Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya vs PSM Makassar: Dua Pilar Belum Pulih, Bernardo Tavares Didesak Ubah Taktik di Laga Krusial Super League

Novica Satya Nadianti • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:50 WIB

Persebaya Surabaya vs PSM Makassar jadi laga krusial. Dua pemain belum pulih, Bernardo Tavares disorot tajam.
Persebaya Surabaya vs PSM Makassar jadi laga krusial. Dua pemain belum pulih, Bernardo Tavares disorot tajam.

SURABAYA - Laga Persebaya Surabaya vs PSM Makassar pada pekan ke-23 Super League 2025-2026 menjadi ujian sesungguhnya bagi Green Force. Tak hanya soal tiga poin, duel di Stadion Gelora Bung Tomo ini juga menyangkut harga diri tim dan pembuktian strategi pelatih Bernardo Tavares.

Persebaya Surabaya vs PSM Makassar datang di saat yang kurang ideal. Dua dari empat pemain yang sebelumnya masuk daftar cedera belum pulih total. Situasi ini membuat persiapan tim dibayangi tanda tanya besar, apalagi Persebaya baru saja menelan dua kekalahan beruntun.

Kondisi terkini pemain menjadi sorotan jelang Persebaya Surabaya vs PSM Makassar. Dari empat nama yang sempat cedera, Mihailo Perovic dan Risto Mitrevski sudah kembali mengikuti official training. Sementara Bruno Paraiba dan Malik Risaldi masih menjalani latihan terpisah.

Dua Pemain Mulai Kembali, Dua Lain Masih Berpacu dengan Waktu

Kembalinya Perovic dan Mitrevski ke sesi latihan resmi tentu menjadi angin segar. Namun, belum ada jaminan keduanya siap tampil penuh selama 90 menit. Tim pelatih masih memantau kondisi fisik mereka sebelum menentukan keputusan akhir.

Berbeda dengan dua rekannya, Bruno Paraiba dan Malik Risaldi masih menjalani program latihan terpisah. Hal ini menandakan proses pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Padahal, keduanya memiliki peran penting dalam skema permainan Persebaya.

Bruno Paraiba, meski baru bergabung di paruh musim, langsung menunjukkan efektivitas. Ia mencatat akurasi tembakan 50 persen dengan satu tembakan tepat sasaran. Dalam distribusi bola, Bruno tampil impresif dengan tiga umpan sukses dari tiga percobaan alias 100 persen akurat.

Produktivitasnya dalam waktu singkat membuat namanya dinanti saat menghadapi PSM Makassar. Jika benar-benar pulih, Bruno berpotensi menjadi pembeda di lini depan.

Sementara itu, Malik Risaldi sudah tampil dalam 20 pertandingan musim ini. Ia membukukan dua assist dan 10 umpan kunci. Dari total 24 tembakan, 10 di antaranya mengarah ke gawang dengan akurasi 42 persen. Malik juga aktif melakukan 16 dribel, meski beberapa kali terjebak offside saat mencoba membuka ruang.

Tekanan untuk Bernardo Tavares

Laga Persebaya Surabaya vs PSM Makassar bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momentum kebangkitan setelah kekalahan 1-3 dari Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Pada laga tersebut, tiga gol tuan rumah dicetak Iker Guarrotxena Vallejo pada menit ke-31 dan 90+10 serta Alexis Nahuel Gomez menit ke-70. Persebaya hanya mampu membalas lewat penalti Bruno Moreira pada menit 90+.

Kekalahan itu makin terasa pahit karena Persebaya juga kehilangan Rahmat Irianto pada menit ke-86. Absennya gelandang andalan tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan lini tengah yang selama ini menjadi kekuatan utama.

Sorotan tajam pun mengarah kepada pelatih kepala Bernardo Tavares. Setelah sempat dipuji berkat tren tak terkalahkan di empat laga awal, kini ia didesak menunjukkan variasi taktik. Suporter mulai jenuh dengan pola long ball yang dinilai terlalu dominan dan mudah dibaca lawan.

Kritik dari Bonek menggema di media sosial. Mereka menuntut permainan lebih variatif dan kreatif, bukan sekadar mengandalkan umpan panjang ke sisi sayap.

Wajib Menang demi Harga Diri

Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi panggung pembuktian. Persebaya wajib menang, bukan hanya untuk menjaga asa menembus papan atas klasemen Super League 2025-2026, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri tim.

Kemenangan atas PSM Makassar bisa menjadi jawaban elegan atas kritik yang mengarah kepada Bernardo Tavares. Sebaliknya, hasil negatif berpotensi memperbesar tekanan yang sudah menguat dalam beberapa pekan terakhir.

Badai cedera dan inkonsistensi performa membuat Persebaya seperti kehilangan momentum di tengah ketatnya persaingan. Kini, semua mata tertuju pada duel Persebaya Surabaya vs PSM Makassar.

Apakah Green Force mampu bangkit dan menunjukkan wajah berbeda? Ataukah tekanan akan kembali membayangi? Jawabannya akan tersaji di Gelora Bung Tomo, saat laga krusial ini benar-benar menguji mental, taktik, dan ambisi Persebaya menjaga mimpi tetap hidup.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#bonek #Bernardo Tavares #Persebaya Surabaya vs PSM Makassar #stadion gelora bung tomo