JAKARTA - FIFA Series 2026 menjadi panggung awal era baru Timnas Indonesia bersama pelatih anyar John Hartman. Setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia yang menyisakan kekecewaan, skuad Garuda kini bersiap membuka lembaran baru melalui turnamen mini resmi FIFA tersebut.
FIFA Series 2026 bukan sekadar ajang uji coba biasa. Turnamen ini menghadirkan tiga negara dari tiga konfederasi berbeda yang akan menguji kualitas dan kesiapan Timnas Indonesia. Indonesia juga ditunjuk sebagai tuan rumah, sehingga peluang untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri terbuka lebar.
Pada FIFA Series 2026, Indonesia akan menghadapi tiga lawan: Bulgaria, St Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon. Format turnamen menggunakan sistem gugur.
Laga Indonesia kontra St Kitts and Nevis akan menjadi pembuka pada 27 Maret mendatang. Pemenangnya akan bertemu pemenang duel Bulgaria versus Kepulauan Solomon di partai final.
Bulgaria Jadi Ancaman Terbesar
Dari ketiga calon lawan, Bulgaria jelas menjadi tim paling berpengalaman. Negara anggota UEFA itu sudah tujuh kali tampil di Piala Dunia sejak debut pada 1962. Prestasi terbaik mereka adalah finis peringkat keempat di Piala Dunia 1994 serta menembus final Olimpiade 1968.
Skuad Bulgaria saat ini dihuni sejumlah pemain yang merumput di liga top Eropa. Kapten mereka, Kiril Despodov, bermain untuk PAOK FC. Nama Bulgaria juga identik dengan legenda seperti Dimitar Berbatov, mantan striker tajam yang pernah bersinar bersama Manchester United.
Menariknya, tim ini dilatih Alexander Dimitrov yang pernah merumput di Indonesia bersama Persipura Jayapura pada periode 2003–2005. Dimitrov bahkan mengaku mengikuti perkembangan Timnas Indonesia yang dinilai melakukan banyak investasi demi meningkatkan daya saing.
St Kitts and Nevis dan Faktor Pengalaman Hartman
St Kitts and Nevis memang tidak memiliki rekam jejak mentereng di level global. Namun tim berjuluk The Sugar Boys ini pernah menembus semifinal Caribbean Cup dan tampil di CONCACAF Gold Cup 2023.
Keuntungan bagi Indonesia, John Hartman pernah menghadapi tim ini saat menangani Kanada di ajang CONCACAF Nations League 2018. Artinya, ia setidaknya sudah memahami karakter permainan wakil Karibia tersebut.
Secara peringkat FIFA, St Kitts and Nevis berada sedikit di bawah Kepulauan Solomon. Meski demikian, dalam turnamen singkat seperti FIFA Series 2026, kejutan selalu mungkin terjadi.
Kepulauan Solomon, Lawan Misterius
Kepulauan Solomon menjadi tim paling misterius di FIFA Series 2026. Negara Oseania ini belum pernah tampil di Piala Dunia, namun cukup konsisten di kawasan Pasifik. Mereka pernah menjuarai Melanesia Cup dan meraih sejumlah medali di Pacific Games.
Di atas kertas, Kepulauan Solomon memang terlihat sebagai tim terlemah. Namun justru faktor minimnya data dan eksposur bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia.
Racikan John Hartman dan Proyeksi Line-up
FIFA Series 2026 akan dimanfaatkan Hartman sebagai simulasi menuju Piala Asia 2027. Ia disebut akan membawa 27–28 pemain untuk diuji dalam berbagai skema.
Hartman dikenal gemar memakai formasi tiga bek. Di bawah mistar, Emil Audero berpeluang menjadi pilihan utama setelah tampil solid di level klub. Trio bek tengah kemungkinan diisi Justin Hubner, Rizky Ridho, dan Jay Idzes.
Di sektor tengah, kombinasi Joe Pelupessy dan Ricky Kambuaya bisa menjadi opsi, mengingat Tom Haye masih menjalani larangan bertanding. Untuk wingback, Kevin Diks di kanan dan Calvin Verdonk di kiri berpotensi menjadi andalan.
Di lini depan, Rafael Struick atau Ragnar Oratmangoen bisa diplot sebagai ujung tombak, dengan dukungan pemain sayap cepat seperti Yakob Sayuri.
Tentu komposisi ini masih dinamis. FIFA Series 2026 akan menjadi laboratorium taktik bagi Hartman untuk menemukan formula terbaik.
Sebagai tuan rumah, tekanan sekaligus peluang besar ada di tangan Timnas Indonesia. Publik berharap FIFA Series 2026 bukan hanya menjadi ajang transisi, melainkan momentum kebangkitan nyata pasca kegagalan di kualifikasi sebelumnya.
Kini pertanyaannya, mampukah era baru John Hartman langsung berbuah trofi di FIFA Series 2026? Jawabannya akan segera tersaji di lapangan.
Editor : Novica Satya Nadianti