JAKARTA - Arema FC memberi kode keras terkait masa depan dua pemain pinjamannya, Hansamu Yama dan Rio Fahmi. Manajemen Singo Edan mengisyaratkan ketertarikan untuk memermanenkan keduanya pada bursa transfer Super League musim 2025-2026.
Isyarat tersebut muncul setelah performa Hansamu Yama dan Rio Fahmi dinilai impresif sepanjang putaran kedua. Keduanya langsung nyetel dalam skema permainan Arema FC dan menjadi andalan di starting line up dalam beberapa laga terakhir Super League.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, secara terbuka mengapresiasi kontribusi para pemain pinjaman, termasuk Hansamu Yama dan Rio Fahmi. Ia menyebut ada peluang untuk mempermanenkan mereka, meski keputusan final belum diambil.
“Kita senang melihat performa dan kontribusi mereka. Beberapa dari pemain pinjaman memang kita harapkan bisa dipermanenkan. Kita lihat saja nanti,” ujar Yusrinal.
Performa Impresif Hansamu Yama dan Rio Fahmi
Kontribusi Hansamu Yama dan Rio Fahmi tak sekadar pelengkap. Rio Fahmi sudah menyumbang satu assist penting, sementara Hansamu Yama mencetak satu gol dan bahkan dipercaya mengenakan ban kapten dalam momen krusial.
Kehadiran dua pemain pinjaman dari Persija Jakarta itu memberi warna baru di tubuh Arema FC. Keduanya tampil solid baik dalam fase bertahan maupun saat membantu transisi menyerang.
Selain Hansamu Yama dan Rio Fahmi, Arema juga meminjam Gianluca Pandeynuwu dari Persis Solo. Namun sorotan utama tetap tertuju pada duet eks Persija tersebut yang performanya terus menanjak.
Meski demikian, manajemen Arema FC tidak ingin gegabah. Yusrinal menegaskan evaluasi menyeluruh tetap dilakukan hingga akhir musim sebelum memutuskan langkah permanen di bursa transfer.
“Belum ada pembicaraan resmi dengan klub asal maupun pemain. Tapi kami sudah ada niatan ke arah sana. Kita tidak bisa menilai dari satu dua pertandingan saja. Evaluasi tetap menyeluruh di akhir musim,” tegasnya.
Fokus Hadapi Borneo FC di Samarinda
Di tengah spekulasi bursa transfer, Arema FC tetap fokus pada laga krusial melawan Borneo FC. Tim asuhan Marcos Santos memboyong 23 pemain ke Samarinda untuk mencuri poin tandang.
Nama Hansamu Yama kembali jadi sorotan. Bek berpengalaman itu diproyeksikan memimpin lini belakang Singo Edan di Stadion Segiri. Kepemimpinannya dinilai penting untuk menjaga soliditas pertahanan menghadapi tekanan tuan rumah.
Menariknya, dalam rombongan Arema terdapat beberapa eks pemain Borneo FC seperti Gianluca Pandeynuwu, Leo Guntara, dan Jhonny Vinicius. Pengalaman mereka memahami atmosfer dan karakter permainan di Stadion Segiri diyakini menjadi nilai tambah.
Arema FC juga mendapat kabar baik dengan mulai pulihnya Pablo yang sebelumnya mengalami cedera lutut. Ia digadang-gadang segera comeback dan menambah opsi di lini depan. Selain itu, Arhan yang sempat absen pekan lalu juga sudah kembali bergabung bersama tim.
Namun tidak semua pemain dalam kondisi siap tempur. Betinho, Vilhena, dan Adi Satrio masih menjalani pemulihan cedera. Sementara satu legiun asing lainnya, Valdeci Moreira, absen dengan alasan yang belum dijelaskan secara rinci oleh manajemen.
Rombongan Arema bertolak ke Samarinda pada Selasa, 24 Februari 2026 pagi. Tim masih memiliki satu sesi latihan resmi di Stadion Segiri untuk mematangkan taktik dan adaptasi lapangan sebelum pertandingan.
Peluang Permanen Semakin Terbuka
Situasi ini membuat peluang Hansamu Yama dan Rio Fahmi untuk dipagari permanen semakin terbuka lebar. Jika konsistensi performa tetap terjaga hingga akhir musim Super League, bukan tidak mungkin keduanya resmi menjadi bagian jangka panjang Arema FC.
Keputusan manajemen tentu akan mempertimbangkan aspek teknis, kebutuhan tim, serta negosiasi dengan klub asal. Namun sinyal yang sudah dilontarkan Yusrinal menjadi indikasi kuat bahwa Arema FC serius menjaga stabilitas skuad.
Bagi Aremania, kabar ini jelas menjadi angin segar. Stabilitas tim di tengah kompetisi yang ketat sangat dibutuhkan demi mendongkrak posisi di papan klasemen Super League.
Kini, publik menanti dua hal: hasil laga tandang kontra Borneo FC dan kepastian status permanen Hansamu Yama serta Rio Fahmi. Jika keduanya terus tampil konsisten, bukan hanya tiga poin yang berpeluang diraih Arema FC, tetapi juga fondasi kuat untuk musim-musim berikutnya.
Editor : Anggi Septian A.P.