JAKARTA – Arema FC harus menelan kekalahan pahit saat menghadapi Bali United dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-24. Laga yang berlangsung dramatis itu berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan Bali United. Hasil tersebut membuat posisi Arema FC di klasemen sementara turun ke peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin.
Kekalahan tipis tersebut menjadi pukulan bagi tim berjuluk Singo Edan. Selain gagal mengamankan poin di kandang sendiri, hasil ini juga berdampak langsung terhadap posisi Arema FC di papan tengah klasemen BRI Super League.
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berujung pada gol-gol yang dicetak Bali United. Ia menilai para pemainnya masih perlu meningkatkan fokus sepanjang pertandingan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami melakukan beberapa kesalahan individu yang tidak boleh terulang lagi. Pemain harus tetap fokus sepanjang pertandingan,” ujar Marcos Santos setelah pertandingan.
Kesalahan Individu Jadi Sorotan
Menurut Marcos Santos, empat gol yang bersarang ke gawang Arema FC tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab penjaga gawang Gianluca Pandeynuwu. Ia menegaskan bahwa masalah utama justru terletak pada organisasi permainan tim, khususnya di lini belakang.
Marcos menyebut koordinasi antar pemain masih perlu diperbaiki agar pertahanan tim lebih solid pada pertandingan berikutnya.
“Kebobolan empat gol tentu bukan hanya kesalahan kiper. Kami harus memperbaiki organisasi permainan, terutama di lini pertahanan,” jelasnya.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah penting bagi tim pelatih Arema FC. Pasalnya, kompetisi BRI Super League masih menyisakan sejumlah pertandingan yang krusial bagi posisi tim di klasemen.
Jika tidak segera melakukan perbaikan, bukan tidak mungkin Singo Edan akan semakin terlempar dari persaingan papan atas.
Walison Maya Jalani Pemulihan di Malang
Di tengah hasil kurang memuaskan tersebut, Arema FC juga mendapat kabar mengenai kondisi pemain belakang mereka, Walison Maya. Bek asal Brasil itu dipastikan akan menjalani proses pemulihan cedera di Malang.
Manajemen Arema FC memastikan memberikan dukungan penuh agar pemain berusia 34 tahun tersebut bisa kembali memperkuat tim dalam waktu dekat.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan untuk menjalani pemulihan di Indonesia diambil berdasarkan rekomendasi tim medis klub.
“Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan Walison Maya tidak perlu menjalani operasi. Karena itu, proses pemulihan akan dilakukan di Malang,” ujar Yusrinal.
Dengan keputusan tersebut, Walison Maya tidak perlu kembali ke Brasil. Ia akan menjalani masa pemulihan di rumah sambil rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh klub.
Manajemen Arema FC juga menilai fasilitas medis di Malang sudah sangat memadai untuk mendukung proses rehabilitasi pemain.
Selain itu, tim medis klub juga dapat memantau kondisi sang pemain secara langsung selama masa pemulihan.
Strategi Bali United Berbuah Hasil
Di sisi lain, kemenangan dramatis atas Arema FC disambut positif oleh pelatih Bali United, Jonny Johnson. Ia mengaku puas dengan performa timnya yang mampu memanfaatkan peluang dengan baik.
Menurut Johnson, kemenangan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain Bali United dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
“Tentu kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri para pemain kami,” kata Jonny Johnson dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia juga mengungkapkan bahwa tim pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap permainan Arema FC sebelum pertandingan berlangsung.
Menurutnya, Bali United melihat celah pada permainan Arema FC yang sering menggunakan skema fullback dalam menyerang.
“Saya sudah menganalisis permainan Arema dengan baik. Mereka bermain dengan fullback dan kami mencoba memanfaatkan sisi itu. Hasilnya bisa menjadi gol,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Bali United mampu memaksimalkan peluang yang tercipta dan akhirnya membawa pulang kemenangan dengan skor tipis 4-3.
Hasil pertandingan ini membuat persaingan di papan tengah BRI Super League semakin ketat. Sementara itu, Arema FC harus segera bangkit jika tidak ingin terus merosot di klasemen kompetisi musim ini.
Editor : Anggi Septian A.P.