JAKARTA - Persik Kediri menghadapi situasi sulit jelang laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Jumat besok. Sejumlah pemain andalan dipastikan absen, termasuk Telmo Chastanheira dan Iman Garcia. Kondisi ini membuat skuad Macan Putih harus memutar otak demi menjaga keseimbangan tim.
Kabar terbaru dari internal tim menyebutkan bahwa Telmo Chastanheira mengalami cedera tendon hamstring di kaki kiri. Cedera tersebut didapat saat Persik Kediri menghadapi Arema FC beberapa waktu lalu. Gelandang asal Portugal itu pun harus menepi untuk menjalani proses pemulihan.
Meski begitu, perkembangan kondisi Telmo terbilang positif. Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengungkapkan bahwa sang pemain sudah kembali mengikuti latihan bersama tim dan tidak lagi menjalani sesi terpisah. Namun, untuk laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Telmo masih belum bisa diturunkan.
Telmo Belum Siap Tempur
Menurut Marcos Reina Torres, kondisi Telmo memang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Akan tetapi, secara fisik ia belum sepenuhnya siap untuk tampil dalam pertandingan kompetitif.
“Dia belum siap, tetapi kondisinya sudah jauh lebih baik,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Keputusan untuk tidak memaksakan Telmo bermain diambil demi mencegah cedera kambuh. Mengingat peran vitalnya di lini tengah, Persik Kediri tak ingin mengambil risiko jangka panjang hanya demi satu pertandingan.
Absennya Telmo tentu mengurangi opsi di sektor gelandang. Pemain berusia 33 tahun itu dikenal memiliki visi bermain matang serta distribusi bola yang rapi, sehingga kerap menjadi pengatur tempo permainan Macan Putih.
Iman Garcia Kena Akumulasi Kartu
Tak hanya Telmo, Persik Kediri juga dipastikan kehilangan Iman Garcia. Gelandang jangkar bernomor punggung empat tersebut harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Iman menerima kartu kuning keempatnya saat laga kontra PSIM Yogyakarta di ajang BRI Super League. Sesuai regulasi kompetisi, pemain yang telah mengoleksi empat kartu kuning wajib menjalani larangan bermain satu pertandingan.
Kehilangan Iman Garcia jelas menjadi pukulan telak bagi Persik Kediri. Pemain asal Spanyol itu merupakan poros utama di lini tengah. Perannya sebagai jangkar membuatnya menjadi penghubung antara lini pertahanan dan lini serang.
Dalam banyak laga, Iman tampil sebagai pemain yang menjaga keseimbangan tim, memutus serangan lawan, sekaligus membantu membangun serangan dari bawah. Tanpa kehadirannya, stabilitas lini tengah Macan Putih berpotensi terganggu.
John Toral Jadi Opsi Pengganti
Sebagai solusi, Marcos Reina Torres masih memiliki sejumlah opsi. Salah satunya adalah John Toral. Mantan pemain Arsenal tersebut bisa diplot untuk mengisi kekosongan di lini tengah.
Namun karakter permainan Toral berbeda dengan Iman. Jika Iman lebih bertipe gelandang bertahan atau holding midfielder, Toral cenderung memiliki gaya bermain ofensif. Ia lebih aktif membantu serangan dan menciptakan peluang.
Artinya, Persik Kediri kemungkinan harus melakukan penyesuaian taktik. Skema permainan bisa berubah menjadi lebih menyerang, tetapi dengan konsekuensi risiko di lini belakang.
Yoga Adiatama Juga Absen
Selain Telmo dan Iman, satu nama lain yang dipastikan tidak tampil adalah Yoga Adiatama. Absennya beberapa pemain inti membuat kedalaman skuad Persik kembali diuji.
Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC jelas bukan pertandingan mudah. Tim berjuluk The Guardians itu dikenal memiliki organisasi permainan yang rapi dan transisi cepat.
Persik Kediri harus memaksimalkan pemain yang tersedia untuk menjaga asa meraih poin penuh. Situasi ini sekaligus menjadi ujian bagi Marcos Reina Torres dalam meracik strategi terbaik di tengah keterbatasan.
Dengan krisis gelandang yang terjadi, fokus utama Macan Putih adalah menjaga keseimbangan permainan. Tanpa Telmo dan Iman Garcia, peran kolektivitas tim menjadi kunci.
Publik Kediri kini berharap para pemain pengganti mampu tampil maksimal. Sebab dalam kompetisi seketat BRI Super League, kehilangan momentum bisa berdampak besar pada posisi klasemen akhir.
Editor : Anggi Septian A.P.