SURABAYA – Keputusan mengejutkan diambil manajemen Persebaya Surabaya. Klub berjuluk Bajul Ijo itu resmi menutup Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo hingga akhir musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2025–2026.
Penutupan Tribun Utara GBT tersebut langsung memicu perbincangan luas di kalangan Bonek, suporter fanatik Persebaya.
Kebijakan ini diumumkan secara resmi oleh manajemen klub melalui akun Instagram resmi mereka pada Kamis, 5 Maret 2026 malam.
Dalam pernyataan tersebut, manajemen menegaskan bahwa keputusan penutupan Tribun Utara GBT bukan berasal dari hukuman Komite Disiplin PSSI.
Langkah tersebut murni merupakan inisiatif internal klub setelah mempertimbangkan aspek keamanan serta kenyamanan selama pertandingan.
Manajemen Persebaya menilai kondisi di tribun tersebut sudah melewati batas setelah terjadi sejumlah kejadian pada pertandingan sebelumnya.
Insiden Petasan dan Ujaran Kebencian Jadi Pemicu
Manajemen klub menyebut maraknya penyalaan petasan serta hasutan berupa kebencianan kebencian menjadi alasan utama penutupan Stadion Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo.
Insiden itu terjadi pada pertandingan yang digelar Senin, 2 Maret 2026 lalu. Dalam laga tersebut, sejumlah suporter di Tribun Utara menyalakan petasan secara masif dan melontarkan provokasi verbal yang dinilai berpotensi memicu kericuhan.
Situasi tersebut langsung menjadi perhatian serius pihak klub. Setelah melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian serta berbagai pemangku kepentingan penyelenggara pertandingan, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas.
“Persebaya menutup Tribun Utara GBT hingga akhir musim 2025–2026,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi mereka.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa klub tidak akan mengambil tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan pertandingan.
Berlaku Mulai Laga Kontra Persita
Kebijakan penutupan Tribun Utara GBT akan mulai diberlakukan pada pertandingan kandang Persebaya berikutnya.
Pertandingan tersebut adalah saat Persebaya menjamu Persita Tangerang pada 4 April 2026. Sejak laga tersebut, area stadion Tribun Utara akan disterilkan dari penonton.
Artinya, selama empat pertandingan kandang terakhir Persebaya musim ini, tribun tersebut akan dibiarkan kosong.
Selain Persita, Bajul Ijo masih digelar menjamu beberapa tim kuat lainnya di kandang sendiri, seperti Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri.
Manajemen berharap langkah ini bisa menjadi refleksi bersama bagi para Bonek agar dukungan kepada tim tetap berlangsung dalam suasana yang aman dan positif.
Persebaya Fokus Hadapi Borneo FC
Di tengah polemik penutupan tribun, Persebaya juga tengah bersiap menghadapi laga penting melawan Borneo FC Samarinda dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025–2026.
Pertandingan pekan ke-25 tersebut akan berlangsung di Stadion Segiri pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga: Ratusan Tukang Becak di Blitar Terima Becak Listrik Senilai Rp22 Juta per Unit
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui laga ini akan menjadi ujian berat bagi timnya. Pasalnya, Borneo FC saat ini berada di papan atas klasemen.
Tim berjuluk Pesut Etam yang dibor Fabio Lefundes menempati posisi ketiga dengan koleksi 50 poin.
Tavares pun memastikan penginapan tidak datang ke Samarinda tanpa persiapan yang matang.
“Pertama-tama kami harus menganalisis permainan dan memperbaiki hal-hal yang belum berjalan dengan baik, terutama terkait peluang yang kami ciptakan,” ujar Tavares.
Evaluasi Usai Imbang Lawan Persib
Pelatih asal Portugal tersebut mengungkapkan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah laga sebelumnya melawan Persib Bandung yang berakhir imbang 2-2.
Menurutnya, pertandingan tersebut memberikan banyak pelajaran penting bagi Persebaya.
Ia menilai beberapa kesalahan yang terjadi pada laga tersebut tidak boleh terulang kembali saat menghadapi Borneo FC.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Tavares adalah kemampuan pemain Borneo FC dalam melepaskan tembakan jarak jauh yang sering menjadi ancaman bagi lawan.
“Kita tidak boleh memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk menembak,” tegasnya.
Meski bermain di Samarinda dikenal tidak mudah, Tavares tetap optimistis timnya bisa tampil kompetitif. Ia menilai Persebaya memiliki modal positif setelah mampu mempertahankan imbang pemimpin klasemen pada pertandingan sebelumnya.
Dengan fokus, disiplin, serta konsistensi permainan yang lebih baik, Bajul Ijo berharap bisa membawa pulang hasil positif dari kandang Pesut Etam.
Editor : Anggi Septian A.P.