Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema FC Ubah Komposisi Tim Hadapi Borneo FC, Adi Satrio Absen dan Lukas Frigeri Jadi Starter di BRI Super League

Novica Satya Nadianti • Jumat, 27 Februari 2026 | 18:10 WIB

Arema FC ubah komposisi tim lawan Borneo FC, Adi Satrio absen dan Lukas Frigeri jadi starter di BRI Super League.
Arema FC ubah komposisi tim lawan Borneo FC, Adi Satrio absen dan Lukas Frigeri jadi starter di BRI Super League.

JAKARTA - Arema FC dipastikan mengubah komposisi tim saat menghadapi Borneo FC pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Dalam lawatan ke Samarinda, Arema FC tak membawa kiper andalannya, Adi Satrio.

Keputusan ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Adi Satrio merupakan pilihan utama Arema FC dalam empat laga terakhir di BRI Super League. Namun, pada pertandingan tandang kali ini, namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke Stadion Segiri.

Sebagai pengganti, Arema FC membawa Lukas Frigeri. Kiper asal Brasil itu diproyeksikan menjadi starter dan akan dilapis Gianluca Pandeynuwu. Perubahan komposisi ini menjadi salah satu sorotan utama jelang duel krusial melawan Borneo FC.

Laga Borneo FC versus Arema FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Kamis, 26 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Singo Edan untuk menjaga tren positif di papan klasemen BRI Super League.

Betinho Masih Absen, Pablo Oliveira Comeback

Selain Adi Satrio, Arema FC juga belum bisa diperkuat Betinho. Gelandang asal Brasil tersebut masih menjalani masa pemulihan cedera usai mengalami masalah saat laga kontra Semen Padang beberapa waktu lalu.

Namun, kabar baik datang dari Pablo Oliveira. Gelandang asal Brasil itu sudah kembali dibawa dalam rombongan tim setelah absen cukup lama akibat cedera ligamen. Kehadiran Pablo diharapkan menambah kedalaman lini tengah Arema FC dalam laga berat di kandang Borneo FC.

Rotasi dan perubahan komposisi ini menunjukkan bahwa pelatih Marcos Santos ingin menjaga keseimbangan tim, terutama setelah hasil imbang 2-2 melawan Madura United di pekan sebelumnya.

Walison Maya Cepat Nyetel di Jantung Pertahanan

Sementara itu, satu nama yang mencuri perhatian adalah Walison Maya. Bek asal Brasil tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi pilihan utama di lini belakang Arema FC.

Sejak bergabung, Walison Maya langsung masuk starting eleven. Ia sudah tampil dalam tiga pertandingan BRI Super League, yakni saat menghadapi Persija Jakarta, Semen Padang, dan Madura United.

Duetnya bersama Hansamu Yama di posisi center back terbukti solid. Dalam tiga laga tersebut, Arema FC mencatat dua kali nirbobol dan meraih total tujuh poin dari dua kemenangan serta satu hasil imbang.

Walison mengungkapkan, proses adaptasinya berjalan cepat karena dukungan keluarga. Ia membawa keluarganya ke Malang sehingga tidak merasa kesepian selama berkarier di Indonesia.

“Saya membawa keluarga saya ke Malang. Mereka memberikan dukungan yang membuat proses penyesuaian berjalan cepat,” ujarnya.

Kehadiran keluarga bahkan menjadi motivasi tambahan. Mereka rutin datang ke stadion saat Arema FC menjalani laga kandang, memberikan dukungan langsung dari tribun.

Selain faktor keluarga, kedekatannya dengan pelatih juga membantu. Walison mengaku sudah mengenal Marcos Santos sejak enam tahun lalu saat masih bekerja sama di Brasil. Faktor itu membuatnya lebih mudah memahami filosofi dan skema permainan yang diterapkan di Arema FC.

Marcos Santos Kecewa Hasil Imbang

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, masih menyimpan kekecewaan atas hasil imbang 2-2 melawan Madura United di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Arema FC dinilai tampil cukup dominan.

Marcos menilai timnya seharusnya bisa meraih tiga poin. Banyak peluang emas tercipta, namun gagal dikonversi menjadi gol. Bahkan, Singo Edan juga tidak mampu mempertahankan keunggulan yang sudah diraih.

“Sebetulnya kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik daripada imbang. Kami menciptakan banyak peluang untuk bikin gol lebih banyak,” kata Marcos dalam konferensi pers usai laga.

Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih asal Brasil itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menegaskan bangga dengan performa tim, terutama pada babak kedua yang dinilai menunjukkan determinasi tinggi.

Kini, fokus Arema FC sepenuhnya tertuju pada laga melawan Borneo FC. Perubahan komposisi tim, absennya Adi Satrio, serta kembalinya Pablo Oliveira menjadi dinamika menarik jelang duel di Samarinda.

Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Hasil positif akan sangat berarti bagi Arema FC untuk menjaga momentum di BRI Super League 2025/2026 dan membuktikan bahwa perubahan komposisi tim bukanlah langkah mundur, melainkan strategi untuk meraih hasil maksimal.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Walison Maya #BRI Super League #Adi Satrio #Arema FC #borneo fc