membuat Herdman dipastikan memusatkan energi ke Timnas Indonesia senior hingga awal 2027. Tiga agenda besar sudah menanti: FIFA Series, Piala AFF 2026, dan Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Absennya tim U-23 memang menjadi kehilangan dari sisi pembinaan. Namun di sisi lain, fokus tunggal ke tim senior memberi ruang konsolidasi lebih tajam. Stabilitas dan konsentrasi sering kali menjadi fondasi utama menuju prestasi.

Marten Paes dan Fenomena Dukungan Digital

Di tengah dinamika tim, sorotan juga mengarah pada kiper naturalisasi Marten Paes yang kini memperkuat AFC Ajax. Media Belanda heran melihat popularitasnya di Indonesia begitu besar meski di tanah kelahirannya tak terlalu disorot.

Unggahan perkenalan Paes bersama Ajax meraup ratusan ribu interaksi di media sosial. Fenomena ini menunjukkan kuatnya basis dukungan digital publik Indonesia terhadap pemain yang membela Merah Putih.

Popularitas tersebut menjadi gambaran bagaimana sepak bola modern tak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga koneksi emosional dengan suporter.

Shin Tae-yong Kembali, Bukan untuk Melatih

Kabar lain yang memantik antusiasme adalah rencana kepulangan mantan pelatih Shin Tae-yong ke Indonesia. Namun, ia dipastikan bukan untuk kembali menangani Timnas Indonesia.

Struktur kepelatihan saat ini sudah berada di bawah kendali Herdman. Kehadiran Shin lebih bernuansa emosional dan profesional di luar kursi pelatih kepala.

Kini arah sudah jelas. Tanpa agenda U-23 di panggung besar, seluruh sorotan tertuju pada Timnas Indonesia senior. Tantangan memang berat, tetapi momentum ini bisa menjadi titik balik jika dikelola dengan visi jangka panjang.

Di tangan John Herdman, publik menanti bukan sekadar permainan kompetitif, melainkan lompatan prestasi yang mampu mengangkat kembali kebanggaan sepak bola nasional.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Timnas Indonesia #piala aff 2026 #John Herdman #Marten Paes #FIFA Series