JAKARTA – Empat pemain naturalisasi terbaru kini masuk radar PSSI, bahkan tiga di antaranya disebut sudah dihubungi secara langsung. Langkah ini menjadi bagian dari proyek besar penguatan Timnas Indonesia menghadapi agenda padat sepanjang 2026.
Empat pemain naturalisasi terbaru tersebut diproyeksikan mempertebal kedalaman skuad Garuda jelang FIFA Series Maret, ASEAN Cup Juli, hingga sejumlah laga FIFA Matchday lainnya. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir bergerak cepat memburu talenta diaspora yang berkarier di Eropa dan Australia.
Isu empat pemain naturalisasi terbaru ini bukan sekadar rumor. Beberapa nama bahkan sudah mengonfirmasi adanya komunikasi dengan federasi. Artinya, proses penjajakan bukan lagi wacana, melainkan sudah masuk tahap serius.
Tony Cowen, Proyek Kiper Masa Depan
Nama pertama yang mencuat adalah Tony Cowen, kiper muda kelahiran Belanda 4 Oktober 2009. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berdarah Bali.
Saat ini, Tony tengah menjalani trial di klub raksasa La Liga, Atlético Madrid. Di usia 16 tahun, kesempatan menjalani uji coba di klub sebesar itu tentu bukan hal biasa.
Jika performanya konsisten, peluang bergabung dengan tim yang juga diperkuat Julian Alvarez terbuka lebar. Bagi PSSI, Tony adalah investasi jangka panjang untuk mengamankan regenerasi penjaga gawang, melengkapi nama-nama seperti Maarten Paes dan Emil Audero.
Luke Vickery, Striker Modern dari Australia
Nama berikutnya adalah Luke Vickery, penyerang muda milik Macarthur FC. Ia secara terbuka mengaku telah menjalin komunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Musim ini, Vickery mencetak lima gol dari 17 penampilan di A-League. Karakter permainannya agresif, cepat, dan fleksibel. Ia bukan tipe striker pasif, tetapi aktif membuka ruang dan membantu pressing.
Menariknya, Vickery memiliki tiga opsi kewarganegaraan: Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia. Garis keturunan dari Medan menjadi pintu masuk peluang naturalisasi.
Jika proses berjalan mulus, ia bisa menjadi amunisi penting di lini depan, terutama menghadapi turnamen level Asia.
Dean Zandbergen, Mesin Gol dari Liga Belanda
Nama yang paling ramai dibicarakan adalah Dean Zandbergen. Striker jangkung milik VVV-Venlo ini tampil impresif di Eerste Divisie musim 2025-2026.
Lima gol dalam lima laga terakhir membuktikan ketajamannya. Dean dikenal kuat dalam duel udara, punya rasio tembakan tepat sasaran tinggi, dan aktif bergerak tanpa bola.
Dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha, ia mengaku memiliki darah Indonesia dari Depok dan tertarik membela Merah Putih. Bahkan, komunikasi dengan PSSI disebut sudah terjadi melalui perwakilan federasi.
Kehadirannya bisa menjadi solusi atas masalah klasik Timnas Indonesia: penyelesaian akhir yang kurang maksimal di laga internasional.
Tristan Gooijer, Bek Didikan Ajax
Nama terakhir adalah Tristan Gooijer, bek muda lulusan akademi Ajax Amsterdam. Saat ini ia bermain untuk PEC Zwolle di kompetisi Belanda.
Media Belanda melaporkan adanya kontak awal antara pihak Tristan dan PSSI. Bek 20 tahun itu memiliki darah Indonesia dari Maluku.
Musim ini, ia mencatat 17 penampilan dan mencetak tiga gol secara beruntun saat menghadapi Telstar, FC Volendam, dan Heerenveen. Untuk ukuran bek kanan, catatan tersebut sangat impresif.
Tristan dikenal sebagai bek modern yang fleksibel. Ia bisa bermain sebagai bek kanan, bek tengah, bahkan wingback dalam skema tiga bek. Kecepatan dan keberanian overlap menjadi keunggulannya.
Fondasi Jangka Panjang Garuda
Masuknya empat pemain naturalisasi terbaru ini menegaskan bahwa proyek penguatan Timnas Indonesia bukan langkah instan. PSSI ingin membangun fondasi jangka panjang dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora.
Kalender kompetisi yang padat menuntut kedalaman skuad. Cedera, rotasi, hingga regenerasi membuat federasi harus bergerak cepat.
Jika tiga dari empat pemain yang sudah dihubungi benar-benar merapat, Timnas Indonesia berpotensi memiliki salah satu komposisi paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, publik tinggal menunggu kepastian. Apakah striker tajam dari Belanda, bek lulusan Ajax, atau kiper muda yang sedang trial di Spanyol akan segera berseragam Merah Putih?
Yang jelas, arah proyek Garuda semakin tegas: membangun tim kuat, berdaya saing tinggi, dan siap naik level di panggung internasional.
Editor : Novica Satya Nadianti