JAKARTA - Keputusan mengejutkan datang dari Jakarta Pertamina Enduro menjelang babak krusial Final Four Proliga. Manajemen tim resmi melepas setter Tisya Amalia dan langsung mendatangkan Yeum Hye-seon, pemain berpengalaman yang sebelumnya memperkuat klub Korea Selatan, Red Sparks.
Langkah ini langsung menjadi sorotan publik voli Indonesia. Selain karena waktu keputusan yang sangat mepet dengan babak penting, kehadiran Yeum Hye-seon juga membuka peluang kembali terbentuknya duet mematikan bersama Megawati Hangestri Pertiwi yang sebelumnya sukses di Liga Korea.
Keputusan Pertamina Enduro ini diyakini menjadi strategi besar untuk memperkuat permainan tim dalam menghadapi persaingan ketat di Final Four Proliga.
Evaluasi Performa Setter
Manajemen Pertamina Enduro menyebut keputusan melepas Tisya Amalia bukanlah langkah mendadak. Evaluasi sudah dilakukan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Salah satu faktor utama adalah ritme permainan tim yang dinilai belum maksimal. Distribusi bola dari sektor setter dianggap belum mampu memaksimalkan potensi para spiker.
Akibatnya, pola serangan Pertamina Enduro dinilai mudah dibaca oleh lawan. Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa blok lawan kerap berhasil mengantisipasi serangan tim.
Manajer tim Widi Trioso menegaskan bahwa perubahan ini diambil demi meningkatkan stabilitas permainan tim.
Menurutnya, sektor setter menjadi titik yang paling membutuhkan pembenahan cepat menjelang babak krusial kompetisi.
“Final Four adalah fase singkat dengan tekanan tinggi. Tim membutuhkan setter yang bisa langsung menyatu dengan sistem permainan tanpa membutuhkan adaptasi panjang,” ujar Widi.
Yeum Hye-seon Jadi Pilihan Utama
Setelah keputusan melepas Tisya Amalia diambil, manajemen Pertamina Enduro langsung bergerak cepat mencari pengganti.
Nama Yeum Hye-seon muncul sebagai kandidat terkuat. Setter asal Korea Selatan tersebut dikenal sebagai pemain berpengalaman yang memiliki visi permainan matang serta kemampuan mengatur tempo serangan tim.
Selain itu, Yeum juga dikenal memiliki ketenangan dalam situasi pertandingan yang penuh tekanan. Hal ini menjadi nilai penting mengingat Final Four hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Faktor lain yang membuat Yeum menjadi pilihan utama adalah kedekatannya dengan Megawati Hangestri Pertiwi.
Keduanya pernah menjadi duet andalan di Red Sparks saat berlaga di Liga Voli Korea Selatan. Chemistry yang sudah terbangun sejak lama diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi di Pertamina Enduro.
Negosiasi dengan klub Red Sparks pun dilakukan secara profesional dan tertutup hingga akhirnya kesepakatan tercapai.
Harapan Baru bagi Pertamina Enduro
Kehadiran Yeum Hye-seon diyakini mampu menghadirkan variasi serangan baru bagi Pertamina Enduro.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, permainan tim dinilai terlalu monoton. Variasi umpan yang terbatas membuat lawan lebih mudah membaca pola serangan.
Dengan Yeum sebagai setter, tim pelatih berharap tempo permainan bisa menjadi lebih dinamis. Kombinasi quick attack, umpan cepat, hingga back attack diharapkan kembali menjadi senjata utama tim.
Kondisi ini juga membuka peluang bagi Megawati Hangestri untuk kembali tampil eksplosif seperti saat bermain di Liga Korea.
Atmosfer ruang ganti tim disebut semakin positif setelah kedatangan setter anyar tersebut. Para pemain kini fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Final Four yang semakin dekat.
Megawati dan Kisah Besar di Baliknya
Di sisi lain, Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi pusat perhatian publik.
Bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga karena perjalanan kariernya yang penuh keputusan besar.
Pada tahun 2025, Megawati sempat mengejutkan dunia voli setelah memutuskan mengakhiri kontraknya dengan klub Turki, Manisa BBSK.
Keputusan itu diambil bukan karena alasan performa, melainkan karena faktor keluarga. Mega memilih pulang ke Indonesia untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit.
Langkah tersebut mendapat banyak apresiasi dari penggemar dan sesama atlet. Banyak yang menilai keputusan tersebut menunjukkan sisi kemanusiaan dari seorang atlet profesional.
Sebelum meninggalkan panggung internasional, Megawati mencatat prestasi luar biasa bersama Red Sparks.
Ia berhasil mencetak lebih dari 1.000 poin dalam satu musim dan beberapa kali masuk dalam daftar MVP mingguan Liga Korea.
Prestasi tersebut membuatnya dijuluki sebagai “mesin poin” oleh para penggemar voli Korea Selatan.
Kini, dengan bergabungnya Yeum Hye-seon ke Pertamina Enduro, publik berharap duet lama mereka dapat kembali menghadirkan performa terbaik di lapangan.
Babak Final Four Proliga akan menjadi panggung pembuktian apakah kombinasi Megawati dan Yeum mampu membawa Pertamina Enduro melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar.
Satu hal yang pasti, keputusan besar ini membuat persaingan Final Four semakin menarik untuk disaksikan.
Editor : Novica Satya Nadianti