JAKARTA – Masa depan Marcos Santos Arema FC semakin menjadi sorotan. Pelatih asal Brasil itu dikabarkan masuk radar klub Brasil, Guarani FC, yang bermain di kompetisi Serie C. Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa kerja sama antara Arema FC dan Marcos Santos berpotensi berakhir menjelang musim 2026/2027.
Kabar mengenai ketertarikan Guarani terhadap Marcos Santos pertama kali diungkap oleh jurnalis Brasil, Lucas Rosa. Informasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di kalangan suporter Singo Edan setelah dikutip oleh akun pengamat sepak bola Arema di media sosial.
Isu Marcos Santos Arema FC pun semakin menguat setelah sang pelatih memberikan sinyal kemungkinan hengkang usai pertandingan melawan Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut, Arema harus menelan kekalahan yang memicu kekecewaan besar dari sang pelatih.
Guarani Mulai Negosiasi dengan Marcos Santos
Menurut laporan yang beredar, Guarani sedang mencari pelatih baru setelah gagal mendapatkan kandidat dari dalam negeri. Klub berjuluk Bugre itu kemudian mulai melirik pelatih asing yang sedang bekerja di luar Brasil.
Nama Marcos Santos pun muncul sebagai salah satu kandidat kuat untuk menangani klub tersebut. Apalagi ia memiliki hubungan profesional dengan salah satu petinggi Guarani.
Disebutkan, Marcos Santos pernah bekerja sama dengan eksekutif sepak bola Guarani, Carlos Frontini, ketika keduanya berada di klub Vila Nova FC pada tahun 2023. Kedekatan ini diyakini menjadi salah satu alasan Guarani tertarik merekrutnya.
Bahkan dalam laporan yang sama disebutkan bahwa proses negosiasi sudah mulai berjalan sejak awal pekan. Pihak klub berharap Marcos Santos dapat segera meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan pembicaraan lebih lanjut di Brasil.
Jika kesepakatan tercapai, pelatih berusia 46 tahun itu berpotensi kembali ke negaranya setelah beberapa musim berkarier di sepak bola Asia.
Sinyal Hengkang Usai Laga Kontra Bhayangkara
Spekulasi kepindahan Marcos Santos semakin kuat setelah pernyataan emosionalnya dalam konferensi pers usai laga Arema melawan Bhayangkara FC.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Kekecewaan itu bahkan membuatnya mempertimbangkan kembali masa depannya di Indonesia.
“Saya tidak tahu. Mungkin saya akan memikirkan kembali kelanjutan karier saya karena apa yang saya lihat hari ini. Saya benar-benar sangat kecewa dengan situasi ini,” kata Marcos Santos.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan kepada masyarakat Indonesia. Namun ia merasa sedih melihat situasi pertandingan yang menurutnya tidak mencerminkan nilai sportivitas sepak bola.
Pernyataan tersebut membuat banyak pihak menilai kemungkinan hengkangnya Marcos Santos dari Arema semakin terbuka.
Arema Mulai Dikaitkan dengan Mario Gomez
Jika Marcos Santos benar-benar meninggalkan Arema, manajemen Singo Edan tentu harus segera mencari pengganti. Salah satu nama yang mulai dikaitkan dengan posisi tersebut adalah pelatih asal Argentina, Mario Gomez.
Mario Gomez bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Ia pernah melatih Persib Bandung dan Borneo FC di kompetisi Liga 1.
Selain itu, pelatih berpengalaman tersebut juga pernah berkarier di Liga Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim FC.
Terbaru, Mario Gomez menangani klub Bangladesh, Bashundhara Kings. Bersama tim tersebut, ia mencatat performa cukup impresif dengan enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan.
Menariknya, kontrak Mario Gomez bersama Bashundhara Kings dilaporkan akan berakhir pada 1 April 2026. Situasi ini membuka peluang bagi Arema jika ingin mendatangkannya sebagai pelatih baru.
Aremania Menunggu Kepastian
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Arema FC mengenai masa depan Marcos Santos. Namun rumor yang terus berkembang membuat situasi internal klub menjadi perhatian publik.
Aremania kini menunggu kepastian apakah pelatih asal Brasil itu akan tetap bertahan atau memilih kembali ke negaranya untuk melatih Guarani.
Jika bmn nienar terjadi, kepergian Marcos Santos bisa menjadi salah satu perubahan besar bagi Arema dalam menyongsong musim kompetisi berikutnya.
Editor : Dyah Wulandari