Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dominasi Klub Inggris di Liga Champions Makin Menggila, 5 Tim Kuasai 8 Besar! Ini Rahasia Kekuatan Premier League

Edo Trianto • Selasa, 10 Maret 2026 | 19:10 WIB

 

Dominasi Klub Inggris di Liga Champions Makin Menggila, 5 Tim Kuasai 8 Besar! Ini Rahasia Kekuatan Premier League
Dominasi Klub Inggris di Liga Champions Makin Menggila, 5 Tim Kuasai 8 Besar! Ini Rahasia Kekuatan Premier League

BLITAR KAWENTAR - Fenomena dominasi klub Inggris di Liga Champions musim ini menjadi sorotan besar di sepak bola Eropa. Setelah fase liga berakhir, lima tim asal Inggris berhasil menguasai delapan besar klasemen dan langsung melaju ke babak 16 besar.

Keberhasilan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola: apakah ini hanya kebetulan atau benar-benar bukti kekuatan Premier League yang semakin tak tertandingi?

Dominasi klub Inggris di Liga Champions memang bukan hal baru. Namun musim ini terasa jauh lebih mencolok karena jumlah wakil yang tampil di papan atas meningkat drastis dibanding musim sebelumnya.

Lima Klub Inggris Kuasai Papan Atas

Dalam klasemen akhir fase liga Liga Champions, lima klub Inggris sukses menembus delapan besar. Mereka adalah Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Manchester City.

Arsenal tampil paling impresif. Tim asuhan Mikel Arteta bahkan menjadi satu-satunya klub yang menyapu bersih seluruh pertandingan tanpa kekalahan. Dari delapan laga yang dimainkan, Arsenal meraih poin sempurna yakni 24 poin dan finis sebagai pemuncak klasemen.

Penampilan solid Arsenal membuat sejumlah tim besar Eropa harus mengakui keunggulan mereka. Bahkan klub-klub kuat seperti Bayern Munchen dan Inter Milan tak mampu menyamai konsistensi The Gunners sepanjang fase liga.

Di posisi lain, Liverpool juga menunjukkan keseriusan mereka di kompetisi Eropa. Meski sempat mengalami turbulensi di kompetisi domestik, The Reds tetap mampu mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar dengan koleksi 18 poin.

Tottenham Hotspur juga tampil cukup mengejutkan. Meski performanya di Liga Inggris tidak terlalu stabil, Spurs justru mampu tampil kompetitif di Liga Champions dan bahkan berhasil mengungguli Barcelona di klasemen.

Sementara itu Chelsea berhasil bangkit setelah pergantian pelatih di pertengahan musim. Penunjukan Liam Rosenior memberikan dampak positif yang membuat The Blues mampu finis di posisi keenam dengan 16 poin.

Manchester City menjadi wakil Inggris terakhir yang masuk delapan besar. Meski sempat mengalami kekalahan mengejutkan, tim asuhan Pep Guardiola tetap berhasil lolos otomatis ke fase gugur.

Kekuatan Finansial Jadi Faktor Utama

Salah satu alasan terbesar di balik dominasi klub Inggris di Liga Champions adalah kekuatan finansial mereka yang jauh melampaui banyak klub Eropa lainnya.

Berdasarkan laporan Deloitte Football Money League, lima klub Inggris yang lolos ke babak 16 besar termasuk dalam sepuluh klub dengan pendapatan terbesar di dunia musim lalu.

Liverpool menjadi yang tertinggi dengan pendapatan mencapai lebih dari 836 juta euro. Sementara Chelsea berada di posisi terbawah di antara lima klub tersebut dengan sekitar 584 juta euro.

Sumber pendapatan terbesar klub-klub Inggris berasal dari hak siar televisi yang sangat tinggi. Sebagai contoh, Manchester City memperoleh lebih dari 321 juta euro dari hak siar, jauh di atas klub Serie A seperti Inter Milan yang hanya mendapatkan sekitar 81 juta euro.

Keunggulan finansial ini membuat klub Inggris mampu membeli pemain-pemain berkualitas tinggi dan membangun skuad yang sangat dalam.

Kedalaman Skuad dan Format Baru Liga Champions

Musim ini Liga Champions menggunakan format baru yang mengharuskan setiap tim memainkan delapan pertandingan di fase liga. Format ini menuntut stamina dan konsentrasi tinggi dari para pemain.

Dalam situasi seperti ini, klub dengan kedalaman skuad kuat tentu lebih diuntungkan. Klub-klub Inggris memiliki kemampuan rotasi pemain yang jauh lebih baik dibanding banyak pesaingnya.

Liverpool misalnya, mampu membangun dua komposisi tim berbeda untuk menghadapi kompetisi domestik dan Liga Champions. Rotasi pemain membuat performa mereka tetap stabil meski jadwal pertandingan sangat padat.

Gaya Bermain Liga Champions Lebih Cocok

Selain faktor finansial dan kedalaman skuad, gaya permainan di Liga Champions juga dinilai lebih cocok bagi klub-klub Inggris.

Pemain Newcastle United, Anthony Gordon, pernah menyebut bahwa pertandingan di Liga Champions cenderung lebih terbuka dibandingkan Premier League.

Menurutnya, Premier League seringkali berlangsung sangat cepat dan fisikal, bahkan terkadang seperti pertandingan basket karena intensitasnya yang tinggi.

Sebaliknya, Liga Champions memberikan ruang bermain yang lebih terbuka sehingga tim-tim Inggris dapat menampilkan kualitas teknik dan taktik mereka secara maksimal.

Tantangan Sesungguhnya Dimulai di 16 Besar

Meski berhasil mendominasi fase liga, ujian sebenarnya bagi klub-klub Inggris baru akan dimulai di babak 16 besar.

Sejumlah lawan berat sudah menanti, mulai dari Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund, hingga Real Madrid. Manchester City bahkan berpotensi kembali bertemu Real Madrid yang selama ini menjadi rival sengit mereka di Liga Champions.

Jika mampu mempertahankan performa impresifnya, bukan tidak mungkin musim ini akan kembali menghadirkan juara dari Premier League.

Namun satu hal yang pasti, dominasi klub Inggris di Liga Champions musim ini telah menjadi bukti bahwa kekuatan Premier League masih menjadi salah satu yang paling menakutkan di Eropa.

Editor : Anggi Septian A.P.
#manchester city #Arsenal Liverpool #premier league #liga champions #Dominasi Klub Inggris