JAKARTA – Duel panas Persija vs Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025-2026 berakhir dramatis setelah kedua tim bermain imbang 2-2. Hasil ini membuat Persija Jakarta gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen.
Pertandingan Persija vs Borneo FC berlangsung sengit sejak awal hingga menit akhir. Persija sebenarnya sempat unggul dan hampir mengamankan kemenangan, namun gol di masa cedera membuat Borneo FC membawa pulang satu poin penting.
Dengan hasil tersebut, Persija masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara. Macan Kemayoran kini terpaut tiga poin dari Persib Bandung yang masih memimpin klasemen Super League 2025-2026.
Sementara itu, Borneo FC tetap berada di posisi ketiga dengan selisih satu poin dari Persija.
Persija Dominan, Namun Kurang Efektif
Dalam pertandingan Persija vs Borneo FC , tim tuan rumah tampil dominan sepanjang laga. Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), Persija terus menekan lini pertahanan lawan.
Serangan demi serangan dibangun dengan tempo tinggi melalui pemain-pemain cepat seperti Doni Tri Pamungkas, Bruno, dan Maxwell.
Namun dominasi tersebut tidak langsung menghasilkan gol. Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil luar biasa dengan melakukan banyak penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Ratusan Tukang Becak di Blitar Terima Becak Listrik Senilai Rp22 Juta per Unit
Menurut pengamat sepak bola Bung Binder, Nadeo layak disebut sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.
“Kalau bukan karena Nadeo, Borneo FC bisa saja kalah dengan skor besar,” ujarnya dalam analisis pertandingan.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol meski Persija menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Drama Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persija akhirnya memecah kebuntuan. Striker Andalan Gustavo Almeida mencetak gol indah setelah mampu mencetak gol di antara pemain bertahan Borneo FC.
Gol tersebut membuat Persija unggul 1-0 dan meningkatkan intensitas serangan mereka.
Namun keunggulannya tidak bertahan lama. Borneo FC berhasil menyamakan skor lewat Juan Via setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija.
Dalam proses gol tersebut, Juan Via bahkan sempat melewati Alano sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Andritany Ardhiyasa.
Skor berubah menjadi 1-1.
Persija kembali memimpin setelah Fabio mencetak gol spektakuler dari penalti luar kotak. Tendangan kerasnya tak mampu diantisipasi Nadeo sehingga Persija unggul 2-1.
Gol tersebut sempat membuat publik JIS yakin tim kesayangan mereka akan meraih kemenangan.
Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persija
Namun drama terjadi di menit akhir pertandingan Persija vs Borneo FC . Saat laga memasuki masa cedera, Borneo FC berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Gol itu berawal dari serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persija. Umpan silang dari sisi kiri gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Andritany.
Bola tepisannya justru mengarah ke Ikhsan yang langsung memanfaatkannya menjadi gol.
Skor pun berubah menjadi 2-2 pada menit ke-94.
Menurut Bung Binder, Persija seharusnya bisa mengamankan kemenangan jika lebih disiplin di menit-menit akhir.
“Ketika sudah unggul di atas menit ke-80, seharusnya Persija bermain lebih defensif untuk mengamankan tiga poin,” ujarnya.
Taktik Menyerang Persija Berisiko
Bung Binder juga menyoroti gaya bermain Persija yang terus menyerang meski sudah unggul. Strategi tersebut memang menarik, tetapi memiliki risiko besar terhadap serangan balik lawan.
Ia menilai Persija terlalu menikmati permainan menyerang sehingga kehilangan fokus dalam bertahan.
Padahal, beberapa tim yang menghadapi Persija musim ini juga sukses mencuri poin dengan memanfaatkan strategi serangan balik.
“Persija seharusnya cukup mempertahankan keunggulan. Tidak perlu terus menyerang ketika sudah unggul,” jelasnya.
Hasil imbang ini membuat persaingan papan atas Super League 2025-2026 semakin ketat. Persib Bandung masih memimpin klasemen, diikuti Persija Jakarta dan Borneo FC yang terus memberikan tekanan.
Dengan kompetisi yang masih panjang, setiap poin menjadi sangat penting dalam perebutan gelar juara musim ini.
Editor : Anggi Septian A.P.