VOLUME MENINGKAT: Sejumlah penumpang bersiap naik bus di Terminal Tipe A Patria Kota Blitar.
Humas Terminal Tipe A Patria Kota Blitar, Heru Prasetyo, mengatakan fenomena arus mudik dan balik tahun ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada masa arus mudik, lonjakan penumpang tercatat terjadi pada H-3 Lebaran.
“Pada H-3, jumlah penumpang yang turun di terminal rata-rata mencapai sekitar 400 orang per hari. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya.
Baca Juga: Konsumsi Obat Secara Tepat Saat Perjalanan Balik ke Tempat Kerja usai Libur Panjang Lebaran
Menurutnya, penumpang yang datang ke Terminal Patria didominasi pengguna bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).
Untuk rute AKDP, mayoritas penumpang berasal dari Surabaya dan Malang. Sedangkan untuk AKAP, penumpang terbanyak datang dari Jakarta, disusul beberapa daerah di Sumatera, Bandung dan Bali.
Memasuki arus balik, pergerakan penumpang mulai berbalik arah. Sejak H+3, masyarakat mulai kembali ke kota perantauan untuk beraktivitas seperti biasa.
Tingginya permintaan terlihat dari tiket bus yang telah habis dipesan jauh-jauh hari. “Rata-rata tiket yang sudah habis itu untuk perjalanan AKAP seperti tujuan Bandung, Bali, hingga Sumatera. Ini menunjukkan arus balik cukup tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: Momen Libur Panjang Lebaran, Polisi Siapkan Tim Urai di Jalur Wisata Pantai di Blitar
Meski demikian, pihak terminal memastikan kebutuhan penumpang tetap terakomodasi. Biasanya, perusahaan otobus (PO) akan menambah armada maupun menyediakan tiket tambahan saat terjadi lonjakan penumpang.
“Kalau memang permintaan tinggi, PO biasanya menambah armada. Jadi masyarakat tetap bisa terlayani,” tambahnya.
Di sisi lain, Terminal Patria juga melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan.
Ramp check dilakukan secara intensif sejak dimulainya masa angkutan Lebaran. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh armada bus dalam kondisi laik jalan sebelum mengangkut penumpang.
“Sejauh ini hasil ramp check tidak ditemukan kendala berarti. Armada masih dalam kondisi aman,” ungkap Heru.
Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan kru bus juga menjadi perhatian. Petugas mengimbau sopir dan kru untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama bertugas.
“Kalau memang sakit, jangan dipaksakan mengemudi. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas,” tegasnya.(sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah