MALANG – Posisi pelatih Arema FC, Marcos Santos, mulai menjadi sorotan setelah timnya mencatat dua pertandingan tanpa kemenangan di BRI Super League. Hasil kurang memuaskan tersebut membuat masa depan pelatih asal Brasil itu dikabarkan berada di ujung tanduk.
Dalam dua laga terakhir, Arema FC gagal meraih kemenangan. Singo Edan baru saja menelan kekalahan dramatis 3-4 dari Bali United pada pekan ke-24 BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Arema FC bermain di hadapan pendukung sendiri. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, Singo Edan akhirnya harus mengakui keunggulan Bali United.
Sebelumnya, pada pekan ke-23, Arema FC juga gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Madura United, tim yang berada di papan bawah klasemen.
Dua hasil tersebut membuat posisi Arema FC di klasemen sementara BRI Super League tertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin.
Target Manajemen Jadi Tekanan
Hasil yang kurang memuaskan ini menjadi perhatian serius bagi manajemen klub. Pasalnya, Arema FC memiliki target cukup tinggi pada musim kompetisi kali ini.
Manajemen Singo Edan menargetkan tim bisa finis setidaknya di posisi lima besar klasemen BRI Super League.
Namun hingga pekan ke-24, performa tim masih belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Situasi ini membuat posisi Marcos Santos sebagai pelatih kepala mulai dipertanyakan.
Terlebih pada putaran kedua kompetisi, manajemen Arema FC telah berusaha memenuhi kebutuhan tim pelatih dengan mendatangkan sejumlah pemain baru.
Beberapa pemain asing direkrut untuk memperkuat komposisi skuad. Selain itu, Arema FC juga menambah kekuatan dari pemain lokal seperti Hansa Muyama dan Rio Fahmi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan penuh kepada Marcos Santos dalam membangun tim yang kompetitif.
Performa Arema FC Masih Angin-anginan
Meski mendapat tambahan pemain, performa Arema FC di bawah asuhan Marcos Santos dinilai masih belum stabil. Tim kerap menunjukkan permainan yang naik turun sepanjang musim.
Dalam beberapa pertandingan, Singo Edan mampu tampil cukup baik. Namun pada laga lain, performa mereka justru mengalami penurunan drastis.
Inkonsistensi inilah yang membuat Arema FC kesulitan bersaing di papan atas klasemen BRI Super League.
Jika kondisi ini terus berlanjut, peluang Arema FC untuk menembus lima besar klasemen di akhir musim tentu semakin kecil.
Situasi tersebut juga bisa berdampak pada masa depan Marcos Santos sebagai pelatih kepala.
Peluang Pergantian Pelatih Terbuka
Dengan target tinggi yang dipasang manajemen klub, bukan tidak mungkin perubahan di kursi pelatih akan dilakukan apabila performa tim tidak segera membaik.
Pergantian pelatih sering kali menjadi langkah yang dipilih klub sepak bola untuk mengubah situasi tim di tengah kompetisi.
Bagi Arema FC, keputusan tersebut tentu akan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk peluang tim untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Jika Marcos Santos mampu membawa Arema FC kembali meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan ke depan, posisinya kemungkinan masih akan dipertahankan.
Namun sebaliknya, jika hasil buruk terus berlanjut, peluang pergantian pelatih sebelum berakhirnya kompetisi BRI Super League menjadi semakin terbuka.
Untuk saat ini, tekanan terhadap Marcos Santos semakin besar. Ia dituntut segera membawa Arema FC bangkit agar target klub menembus lima besar klasemen masih dapat tercapai.
Para pendukung Singo Edan pun berharap tim kesayangan mereka bisa segera kembali ke jalur kemenangan dan menunjukkan performa terbaik di sisa kompetisi musim ini.
Editor : Anggi Septian A.P.