Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wujudkan Kemandirian Pangan Berbasis AI! Wamen Ossy Dermawan Pastikan Legalitas Tanah untuk Pengembangan Kawasan TSTH2 Sumatera Utara

Oksania Difa Ilmada • Senin, 6 April 2026 | 20:20 WIB
Wamen Ossy Dermawan dukung Pengembangan Kawasan TSTH2 Sumatera Utara. Pastikan kepastian tata ruang & tanah untuk riset pertanian berbasis AI. Cek di sini!
Wamen Ossy Dermawan dukung Pengembangan Kawasan TSTH2 Sumatera Utara. Pastikan kepastian tata ruang & tanah untuk riset pertanian berbasis AI. Cek di sini!

 

BLITAR - Ambisi Indonesia untuk berdikari di sektor pangan kini tidak lagi hanya bergantung pada cara-cara konvensional. Sentuhan teknologi tinggi dan riset mendalam mulai menjadi panglima dalam setiap kebijakan pembangunan pertanian nasional. Salah satu titik krusial yang menjadi tumpuan harapan adalah pengembangan pusat riset terintegrasi di jantung Sumatera Utara, yang kini mendapatkan pengawalan ketat dari sisi regulasi pertanahan.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap keberlangsungan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) yang dikelola Institut Teknologi Del. Dukungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa inovasi ilmu pengetahuan tidak terganjal oleh persoalan sengketa lahan maupun ketidakpastian rencana tata ruang di masa depan.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa kepastian hukum di atas tanah merupakan fondasi dari setiap ikhtiar pembangunan. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Humbang Hasundutan pada Rabu (01/04/2026), ia menekankan bahwa proyek yang membawa visi besar bagi perut rakyat harus memiliki landasan legalitas yang tidak tergoyahkan.

Baca Juga: SEPUTAR PROGRAM RUSUNAMI

Kepastian Tata Ruang dalam Pengembangan Kawasan TSTH2 Sumatera Utara

Berlokasi di Kecamatan Pollung, TSTH2 dirancang untuk menjadi pusat keunggulan riset bibit unggul, mulai dari tanaman herbal lokal hingga skala internasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas produksi hortikultura seperti bawang, kentang, dan cabai melalui pendekatan berbasis data. Wamen Ossy menilai, kehadiran kawasan riset ini sangat selaras dengan program strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI yang digelar di kawasan tersebut, Ossy menyampaikan bahwa Kementerian ATR/BPN akan menjadi garda terdepan dalam memberikan kepastian tata ruang. "Kementerian ATR/BPN mendukung penuh ikhtiar dan niat baik dalam menunjukkan kemandirian pangan bagi masyarakat kita. Tentunya kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama," tegas Wamen Ossy di hadapan jajaran riset Institut Teknologi Del.

Bagi kementerian, pendekatan berbasis sains yang diusung oleh TSTH2 mempermudah pengambilan kebijakan di sektor agraria. Ossy mengapresiasi langkah Institut Teknologi Del yang mengedepankan data otentik daripada sekadar asumsi atau prediksi dalam memetakan potensi lahan. Pola kerja berbasis riset ini dianggap sebagai wajah baru pembangunan Indonesia yang lebih modern dan terukur.

Baca Juga: Dishub Kabupaten Blitar Kerahkan Belasan Unit Bus Antar-Jemput Anak Sekolah

Kolaborasi Lintas Sektoral dan Integrasi Data Riset

Nada optimisme serupa juga datang dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan. Ia menekankan bahwa dalam konteks ketahanan nasional, setiap pengerjaan proyek strategis harus didahului dengan studi riset yang mendalam. Menurutnya, ketersediaan data yang valid adalah kunci agar program tidak berjalan secara parsial atau asal-asalan. Luhut meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja dalam satu tim yang solid.

Langkah konkret kolaborasi ini terlihat saat Wamen Ossy melakukan peninjauan langsung ke area greenhouse pembibitan. Bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, mereka melihat langsung berbagai koleksi tanaman obat dan bibit hortikultura yang sedang dikembangkan. Greenhouse tersebut menjadi simbol bahwa sinergi antara kebijakan pertanahan, kehutanan, dan riset teknologi dapat melahirkan solusi nyata bagi tantangan pangan dunia.

Integrasi data antara TSTH2 dengan peta tata ruang Kementerian ATR/BPN diharapkan dapat mempercepat implementasi budidaya tanaman herbal di lapangan. Dengan adanya kepastian bahwa lahan tersebut secara tata ruang memang diperuntukkan bagi riset dan pertanian berkelanjutan, para peneliti dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa bayang-bayang konflik agraria.

Baca Juga: Enam Petugas Haji di Kabupaten Blitar Siap Dampingin dan Amankan CJH Tahun Ini

Menuju Kemandirian Pangan yang Modern dan Tepercaya

Pendampingan dari Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, serta Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara, Sri Pranoto, memastikan bahwa proses administrasi pertanahan di kawasan ini akan dipantau secara ketat. Hal ini sejalan dengan visi kementerian untuk menjadi lembaga yang melayani secara profesional dan tepercaya. Pengembangan Kawasan TSTH2 Sumatera Utara pun diharapkan menjadi barometer nasional bagi proyek berbasis sains lainnya.

Inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pertanian yang digodok di Pollung bukan lagi sekadar wacana masa depan. Dengan dukungan penuh dari sisi legalitas tanah, mimpi melihat produk herbal dan hortikultura Indonesia merajai pasar global kini terasa semakin dekat. Transformasi ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk mengawal setiap jengkal tanah demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemakmuran rakyat secara berkelanjutan. (*)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#pertanian berbasis Ai #tata ruang dan pertahanan #sumatera utara #Wamen Ossy Dermawan #ketahanan pangan