BLITAR KAWENTAR – Nama Veda Ega Pratama kembali mengharumkan dunia balap Tanah Air setelah sukses meraih podium dalam ajang Moto3 Brazil 2026. Pembalap muda Indonesia ini tampil impresif dengan finis di posisi ketiga meski memulai balapan dari posisi ke-10.
Prestasi Veda Ega Pratama di Moto3 Brazil langsung memicu euforia publik Indonesia. Balapan yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna pada Minggu, 23 Maret 2026, menjadi momen penting dalam karier pembalap berusia 17 tahun tersebut. Dengan strategi matang dan keberanian tinggi, Veda mampu menembus barisan depan dalam balapan yang berlangsung sengit.
Dalam balapan Moto3 Brazil tersebut, Veda Ega Pratama menunjukkan mental kuat dan kemampuan balap yang semakin matang. Ia memanfaatkan momentum restart balapan untuk memperbaiki posisi secara signifikan hingga akhirnya mengunci podium ketiga.
Balapan Sempat Dihentikan, Veda Bangkit di Restart
Balapan Moto3 Brazil tidak berjalan mulus sejak awal. Perlombaan sempat dihentikan (red flag) setelah insiden di lintasan yang memaksa panitia mengulang balapan dengan durasi lebih singkat, hanya lima lap.
Sebelum red flag, Veda Ega Pratama sempat mengalami kesulitan. Ia bahkan tercecer dari posisi 10 besar akibat tekanan ketat dari para rivalnya. Padahal, pada balapan pertama, ia memulai dari posisi yang lebih baik, namun strategi agresif justru menjadi bumerang.
Kesalahan terjadi saat Veda mencoba menyalip pembalap lain di tikungan lima. Manuver tersebut gagal dan membuatnya melebar dari racing line. Kondisi itu dimanfaatkan oleh lawan untuk menyalip, sehingga posisinya merosot.
Namun, situasi berubah drastis setelah restart. Veda tampil lebih tenang dan terukur dalam setiap manuvernya. Ia tidak lagi terburu-buru, melainkan memilih momen yang tepat untuk menyerang.
Manuver Berani di Tikungan Empat Jadi Kunci
Salah satu faktor kunci keberhasilan Veda Ega Pratama di Moto3 Brazil adalah keberaniannya melakukan overtake di tikungan empat. Tikungan panjang ke kanan ini dikenal sebagai salah satu titik paling berbahaya di lintasan.
Meski menjadi “zona merah” yang kerap memakan korban, Veda justru menjadikannya sebagai titik andalan. Dengan teknik yang presisi, ia mampu menjaga racing line tetap rapat sehingga tidak memberikan celah bagi lawan untuk melakukan serangan balik.
Strategi ini terbukti efektif. Dalam tiga lap terakhir, Veda berhasil naik dari posisi ketujuh hingga akhirnya finis di posisi ketiga. Performa tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca situasi balapan.
Pencapaian Terbesar di Grand Prix Kedua
Bagi Veda Ega Pratama, podium di Moto3 Brazil ini menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini. Apalagi, ini merupakan Grand Prix kedua yang ia jalani di level tersebut.
Ia mengaku sempat mengalami kendala teknis, terutama pada pengaturan ban belakang yang membuatnya kesulitan menjaga performa di awal balapan. Namun, berkat kerja keras dan adaptasi cepat, ia mampu bangkit dan meraih hasil maksimal.
“Balapan sangat bagus. Sebelum red flag saya kesulitan mengatur ban belakang, tetapi akhirnya bisa finis di posisi tiga besar,” ujar Veda.
Pembalap muda ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan. Ia mengaku bangga bisa membawa nama Indonesia bersaing di level internasional.
Harapan Baru Balap Indonesia
Keberhasilan Veda Ega Pratama di Moto3 Brazil menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Dengan konsistensi dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin Veda akan mengikuti jejak legenda seperti Valentino Rossi di masa depan.
Podium di Brazil bukan hanya soal hasil, tetapi juga bukti bahwa pembalap Indonesia mampu tampil kompetitif di panggung dunia. Kini, publik Tanah Air menantikan kiprah selanjutnya dari Veda Ega Pratama di seri-seri berikutnya.
Editor : Edo Trianto