JAKARTA - John Hertman jemput Luke Vickery dan Ian Maatsen ke Jakarta untuk menjalani sumpah WNI. Kabar ini langsung menghebohkan publik sepak bola nasional karena dua nama tersebut disebut masuk kategori grade A dan diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia dalam agenda FIFA terdekat.
Informasi yang beredar menyebutkan, dokumen naturalisasi Luke Vickery dan Ian Maatsen sudah rampung secara administratif. Jika tidak ada kendala, keduanya akan segera terbang ke Indonesia dan mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia yang rencananya digelar di Bali pada Maret 2026.
Langkah John Hertman jemput Luke Vickery dan Ian Maatsen ini menjadi sinyal kuat bahwa pelatih asal Kanada itu serius membangun kedalaman skuad Garuda. Apalagi, FIFA Series 2026 sudah di depan mata dan Indonesia berstatus tuan rumah untuk salah satu grup.
Luke Vickery, Winger Cepat Berdarah Medan
Nama Luke Vickery lebih dulu mencuat di media Belanda dan Australia. Pemain yang kini memperkuat Macarthur FC itu tampil konsisten musim ini, baik di kompetisi domestik maupun AFC Champions League 2.
Luke Vickery dikenal sebagai winger kanan dengan kecepatan dan akselerasi tajam. Ia juga fleksibel karena bisa bermain di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah. Sepanjang musim berjalan, ia mencatat lima gol dari 17 pertandingan.
Salah satu performa terbaiknya terjadi saat Macarthur FC membantai Melbourne City dengan skor 6-2, di mana Vickery turut menyumbang gol penting. Nilai plus lainnya, ia memiliki garis keturunan Indonesia dari Medan, Sumatera Utara.
Sebelum bersinar bersama Macarthur, Vickery sempat membela Western United di A-League. Perkembangannya yang konsisten membuatnya dinilai layak menjadi tambahan tenaga baru di lini serang Garuda.
Ian Maatsen, Bek Premier League yang Siap Gabung
Selain Vickery, nama Ian Maatsen juga santer dikabarkan siap dinaturalisasi. Bek kiri yang kini membela Aston Villa itu disebut telah menyerahkan dokumen naturalisasi.
Maatsen terakhir tampil penuh saat Aston Villa menghadapi Brentford pada babak ketiga Carabao Cup, 17 Februari 2026. Ia menunjukkan performa solid di sisi kiri pertahanan dan dinilai memiliki kualitas yang bisa langsung memberi dampak di Timnas Indonesia.
Pemain yang pernah memperkuat timnas Belanda kelompok umur itu masih memenuhi syarat untuk pindah asosiasi karena sudah lebih dari dua tahun tidak mendapat panggilan. Kedekatannya dengan John Hertman disebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses ini.
Jika resmi bergabung, Maatsen akan menambah kualitas signifikan di sektor bek kiri, posisi yang selama ini kerap menjadi perhatian dalam evaluasi tim.
Simon Tahamata: Diaspora Harus Jadi Teladan
Di tengah euforia naturalisasi, Simon Tahamata memberikan pandangan tegas. Sebagai kepala pemandu bakat di PSSI, ia menegaskan pemain diaspora wajib menjadi contoh, bukan sekadar nama besar.
Legenda AFC Ajax itu menilai kehadiran pemain naturalisasi harus memberi dampak positif, baik dari sisi performa maupun mentalitas profesional. Menurutnya, etos kerja, disiplin, dan sikap di dalam maupun luar lapangan harus menjadi panutan bagi pemain muda Indonesia.
Simon juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini. Ia berharap ke depan lebih banyak pemain yang lahir dan besar di Indonesia bisa menjadi tulang punggung timnas, bukan hanya bergantung pada diaspora.
Tim Pelapis Bulgaria Turun di GBK
Sementara itu, FIFA Series 2026 akan digelar pada 27–30 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Indonesia tergabung satu grup bersama Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.
Kabar menarik datang dari kubu Bulgaria. Pelatih mereka, Alexander Dimitrov, disebut tidak akan menurunkan skuad inti. Bulgaria kemungkinan membawa tim pelapis dengan banyak pemain muda demi regenerasi.
Beberapa nama yang diprediksi masuk skuad antara lain Martin Velickov, Angel Lyaskov, dan Dominik Yankov dari Lokomotif Sofia. Kebijakan ini membuka peluang emas bagi Indonesia untuk meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Dengan potensi bergabungnya Luke Vickery dan Ian Maatsen serta lawan yang tak turun dengan kekuatan penuh, peluang Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 terlihat menggila. Kini publik tinggal menanti pengumuman resmi dan momen sumpah WNI yang bisa menjadi babak baru kekuatan Garuda di pentas internasional.
Editor : Novica Satya Nadianti