JAKARTA – Sejarah Persib Bandung menjadi salah satu kisah paling panjang dan menarik dalam dunia sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung ini bukan hanya terkenal karena prestasinya, tetapi juga karena perjalanan sejarahnya yang dimulai sejak awal abad ke-20.
Persib Bandung saat ini dikenal sebagai klub profesional yang bermarkas di Kota Bandung, Jawa Barat, dan berkompetisi di Liga 1 Indonesia. Namun berdasarkan penelitian terbaru, sejarah Persib Bandung ternyata dimulai jauh sebelum tanggal berdirinya yang selama ini diketahui publik.
Sebelumnya, Persib Bandung dikenal berdiri pada 14 Maret 1933. Namun setelah penelitian mendalam oleh tim berspekulasi, hari jadi Persib resmi diubah menjadi 5 Januari 1919 . Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, pada Minggu 17 Desember 2023 di Graha Persib.
Penetapan tanggal baru itu berdasarkan hasil penelitian tim peneliti hari jadi Persib yang dipimpin Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Prof. Kunto Sofianto. Temuan tersebut merujuk pada artikel surat kabar Kaum Muda edisi 7 Januari 1919 yang mencatat berdirinya organisasi sepak bola Bandung Inlandsche Football Bond (BIVB).
Awal Berdirinya Sepak Bola Bandung
Sejarah Persib Bandung berawal dari berdirinya Bandung Inlandsche Football Bond (BIVB) pada 5 Januari 1919. Organisasi ini merupakan federasi sepak bola yang menghimpun berbagai klub di Bandung pada masa kolonial.
BIVB merupakan gabungan dari 13 klub sepak bola di Bandung, antara lain Bintang Bandung, Diana, Pasar Kecil, hingga beberapa klub lokal lainnya. Organisasi ini juga dikenal sebagai bagian dari gerakan nasionalisme yang berkembang di kalangan masyarakat pribumi pada masa penjajahan.
Ketua umum pertama BIVB adalah Hemer Syamsudin. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh R. Atot, yang merupakan putra dari pahlawan nasional Dewi Sartika. Pada masa itu, BIVB menggunakan Lapangan Tegalega sebagai markas pertandingan mereka.
Selain aktif di Bandung, tim BIVB juga sering mengadakan pertandingan di berbagai kota seperti Yogyakarta dan Jakarta.
Ikut Mendirikan PSSI
Peran penting BIVB dalam sejarah sepak bola Indonesia terlihat pada tahun 1930. Pada 19 April 1930, BIVB bersama sejumlah klub lain ikut menggagas lahirnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Pertemuan tersebut diadakan di Societeit Hadiprojo, Yogyakarta. Dalam pertemuan itu, BIVB diwakili oleh Hemer Syamsudin bersama klub-klub lain seperti VIJ Jakarta, SIVB Surabaya, MVB Madiun, dan PSM Yogyakarta.
Setelah kompetisi Perserikatan mulai digelar, BIVB kemudian menghilang dan digantikan oleh dua organisasi baru di Bandung, yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).
Kedua organisasi tersebut kemudian melakukan fusi pada 14 Maret 1933 dan melahirkan klub baru yang dikenal sebagai Persib Bandung. Anwar Sultan Pamuncak dipercaya menjadi ketua umum pertama klub tersebut.
Persib Mulai Menorehkan Prestasi
Persib Bandung mulai menunjukkan prestasi pada kompetisi Perserikatan. Pada tahun 1937, klub ini berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Persis Solo di final yang digelar di Stadion Sriwedari dengan skor 2-1.
Namun perjalanan Persib tidak selalu mulus. Pada masa pendudukan Jepang, seluruh organisasi sepak bola di Indonesia dibubarkan sehingga kompetisi sempat terhenti.
Memasuki dekade 1950-an, Persib belum menunjukkan prestasi yang menonjol. Namun klub ini tetap berkembang dengan dukungan pemerintah daerah, termasuk pembangunan sekretariat Persib di Bandung.
Era Perserikatan hingga Juara Nasional
Prestasi besar kembali diraih Persib pada musim 1961 ketika mereka berhasil menjuarai kompetisi Perserikatan setelah meraih poin tertinggi pada putaran final.
Memasuki era 1980-an, Persib kembali menunjukkan kehebatannya. Klub ini berhasil kembali ke Divisi Utama dan menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola nasional.
Persaingan sengit terjadi antara Persib Bandung dan PSMS Medan dalam perebutan gelar juara Perserikatan pada era tersebut. Salah satu laga paling bersejarah terjadi pada final tahun 1985 di Stadion Utama Senayan yang ditonton sekitar 150.000 penonton.
Akhirnya Persib kembali meraih gelar juara pada musim 1986 setelah mengalahkan Perseman Manokwari dengan skor 1-0 melalui gol Jajang Nurjaman.
Juara Liga Indonesia Pertama
Momen penting lain dalam sejarah Persib Bandung terjadi ketika kompetisi Perserikatan dan Galatama digabung menjadi Liga Indonesia pada musim 1994–1995.
Pada final Liga Indonesia pertama yang berlangsung di Stadion Utama Senayan pada 30 Juli 1995, Persib berhasil mengalahkan Petrokimia Putra.
Gol kemenangan Persib dicetak oleh Sutiono pada menit ke-76. Kemenangan tersebut membuat Persib Bandung tercatat sebagai juara pertama dalam sejarah Liga Indonesia.
Prestasi itu semakin mengukuhkan Persib sebagai salah satu klub terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Hingga kini, Persib juga dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki kondisi finansial stabil di Liga 1 dan bahkan masuk daftar klub terkaya di Asia Tenggara.
Selain itu, Persib juga memiliki catatan istimewa sebagai klub yang belum pernah terdegradasi sepanjang sejarah kompetisi sepak bola nasional.
Editor : Anggi Septian A.P.