Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Erik Thohir Bantah Skandal Naturalisasi Malaysia ke FIFA, Tegas: Bukan Level Saya Intervensi Negara Lain

Novica Satya Nadianti • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:25 WIB

Erik Thohir bantah skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA. Tegas fokus perkuat Timnas Indonesia, bukan intervensi negara lain.
Erik Thohir bantah skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA. Tegas fokus perkuat Timnas Indonesia, bukan intervensi negara lain.

JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erik Thohir, akhirnya angkat bicara terkait isu panas yang menyeret namanya dalam skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA. Tuduhan tersebut menyebut dirinya sebagai dalang di balik pelaporan dugaan pelanggaran naturalisasi pemain timnas Malaysia.

Isu skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA ini pertama kali mencuat setelah salah satu media Malaysia menuding Erik Thohir berada di balik laporan yang disebut-sebut disampaikan melalui Vietnam. Dalam pemberitaan itu, Indonesia disebut terlibat dalam proses pelaporan dugaan pelanggaran naturalisasi pemain ke FIFA.

Namun, Erik Thohir dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menilai isu skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA yang menyeret namanya tidak berdasar dan tidak memiliki validitas yang jelas.

Media Malaysia, My News Hub, mengklaim mendapatkan informasi dari seorang anggota FIFA asal benua Amerika. Sayangnya, identitas sumber tersebut tidak pernah diungkap ke publik, sehingga memunculkan tanda tanya besar soal kebenaran kabar tersebut.

Erik Thohir: Bukan Kelasnya Intervensi Negara Lain

Dalam pernyataannya, Erik Thohir menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi kemajuan sepak bola negara lain, termasuk Malaysia.

“Saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain? Sedangkan kita membutuhkan kita bersaing antara negara Asia Tenggara ataupun tingkatannya kita dan negara-negara Asia. Jadi, saya minta maaf kelasnya enggak di situ,” ujar Erik.

Menurutnya, fokus utama PSSI saat ini adalah meningkatkan kualitas Timnas Indonesia agar mampu bersaing di level Asia, bahkan dunia. Ia menilai tidak logis jika Indonesia justru sibuk mengurusi persoalan internal negara lain.

Erik menekankan bahwa persaingan di kawasan Asia Tenggara harus dibangun secara sehat dan kompetitif. Baginya, peningkatan kualitas sepak bola nasional jauh lebih penting ketimbang menciptakan konflik regional.

“Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di negara-negara Asia Tenggara dan Asia. Makanya kita sendiri bisa meningkatkan kualitas kita,” tambahnya.

Fokus Perkuat Timnas Indonesia

Erik juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sepak bola Indonesia agar tidak terus tertinggal dari negara-negara Eropa maupun Afrika. Ia menyebut bahwa kerja keras membangun tim nasional menjadi prioritas utama PSSI.

Jika sepak bola Indonesia tidak berkembang, menurutnya, maka akan sulit mengejar ketertinggalan dari negara-negara dengan tradisi sepak bola yang lebih mapan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa PSSI di bawah kepemimpinannya memilih jalur pembenahan internal, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi domestik, hingga penguatan skuad timnas.

Isu naturalisasi memang menjadi topik sensitif di Asia Tenggara. Beberapa negara, termasuk Malaysia dan Indonesia, sama-sama memanfaatkan jalur naturalisasi untuk meningkatkan kualitas tim nasional. Karena itu, tudingan terkait pelaporan ke FIFA menjadi isu yang berpotensi memicu ketegangan antarnegara.

Vietnam Ikut Terseret

Nama Vietnam turut terseret dalam polemik ini. Sebelumnya, Vietnam disebut sebagai pihak yang melaporkan dugaan skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA. AFC bahkan sempat dikaitkan dalam narasi tersebut.

Media Vietnam Theo 247VN menyoroti klarifikasi Erik Thohir dan menilai Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk ikut campur dalam urusan sepak bola Malaysia. Dalam pemberitaannya, disebutkan bahwa Indonesia lebih memilih fokus pada penguatan internal dibanding terlibat dalam kontroversi.

Publik Vietnam yang sebelumnya merasa nama baik negaranya dipulihkan, kini kembali menghadapi situasi yang belum sepenuhnya jelas. Pasalnya, belum ada konfirmasi resmi dari FIFA terkait laporan tersebut maupun pihak yang benar-benar melayangkannya.

Erik pun mempertanyakan legitimasi tuduhan yang beredar. Tanpa identitas sumber yang jelas, ia menilai kabar tersebut tidak layak dijadikan dasar untuk menyudutkan Indonesia maupun PSSI.

Menurutnya, sepak bola Asia Tenggara seharusnya dibangun dengan semangat kolaborasi, bukan saling mencurigai. Rivalitas di lapangan tetap penting, tetapi kerja sama antar federasi juga dibutuhkan demi kemajuan kawasan.

Dengan bantahan tegas dari Erik Thohir, isu skandal naturalisasi Malaysia ke FIFA yang menyeret nama Indonesia untuk sementara mereda. Namun, dinamika rivalitas sepak bola Asia Tenggara dipastikan masih akan terus memanas, terutama menjelang berbagai agenda kompetisi regional dan kualifikasi internasional mendatang.

Yang jelas, PSSI menegaskan fokusnya saat ini adalah membangun kekuatan Timnas Indonesia agar mampu bersaing secara terhormat di level Asia dan dunia, bukan menciptakan polemik lintas negara.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Timnas Indonesia #PSSI #Skandal Naturalisasi Malaysia #erik thohir #fifa