JAKARTA – Hasil mengejutkan terjadi dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025–2026. Borneo FC tampil luar biasa saat menjamu Persebaya Surabaya dan menang telak 5-1 di Stadion Segiri , Sabtu (7/3/2026).
Kemenangan besar ini menjadi kado spesial bagi Pesut Etam yang tengah merayakan ulang tahun klub ke-12. Selain itu, hasil tersebut juga berdampak pada peta persaingan di papan atas klasemen, di mana Persib Bandung tetap nyaman memimpin.
Pertandingan berjalan cukup satu arah sejak menit awal. Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan dan membuat lini pertahanan Persebaya kesulitan menyeimbangkan tempo permainan tuan rumah.
Gol pembuka dicetak oleh gelandang kreatif Juan Felipe Villa Ruiz pada menit ke-15 melalui tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Persebaya, Ernando Ari .
Momentum tersebut membuat Borneo FC semakin percaya diri dalam membangun serangan.
Pesta Gol Pesut Etam
Memasuki babak kedua, dominasi Borneo FC semakin terlihat. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga akhirnya menghasilkan beberapa gol tambahan.
Juan Villa kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan bebas spektakuler yang memperdaya lini belakang Persebaya. Tampil impresif juga menampilkan pemain sayap Mariano Peralta , yang ikut menyumbang gol dalam pesta kemenangan tersebut.
Total lima gol berhasil dicetak Borneo FC, sementara Persebaya hanya mampu membalas satu gol sepanjang pertandingan.
Kekalahan telak ini memicu berbagai reaksi dari publik sepak bola nasional, termasuk munculnya spekulasi mengenai masa depan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares .
Di media sosial, beredar rumor bahwa pelatih asal Portugal tersebut mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya setelah hasil buruk tersebut. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen klub.
Tom Haye Fokus Bawa Persib Juara
Di sisi lain, hasil pertandingan ini juga menjadi sorotan bagi Persib Bandung yang masih memimpin klasemen sementara.
Gelandang Persib, Tom Haye , menegaskan bahwa fokus tim saat ini hanya satu: mempertahankan posisi di puncak klasemen dan meraih gelar juara.
Pemain yang dijuluki “The Professor” oleh Bobotoh itu baru saja kembali bergabung dengan tim setelah sempat pulang ke Belanda untuk urusan keluarga.
Kini, ia mengaku berada dalam kondisi fisik yang sangat baik dan siap memimpin lini tengah Persib saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api .
"Kondisi saya sangat bagus. Saya tetap berlatih selama di Belanda. Fokus saya sekarang hanya memenangkan setiap pertandingan yang tersisa," kata Tom Haye.
Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama jika Persib ingin mempertahankan dominasi di kompetisi domestik.
Rumor Transfer Pemain Borneo FC ke Persib
Penampilan gemilang pemain Borneo FC dalam laga tersebut juga memicu volatilitas di bursa transfer.
Nama Mariano Peralta dan Juan Villa kini ramai dikaitkan dengan Persib Bandung sebagai target potensial untuk musim depan.
Peralta saat ini menjadi salah satu pemain paling produktif di liga dengan koleksi gol dan assist yang cukup mengesankan. Kemampuannya menyisir sisi sayap dinilai cocok dengan gaya permainan cepat Persib.
Sementara itu, Juan Villa dikenal sebagai gelandang kreatif dengan visi bermain yang tajam. Kontraknya yang dikabarkan akan berakhir pada akhir musim membuka peluang bagi klub lain untuk melakukan pendekatan.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen kedua klub terkait rumor transfer tersebut.
PSSI memperhitungkan Perpanjang Larangan Suporter Tandang
Di tengah kompetisi liga musim panasnya, PSSI juga memberikan sinyal akan memperpanjang kebijakan larangan suporter tandang pada musim depan.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga , menyampaikan bahwa keputusan tersebut dipertimbangkan setelah masih banyak kejadian keamanan yang terjadi di stadion.
Baca Juga: Ratusan Tukang Becak di Blitar Terima Becak Listrik Senilai Rp22 Juta per Unit
Dinilai menilai kedewasaan sebagian kelompok pendukung belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Beberapa kasus perusakan fasilitas dan penerapannya masih terjadi dalam sejumlah pertandingan.
“Kalau kondisi masih seperti ini, jangan salahkan federasi jika larangan suporter tandang kembali diterapkan,” ujar Arya.
Kebijakan ini telah diterapkan sejak beberapa musim terakhir dan bertujuan meminimalkan konflik antar pendukung.
Ke depan, PSSI berharap seluruh elemen sepak bola Indonesia, termasuk pendukung klub, dapat menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan stadion agar kompetisi berjalan lebih sehat dan profesional.
Editor : Anggi Septian A.P.