Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Klub Legendaris Pencetus PSSI, Dari Era Kolonial hingga Jadi Kebanggaan Bobotoh

Novica Satya Nadianti • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:25 WIB

 

Sejarah Persib Bandung dari era kolonial hingga jadi klub legendaris Indonesia, pencetus PSSI dan kebanggaan Bobotoh.
Sejarah Persib Bandung dari era kolonial hingga jadi klub legendaris Indonesia, pencetus PSSI dan kebanggaan Bobotoh.

JAKARTA - Sejarah Persib Bandung tidak hanya berbicara tentang klub sepak bola biasa. Tim berjuluk Maung Bandung ini memiliki perjalanan panjang sejak sebelum Indonesia merdeka dan bahkan ikut berperan dalam lahirnya organisasi sepak bola nasional.

Dalam perjalanan panjangnya, Persib Bandung menjadi salah satu klub paling berpengaruh di Indonesia. Klub ini tidak hanya dikenal karena prestasi di lapangan, tetapi juga karena basis suporter fanatik yang dikenal dengan sebutan Bobotoh.

Hingga kini, sejarah Persib Bandung terus dikenang sebagai kisah klub yang bertahan dari berbagai perubahan kompetisi sepak bola nasional, mulai dari era perserikatan hingga liga profesional modern.

Lahir dari Semangat Nasionalisme

Cikal bakal Persib Bandung berawal dari organisasi sepak bola bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang berdiri pada 1923 di Bandung.

Organisasi ini bukan sekadar klub olahraga. BIVB juga menjadi bagian dari gerakan nasionalisme kaum muda pribumi yang menggunakan sepak bola sebagai alat untuk mempersatukan masyarakat.

Kala itu, BIVB bermarkas di Lapangan Tegallega, Bandung. Organisasi tersebut dipimpin oleh Mr. Syamsudin sebelum kemudian diteruskan oleh Raden Oto Iskandar di Nata, tokoh nasional yang juga putra dari pahlawan nasional Dewi Sartika.

Pada 19 April 1930 di Yogyakarta, BIVB bersama enam organisasi sepak bola lainnya ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kemudian menjadi induk sepak bola nasional.

Berdirinya Persib Bandung

Seiring berkembangnya sepak bola di Bandung, muncul beberapa organisasi lain seperti Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan organisasi sepak bola Belanda NVB.

Pada 14 Maret 1933, dua organisasi sepak bola di Bandung tersebut melakukan penggabungan yang melahirkan klub baru bernama Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung atau Persib Bandung.

Klub tersebut dipimpin oleh Anwar St. Pamoenjak, seorang aktivis olahraga yang juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan lokal di Bandung.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Indonesia: Borneo FC Hancurkan Persebaya 4-1, Gol Spektakuler Juan Felipe Villa dan Mariano Peralta Jadi Sorotan

Pada masa awal berdirinya, Persib sempat mengalami kesulitan. Dalam pertandingan perdana, Persib harus mengakui keunggulan klub asal Jakarta.

Namun beberapa tahun kemudian, Persib mulai menunjukkan kekuatannya dengan meraih gelar juara kompetisi perserikatan pada tahun 1937 setelah mengalahkan Persis Solo.

Prestasi Persib di Era Perserikatan

Pada era perserikatan yang berlangsung hingga 1994, Persib menjadi salah satu tim yang cukup dominan di sepak bola Indonesia.

Klub ini berhasil meraih enam gelar juara perserikatan, di antaranya pada tahun 1937, 1961, musim 1989–1990, serta musim 1993–1994.

Kesuksesan tersebut juga didukung oleh sejumlah pemain legendaris seperti Robbie Darwis, Ajat Sudrajat, dan Yusuf Bachtiar.

Pada masa itu, gaya permainan Persib dikenal mengandalkan kombinasi umpan kaki ke kaki, kreativitas, serta serangan cepat yang membuat tim ini disegani lawan-lawannya.

Bobotoh dan Suporter Legendaris

Salah satu kekuatan terbesar Persib adalah dukungan dari para suporternya yang dikenal dengan sebutan Bobotoh.

Istilah Bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang yang memberikan dukungan atau semangat dalam sebuah pertandingan.

Seiring waktu, Bobotoh berkembang menjadi komunitas suporter besar yang tersebar tidak hanya di Bandung, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu kelompok suporter terbesar adalah Viking Persib Club yang dikenal memiliki jumlah anggota sangat besar.

Pada tahun 1985, pertandingan Persib melawan PSMS Medan di Stadion Senayan bahkan menghadirkan sekitar 150 ribu penonton.

Jumlah tersebut tercatat sebagai salah satu pertandingan amatir dengan jumlah penonton terbanyak di dunia.

Rivalitas dan Perjalanan Klub

Dalam perjalanan panjangnya, Persib memiliki rivalitas kuat dengan Persija Jakarta.

Pertemuan kedua klub tersebut selalu menyedot perhatian publik karena rivalitas panjang antara kedua tim dan suporter masing-masing.

Namun di sisi lain, Persib juga memiliki hubungan persahabatan dengan suporter klub lain seperti Bonek, pendukung dari Persebaya Surabaya.

Saat ini, Persib bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang mulai digunakan sejak 2013 dengan kapasitas lebih dari 40 ribu penonton.

Klub ini dikelola oleh PT Persib Bandung Bermartabat dan terus mengembangkan pembinaan pemain muda melalui Akademi Persib yang berdiri pada 2018.

Akademi tersebut bahkan bekerja sama dengan akademi milik klub raksasa Italia Inter Milan untuk meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda.

Dengan sejarah panjang sejak era kolonial hingga perkembangan sepak bola modern, Persib Bandung tetap menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan salah satu klub paling berpengaruh di Indonesia.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#bobotoh persib #maung bandung #sejarah persib bandung #persib bandung