Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Dari Cikal Bakal 1923 hingga Juara Liga Indonesia, Kisah Panjang Maung Bandung yang Melegenda

Novica Satya Nadianti • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:30 WIB

 

Sejarah berdirinya Persib Bandung pada 14 Maret 1933, klub perjuangan yang lahir dari semangat nasionalisme masyarakat pribumi.
Sejarah berdirinya Persib Bandung pada 14 Maret 1933, klub perjuangan yang lahir dari semangat nasionalisme masyarakat pribumi.

JAKARTA – Sejarah Persib Bandung menjadi salah satu kisah paling menarik dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung ini tidak hanya dikenal sebagai salah satu tim besar, tetapi juga memiliki akar sejarah panjang yang bahkan dimulai sebelum Indonesia merdeka.

Persib Bandung resmi berdiri pada tanggal 14 Maret 1933. Klub asal Kota Bandung ini lahir dari penggabungan dua organisasi sepak bola yang memiliki semangat nasionalisme, yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Dari situ kemudian lahir Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung yang kini dikenal sebagai Persib.

Sejak awal berdirinya, Persib Bandung dikenal memiliki ciri khas permainan kaki ke kaki, kreativitas tinggi, serta kecepatan dalam menyerang. Gaya permainan tersebut membuat Persib menjadi salah satu klub yang disegani di berbagai kompetisi sepak bola nasional.

Baca Juga: Persib vs Persebaya 2-2: Gol Kakang Dianulir, Bung Binder Soroti Keputusan Wasit dan Dominasi Maung Bandung

Awal Mula Sepak Bola Bandung

Sebelum Persib berdiri, sepak bola di Bandung sudah berkembang melalui organisasi bernama Bandung Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang didirikan sekitar tahun 1923. Organisasi ini menjadi wadah bagi para pesepak bola pribumi di tengah masa penjajahan.

Menariknya, BIVB bukan sekadar organisasi olahraga. Klub ini juga menjadi bagian dari gerakan nasionalisme yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia saat itu. Ketua umum BIVB pertama adalah Bapak Syamsudin.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama beberapa klub lain seperti VIJ Jakarta, Persebaya Surabaya, dan sejumlah klub daerah lainnya ikut menggagas berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pertemuan bersejarah tersebut berlangsung di Yogyakarta.

Baca Juga: Persija vs Borneo FC 2-2: Analisis Bung Binder Ungkap Penyebab Macan Kemayoran Gagal Menang di Super League 2025-2026

Setelah itu, perkembangan sepak bola di Bandung terus berjalan hingga akhirnya pada tanggal 14 Maret 1933, PSIB dan NVB sepakat melebur dan membentuk Persib Bandung dengan Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum pertama.

Era Perserikatan dan Gelar Juara Perdana

Dalam kompetisi Perserikatan yang menjadi liga sepak bola utama saat itu, Persib mulai menunjukkan kiprahnya. Pada awal keikutsertaan tahun 1933, Persib harus mengakui keunggulan VIJ Jakarta.

Namun empat tahun kemudian, Persib Bandung berhasil meraih gelar juara Perserikatan pada tahun 1937. Saat itu Persib mengalahkan Persis Solo di final yang digelar di Stadion Sriwedari dengan skor 2-1.

Setelah sukses tersebut, Persib sempat mengalami pasang surut prestasi. Kompetisi sepak bola Indonesia bahkan sempat terhenti pada awal tahun 1940-an akibat situasi politik dan penduduk Jepang yang membubarkan organisasi olahraga termasuk PSSI.

Baca Juga: Persib Bandung vs Persebaya Memanas di Super League 2025-2026, Federico Barba Santai Soal Ramadan, Ramon Tanque Siap Jadi Ancaman

Kompetisi kembali berjalan setelah Indonesia merdeka. Pada era 1960-an, Persib memperkuat sejumlah pemain legendaris seperti keluarga Mieschel yang menjadi ikon sepak bola Bandung.

Juara Perserikatan Terakhir 1994

Salah satu momen penting dalam sejarah Persib Bandung terjadi pada musim 1993/1994. Saat itu kompetisi Perserikatan memasuki musim terakhir sebelum dilebur menjadi Liga Indonesia.

Persib berhasil menjuarai Divisi Utama setelah mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada final yang digelar 17 April 1994. Gol kemenangan Persib dicetak oleh Yudi Guntara dan Sutiono Lamso.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Indonesia: Borneo FC Hancurkan Persebaya 4-1, Gol Spektakuler Juan Felipe Villa dan Mariano Peralta Jadi Sorotan

Laga final tersebut disaksikan lebih dari 100 ribu penonton yang memadati stadion. Pelatih Indra M. Tohir menjadi sosok penting di balik keberhasilan Persib meraih gelar prestisius tersebut.

Juara Liga Indonesia dan Era Profesional

Setelah kompetisi Perserikatan dan Galatama digabung menjadi Liga Indonesia pada musim 1994/1995, Persib kembali mencatat sejarah. Klub kebanggaan warga Bandung itu berhasil menjuarai Liga Indonesia pertama.

Pada final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan pada 30 Juli 1995, Persib mengalahkan Petrokimia Putra lewat gol tunggal Sutiono. Kemenangan ini menjadikan Persib menjadi wakil Indonesia di ajang Piala Champions Asia.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan ke-24: Persita Tumbangkan PSM 4-2, Bali United Kalahkan Arema 4-3, Persib Bandung Tetap Pimpin Klasemen

Persib juga pernah menghadapi klub raksasa Italia, AC Milan, dalam laga persahabatan pada tahun 1994. Meski kalah telak, pertandingan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim Maung Bandung.

Kejayaan di Liga Super Indonesia 2014

Perjalanan panjang Persib Bandung kembali mencapai puncaknya saat menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2014. Pada partai final melawan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya, pertandingan berakhir imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.

Persib akhirnya keluar sebagai juara melalui drama adu penalti. Kemenangan tersebut disambut meriah oleh para Bobotoh, sebutan bagi suporter Persib.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan ke-25: Bali United Kalahkan Arema 4-3, Malut United vs PSM Imbang, Persib Bandung Masih Pimpin Klasemen

Ribuan suporter turun ke jalan di Kota Bandung untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka. Para pemain Persib diarak menggunakan bus Bandros menuju Lapangan Gasibu yang menjadi pusat perayaan kemenangan.

Hingga kini, sejarah Persib Bandung terus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Barat. Klub ini tidak hanya dikenal karena prestasi, tetapi juga karena loyalitas luar biasa para Bobotoh yang selalu setia mendukung Maung Bandung di setiap pertandingan.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#maung bandung #bobotoh #sejarah persib bandung #liga indonesia #persib bandung