BANDUNG – Ambisi besar diusung Persib Bandung pada penghujung musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2025–2026. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar , berharap Maung Bandung sudah mengunci gelar juara sebelum laga sarat gengsi melawan Persija Jakarta .
Jika skenario tersebut terwujud, Persib berpotensi mendapatkan momen simbolis berupa guard of honour dari pemain Persija saat kedua tim bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Jakarta. Pertandingan tersebut merupakan salah satu duel klasik yang selalu menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Menurut Umuh, target Persib pada sisa pertandingan musim ini sangat jelas: menyapu bersih poin agar gelar juara bisa diamankan lebih cepat.
"Target ke depan kita tidak boleh kalah. Kalau untuk juara jangan sampai ada kekalahan. Mudah-mudahan sebelum melawan gelar Persija sudah di tangan," ujar Umuh.
Kecaman Persib melawan Rasisme
Di tengah ambisi besar tersebut, Persib juga tengah menyoroti isu serius terkait rasisme di sepak bola. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan , mengecam keras serangan bernuansa rasis yang ditujukan kepada dua pemain muda Indonesia.
Serangan tersebut dialami bek Persib Kakang Rudianto serta pemain Persebaya Surabaya , Mikael Alfredo Tata , melalui media sosial setelah laga antara kedua tim yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo .
Adhit menegaskan, sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menyatukan berbagai perbedaan, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian.
“Tidak ada ruang bagi rasisme dalam sepak bola. Para pemain muda berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan penuh rasa hormat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dukungan moral kepada kedua pemain tersebut agar tetap fokus mengembangkan karir di dunia sepak bola.
Viking Persib Club Soroti Hubungan dengan Bonek
Selain isu rasisme, hubungan antar pendukung juga kembali menjadi perhatian. Kelompok suporter Persib, Viking Persib Club , akhirnya buka suara terkait dinamika hubungan dengan suporter Persebaya, Bonek .
Melalui pernyataan resmi di media sosial, Viking menyebut ada beberapa kejadian yang membuat hubungan kedua kelompok suporter kembali memanas. Mereka bahkan memutuskan untuk “mengistirahatkan” slogan persaudaraan yang sebelumnya sempat digaungkan.
Meski begitu, Viking menegaskan bahwa rivalitas seharusnya hanya terjadi selama 90 menit di lapangan. Mereka berharap konflik di luar stadion tidak terus berlanjut.
Bojan Hodak Siapkan Skuad Terbaik
Sementara itu, pelatih Persib Bojan Hodak memastikan timnya sudah hampir mencapai kondisi ideal jelang pertandingan melawan Persik Kediri pada pekan ke-25.
Latihan tim digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api , dengan sebagian besar pemain inti sudah kembali dalam kondisi bugar.
Beberapa pemain yang sebelumnya mengalami masalah kebugaran seperti Julio Cesar , Marc Klok , dan Layvin Kurzawa kini sudah kembali berlatih bersama tim.
Menurut Hodak, kondisi ini justru membuatnya menghadapi “masalah positif”, yakni sulit menentukan susunan pemain utama karena banyaknya opsi yang tersedia.
"Para pemain terlihat senang karena kami mendapatkan hasil bagus sepanjang musim. Tapi sekarang saya justru bingung menentukan 11 pemain utama," kata Hodak.
Baca Juga: Ratusan Tukang Becak di Blitar Terima Becak Listrik Senilai Rp22 Juta per Unit
Pemain Timnas Jadi Kekuatan Persib
Musim ini Persib memang memiliki banyak pemain berlabel tim nasional Indonesia. Beberapa nama seperti Beckham Putra Nugraha , Eliano Reijnders , hingga Marc Klok menjadi tulang punggung tim.
Beckham tampil cukup konsisten dengan kontribusi gol dan assist sepanjang musim. Performa tersebut membuatnya kembali mendapatkan perhatian dari tim nasional Indonesia.
Sementara itu, Eliano Reijnders yang sebelumnya sempat diragukan saat proses naturalisasi kini justru menjadi pemain serba bisa di skuad Persib. Ia mampu bermain sebagai winger, gelandang sayap, maupun fullback.
Kombinasi pemain lokal, pemain naturalisasi, dan legiun tunggal membuat Persib tampil solid sepanjang musim.
Ambisi Juara Lebih Cepat
Dengan performa yang stabil serta keunggulan poin di klasemen, peluang Persib untuk meraih gelar juara musim ini semakin terbuka lebar.
Manajemen berharap skuad Maung Bandung mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim agar target mengunci gelar sebelum laga melawan Persija benar-benar bisa terwujud.
Jika itu terjadi, duel klasik di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi pertandingan bergengsi, tetapi juga berpotensi menjadi panggung penghormatan bagi sang juara.
Editor : Anggi Septian A.P.