Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kontroversi Bernardo Tavares vs Persib Bandung Memanas, PSSI Diminta Bertindak! Di Tengah Rumor Joey Pelupesi, Exel Runtukahu, hingga Federico Barba

Novica Satya Nadianti • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:50 WIB

 

Kontroversi Bernardo Tavares vs Persib Bandung memanas. PSSI diminta bertindak di tengah rumor transfer Joey Pelupesi hingga Exel Runtukahu.
Kontroversi Bernardo Tavares vs Persib Bandung memanas. PSSI diminta bertindak di tengah rumor transfer Joey Pelupesi hingga Exel Runtukahu.

JAKARTA – Kontroversi yang melibatkan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares , saat menghadapi Persib Bandung memicu gelombang kritik dari publik sepak bola nasional. Aksi Tavares yang dianggap provokatif kepada pemain muda Persib menjadi sorotan besar dan memicu desakan agar federasi sepak bola Indonesia mengambil langkah tegas.

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan panas antara Persebaya dan Persib Bandung. Saat laga berada di tensi tinggi, bek muda Persib, Kakang Rudianto, berusaha mengambil bola dengan cepat untuk melakukan lemparan ke dalam. Namun bola tersebut justru ditahan oleh Bernardo Tavares di pinggir lapangan.

Tindakan itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai aksi tersebut bukan sekadar strategi mengulur waktu, melainkan bentuk hasutan yang tidak mencerminkan sportivitas dalam sepak bola.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan ke-25: Borneo FC Hajar Persebaya 5-1, Bali United Menang Dramatis, Persib Masih Puncaki Klasemen

Akibat kejadian itu, nama Kakang Rudianto dan rekan setimnya, Mikael Tata, menjadi sasaran hujatan di media sosial. Situasi ini memicu kekhawatiran karena kedua pemain muda tersebut justru menjadi korban perundungan yang berkembang di dunia maya.

Kontroversi Bernardo Tavares Jadi Sorotan Publik

Kontroversi Bernardo Tavares vs Persib Bandung langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak suporter yang menilai tindakan pelatih asal Portugal tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang profesional.

Sejumlah pengamat sepak bola juga menilai bahwa kejadian di pinggir lapangan tersebut seharusnya bisa dihindari jika semua pihak yang menjaga pertandingan olah raga.

Desakan agar federasi mengambil tindakan tegas pun bermunculan. Banyak suporter meminta federasi sepak bola Indonesia menjatuhkan sanksi sebagai bentuk pembelajaran agar insiden serupa tidak kembali terjadi di kompetisi nasional.

Bagi banyak penggemar sepak bola, kejadian ini tidak hanya menyangkut pertandingan semata, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap pemain muda yang sedang berkembang.

Persib Bandung Buka Peluang Rekrut Joey Pelupesi

Di tengah panasnya kontroversi tersebut, kabar lain datang dari manajemen Persib Bandung. Sporting Director PT Persib Bandung Bermartabat, Adhit Pratama atau yang akrab disapa Bos Adhit, mengungkapkan bahwa klub sebenarnya sempat berusaha mendatangkan gelandang berdarah Indonesia, Joey Pelupesi.

Upaya itu dilakukan pada bursa transfer pertengahan musim 2025–2026. Namun transfer tersebut gagal terealisasi karena kendala administratif serta kontrak sang pemain di klub asalnya.

Bos Adhit mengakui bahwa profil Joey Pelupesi sangat sesuai dengan kebutuhan tim, khususnya untuk memperkuat lini tengah Persib Bandung.

“Kami sudah melakukan komunikasi intensif. Profilnya cocok dengan kebutuhan tim. Namun pada saat itu memang belum jodoh,” ujar Bos Adhit.

Meski gagal pada bursa transfer sebelumnya, peluang transfer tersebut masih terbuka. Persib disebut masih memantau situasi kontrak sang pemain dan tidak menutup kemungkinan untuk mencoba kembali merekrutnya pada musim berikutnya.

Persija Jakarta Didera Tekanan Suporter

Sementara itu, situasi berbeda terjadi di kubu Persija Jakarta. Hasil kurang memuaskan yang diraih tim Macan Kemayoran dalam beberapa pertandingan terakhir memicu kritik keras dari kelompok suporter Jakmania.

Target utama kritik adalah pelatih Mauricio Souza. Banyak suporter menilai strategi permainan yang diterapkan terlalu monoton dan sulit berkembang ketika tim dalam kondisi tertinggal.

Selain itu, keputusan pergantian pemain juga menjadi sorotan. Suporter menilai Souza sering terlambat melakukan perubahan taktik sehingga momentum pertandingan sulit dibalikkan.

Tekanan kepada manajemen Persija kini semakin meningkat. Bahkan muncul desakan agar manajemen segera mengambil keputusan terkait masa depan sang pelatih.

Persib Diisukan Tertarik Exel Runtukahu

Di tengah dinamika tersebut, rumor transfer juga mengaitkan nama striker muda Persija, Exel Runtukahu. Penyerang asal Sulawesi Utara itu dikabarkan mulai kehilangan tempat dalam skema permainan Persija.

Baca Juga: Pertamina Enduro Pecat Tisya Amalia, Rekrut Yeum Hye-seon dari Red Sparks, Duet Legendaris Yeum & Megawati Siap Mengguncang Final Four

Menurunnya menit bermain Exel memicu spekulasi bahwa pemain tersebut bisa menjadi target klub lain, termasuk Persib Bandung.

Sebagian besar Bobotoh bahkan menyuarakan harapan agar manajemen Persib bergerak cepat mengamankan jasa pemain muda potensial tersebut jika kesempatan terbuka.

Federico Barba Sempat Dikabarkan Ingin Pergi

Selain rumor transfer, Persib juga sempat dihebohkan kabar mengenai bek asal Italia, Federico Barba. Bek tangguh itu sempat dikabarkan ingin meninggalkan Bandung.

Baca Juga: Yeum Hye-seon Gabung Pertamina Enduro Jelang Final Four, Tisya Amalia Didepak ! Duet Yeum & Megawati Bikin Publik Voli Geger

Namun manajemen klub kemudian menyebarkan rumor tersebut. Bos Adhit menjelaskan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan Barba bukan terkait kontrak maupun hubungan dengan tim.

Ternyata ternyata cukup unik, yakni gangguan nyamuk di lingkungan tempat tinggalnya yang membuat para pemain kesulitan beristirahat dengan nyaman.

Setelah dilakukan penanganan oleh manajemen klub, situasi tersebut berhasil diatasi. Barba pun dipastikan tetap bertahan dan fokus membantu Persib Bandung dalam persaingan kompetisi musim ini.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Bernardo Tavares #Joey Pelupesi #Exel Runtukahu #federico barba #persib bandung