Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratchaburi FC Didiskualifikasi dari AFC Champions League 2 2026, Persib Bandung Resmi Lolos Usai Skandal VAR Menggemparkan Asia

Edo Trianto • Minggu, 22 Februari 2026 | 19:30 WIB

Ratchaburi FC Didiskualifikasi dari AFC Champions League 2 2026, Persib Bandung Resmi Lolos Usai Skandal VAR Menggemparkan Asia
Ratchaburi FC Didiskualifikasi dari AFC Champions League 2 2026, Persib Bandung Resmi Lolos Usai Skandal VAR Menggemparkan Asia

BLITAR KAWENTAR - Ratchaburi FC didiskualifikasi dari AFC Champions League 2 2026 setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menemukan pelanggaran serius dalam laga 16 besar melawan Persib Bandung. Keputusan tegas ini diumumkan langsung oleh Presiden AFC dalam konferensi pers luar biasa di Kuala Lumpur, Kamis dini hari.

Diskualifikasi Ratchaburi FC menjadi sorotan utama sepak bola Asia. Bukan hanya pembatalan hasil pertandingan, AFC juga menjatuhkan sanksi larangan tampil di kompetisi Asia selama satu musim. Dampaknya, Persib Bandung otomatis melaju ke perempat final AFC Champions League 2 2026 tanpa perlu memainkan laga ulang.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri polemik panas yang bergulir lebih dari 48 jam sejak laga leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam pertandingan tersebut, Ratchaburi menang 2-1 melalui dua keputusan kontroversial: satu gol yang diduga offside dan penalti di menit akhir.

Awal Mula Kontroversi di GBLA

Laga yang seharusnya menjadi panggung adu kualitas justru berubah menjadi badai polemik. Seusai pertandingan, Bobotoh memenuhi media sosial dengan tuntutan keadilan. Tagar #JusticeForPersib dan #ACFFairPlay sempat trending di Asia Tenggara.

Namun, AFC menegaskan keputusan mereka bukan karena tekanan suporter. Investigasi dilakukan berdasarkan laporan resmi delegasi pertandingan dan Match Commissioner yang menemukan indikasi penyimpangan prosedur VAR.

Dalam laporan awal disebutkan bahwa beberapa keputusan krusial tidak mengikuti standar AFC VAR Handbook 2025. Kejanggalan tersebut terjadi berulang dan hanya menguntungkan Ratchaburi FC.

Rekaman VAR Jadi Bukti Kunci

Bagian paling mengejutkan terungkap dari analisis rekaman komunikasi ruang VAR. Dalam salah satu potongan audio, terdengar operator VAR menyebut garis bisa “disesuaikan agar terlihat lebih rapat”. Kalimat ini menjadi indikasi kuat adanya manipulasi visual dalam penentuan posisi offside.

Menurut regulasi AFC, garis offside harus ditarik berdasarkan data objektif, bukan disesuaikan untuk menguntungkan pihak tertentu. Temuan tersebut membuat AFC menyimpulkan bahwa pelanggaran bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan berpotensi terstruktur.

Match Commissioner juga mencatat adanya gangguan sistem yang hanya muncul pada momen krusial yang menguntungkan tim asal Thailand itu. Selain itu, wasit dinilai tidak melakukan on-field review pada insiden penalti menit ke-87, meski masuk kategori clear and obvious error.

Gabungan temuan ini menjadi dasar sidang darurat yang dipimpin langsung Presiden AFC.

Sidang Darurat dan Keputusan Tegas

Sidang berlangsung lebih dari lima jam di Kuala Lumpur. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komite Wasit AFC, Kepala Integrity Unit, Direktur Kompetisi Klub AFC, serta perwakilan PSSI dan Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).

Hasilnya, Ratchaburi FC didiskualifikasi dari AFC Champions League 2 2026 karena dianggap memperoleh keuntungan tidak sah akibat pelanggaran prosedural serius.

Dalam pernyataan resminya, Presiden AFC menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga integritas kompetisi. Ia menyebut kasus tersebut akan menjadi preseden penting dalam penegakan fair play di sepak bola Asia.

Tangis Pelatih dan Respons Thailand

Beberapa jam setelah pengumuman, pelatih Ratchaburi FC tampil di media Thailand dengan mata berkaca-kaca. Ia menyatakan timnya datang ke Bandung untuk bermain sepak bola, bukan terlibat kontroversi.

Manajemen klub menerima keputusan tersebut meski berat hati. Mereka menegaskan tidak terlibat manipulasi dan meminta investigasi turut menyasar perangkat pertandingan. FAT juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap ofisial yang bertugas.

Momen tangis sang pelatih viral di media sosial, memicu perdebatan antara simpati dan kritik. Sebagian publik Thailand membela pemain, sementara lainnya menilai AFC tidak mungkin menjatuhkan sanksi sekeras itu tanpa bukti kuat.

Persib Bandung Lolos dan Dampak Besar bagi AFC

Bagi Persib Bandung, keputusan ini menjadi kemenangan moral. Manajemen klub menyambut baik langkah AFC dan menyebutnya sebagai bukti bahwa integritas sepak bola masih dijaga.

Dengan diskualifikasi Ratchaburi FC, Persib resmi melangkah ke perempat final AFC Champions League 2 2026. Lawan berikutnya akan ditentukan kemudian oleh AFC.

Kasus ini diprediksi memicu reformasi besar dalam penggunaan VAR di kompetisi Asia. Evaluasi sistem, peningkatan transparansi, hingga pengawasan ketat terhadap perangkat pertandingan menjadi agenda yang tak terhindarkan.

Skandal ini bukan hanya mengubah nasib satu pertandingan, tetapi juga mengguncang fondasi kepercayaan publik terhadap sistem teknologi di sepak bola modern. Kini, AFC menghadapi tantangan memastikan kejadian serupa tak terulang di masa depan.

Editor : Edo Trianto
#AFC Champions League 2 2026 #ratchaburi fc #Skandal VAR #Diskualifikasi AFC #persib bandung