SAMARINDA – Hasil pertandingan Borneo FC Samarinda vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025–2026 berakhir mengejutkan. Pesut Etam tampil luar biasa dengan kemenangan telak 5-1 atas Bajul Ijo di Stadion Segiri, Sabtu 7 Maret 2026 malam.
Dalam laga pekan ke-25 tersebut, Borneo FC menunjukkan dominasi penuh sejak awal pertandingan. Sementara Persebaya harus pulang dengan kecewa setelah gagal menahan serangan gelombang tuan rumah.
Kemenangan besar ini membawa Borneo FC naik ke posisi kedua klasemen sementara dan semakin memperketat persaingan menuju gelar juara musim ini.
Juan Villa Buka Pesta Gol
Borneo FC langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Serangan cepat dari berbagai sisi membuat lini pertahanan Persebaya kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-15 melalui striker asing mereka, Juan Villa. Ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan penjaga gawang Persebaya.
Gol tersebut membuat atmosfer stadion semakin bergemuruh. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Borneo FC.
Baca Juga: Persib Bandung Incar Gelar Sebelum Lawan Persija, Umuh Muchtar Ingin Guard of Honor di GBK
Babak Kedua Jadi Mimpi Buruk Persebaya
Memasuki babak kedua, Borneo FC semakin meningkatkan intensitas permainan. Pertahanan Persebaya terlihat kesulitan mengantisipasi serangan cepat tuan rumah.
Juan Villa kembali mencetak gol pada menit ke-59 melalui situasi tendangan bebas. Bola meluncur deras dan tidak mampu dijangkau kiper Persebaya, sehingga skor berubah menjadi 2-0.
Hanya tiga menit berselang, Mariano Peralta menambah keunggulan Borneo FC setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Skor pun melebar menjadi 3-0.
Tekanan tuan rumah tidak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-68, Coldo Obieta kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat kedudukan menjadi 4-0.
Persebaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak oleh Leo Lelis pada menit ke-72. Namun gol tersebut hanya menjadi hiburan bagi tim tamu.
Menjelang akhir pertandingan, Marcos Astina memastikan kemenangan besar Borneo FC lewat gol pada menit ke-93. Skor akhir 5-1 pun menutup pesta gol Pesut Etam di Samarinda.
Borneo FC Naik ke Posisi Kedua
Kemenangan ini berdampak besar terhadap posisi Borneo FC di klasemen sementara Liga 1. Pesut Etam kini mengoleksi 53 poin dari 24 pertandingan.
Mereka berhasil naik ke posisi kedua dan melampaui Persija Jakarta dalam perburuan papan atas klasemen.
Saat ini, Borneo FC hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Situasi ini membuat persaingan menuju gelar juara semakin panas.
Sementara itu, Persebaya harus turun ke posisi keenam dengan koleksi 39 poin setelah mengalami kekalahan telak tersebut.
Tavares Akui Persebaya Kalah Level
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui timnya kalah kualitas dari Borneo FC dalam pertandingan ini.
Menurutnya, tuan rumah tampil jauh lebih efektif dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapat.
“Hari ini Borneo menunjukkan permainan tanpa bola yang sangat baik,” ujar Tavares setelah pertandingan.
Ia juga menegaskan bahwa timnya sebenarnya telah melakukan persiapan matang sebelum laga.
“Kami sudah melihat video pertandingan mereka dan mencoba berlatih untuk mengantisipasi permainan mereka. Tetapi hari ini kami tidak dapat memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Statistik Menunjukkan Dominasi Pesut Etam
Data statistik pertandingan memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok antara kedua tim.
Persebaya hanya mencatat penguasaan bola sekitar 33 persen dengan enam peluang yang berhasil diciptakan.
Sebaliknya, Borneo FC tampil jauh lebih agresif dengan menciptakan 12 peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Dalam hal tembakan, Persebaya melepaskan 13 percobaan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Sementara Borneo FC mencatat 19 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran.
Statistik tersebut menunjukkan betapa dominannya permainan Pesut Etam sepanjang laga.
Kekalahan telak ini membuat Persebaya harus segera melakukan evaluasi besar. Bahkan mulai muncul sinyal bahwa manajemen kemungkinan akan melakukan perombakan skuad untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi berikutnya.
Editor : Anggi Septian A.P.