Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sangat Tragis! 21 Tahun Pekerja Migran Indonesia Disekap di Malaysia Tanpa Gaji, Anak Korban: Saya Hampir Tidak Mengenali Ibu

Muhammad Adib Falih Rifly • Kamis, 16 April 2026 | 18:46 WIB
Sangat Tragis! 21 Tahun Pekerja Migran Indonesia Disekap di Malaysia Tanpa Gaji, Anak Korban: Saya Hampir Tidak Mengenali Ibu
Sangat Tragis! 21 Tahun Pekerja Migran Indonesia Disekap di Malaysia Tanpa Gaji, Anak Korban: Saya Hampir Tidak Mengenali Ibu

BLITAR - Kabar memilukan kembali datang dari dunia ketenagakerjaan luar negeri. Seorang Pekerja Migran Indonesia disekap di Malaysia selama lebih dari dua dekade tanpa mendapatkan haknya. Korban yang diketahui bernama Ibu Seni, asal Temanggung, Jawa Tengah, akhirnya berhasil diselamatkan setelah menghilang tanpa kabar selama 21 tahun sejak keberangkatannya pada tahun 2000 silam.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat berat. Berdasarkan laporan terbaru, Ibu Seni diduga kuat mengalami penyiksaan fisik, penyekapan, hingga eksploitasi kerja tanpa upah sepeser pun selama bekerja di rumah majikannya. Kejadian ini terungkap setelah pihak berwenang di Malaysia melakukan penggerebekan menyusul adanya laporan dari orang dalam di kediaman tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, mengungkapkan bahwa kondisi fisik Ibu Seni saat ditemukan sangat memprihatinkan. Tubuhnya terlihat kurus kering akibat kurang gizi. Dalam pengakuannya kepada tim KBRI, korban sering kali hanya diberi makan satu kali sehari atau bahkan tidak diberi makan sama sekali jika majikannya tidak berkenan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik 2026 di Bawah Rp300 Juta, Dari Honda Brio hingga Innova Reborn !

Peran Anak Majikan dalam Penyelamatan

Hal yang cukup mengejutkan dari kasus Pekerja Migran Indonesia disekap di Malaysia ini adalah sosok pelapornya. Bukannya melarikan diri, Ibu Seni justru diselamatkan berkat laporan anak majikannya sendiri. Anak tersebut, yang telah diasuh oleh Ibu Seni sejak usia tiga tahun, merasa tidak tega melihat penderitaan orang yang telah merawatnya sejak kecil.

"Anak majikannya yang melaporkan kepada polisi. Mungkin ada ikatan emosional karena Ibu Seni ini yang merawatnya sejak kecil, sehingga dia tidak sanggup melihat penganiayaan yang terus terjadi," ujar Hermono dalam sebuah sesi wawancara. Polisi Malaysia akhirnya mengamankan korban pada 19 November lalu dan kini menempatkannya di bawah perlindungan saksi.

Momen Haru Video Call Setelah 21 Tahun

Setelah puluhan tahun hilang kontak, pihak keluarga di Temanggung akhirnya bisa bertatap muka melalui panggilan video. Suasana haru tak terbendung saat Ibu Seni melihat anak-anak, kakak, hingga cucu yang belum pernah ia temui. Ricky Alvian, putra kandung korban, mengaku merasa canggung sekaligus sedih karena ia terakhir bertemu ibunya saat masih berusia tiga tahun.

Baca Juga: Jangan Tertipu ! Ini Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik 2026 plus Tips Hindari Kerugian Besar

Ricky menceritakan bahwa ingatan tentang wajah sang ibu hampir pupus dari ingatannya. Namun, rasa syukur menyelimuti keluarga besar karena Ibu Seni ditemukan dalam keadaan hidup meski mengalami trauma mendalam. Pihak keluarga berharap agar proses pemulangan dapat dilakukan secepat mungkin agar mereka bisa berkumpul kembali di tanah air.

KBRI Tuntut Keadilan dan Gaji 21 Tahun

Merespons kejadian ini, pihak KBRI telah mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia. Fokus utama saat ini bukan hanya pemulangan, melainkan penegakan hukum bagi sang majikan yang keji. KBRI menuntut pembayaran gaji penuh selama 21 tahun serta ganti rugi atas kecacatan fisik permanen yang diderita korban akibat penyiksaan.

Hermono meminta keluarga untuk bersabar terkait proses pemulangan. Hal ini dikarenakan keterangan Ibu Seni sangat krusial di persidangan. Jika korban dipulangkan terlalu dini sebelum memberikan kesaksian resmi di hadapan hakim, dikhawatirkan kasus pidana ini akan gugur (discontinued) dan majikan bisa lolos dari jeratan hukum.

"Kami sudah menyediakan pengacara khusus untuk mengawal kasus ini. Kami ingin memastikan keadilan bagi Ibu Seni benar-benar ditegakkan. Jangan sampai 21 tahun penderitaannya berakhir tanpa pertanggungjawaban hukum dari pelaku," tegas Hermono.

Baca Juga: 7 Mobil Bekas Rp80 Jutaan Paling Rekomended 2026, Pilihan Aman untuk Pemula: Irit, Bandel, dan Minim Drama !

Kasus Pekerja Migran Indonesia disekap di Malaysia yang menimpa Ibu Seni hanyalah satu dari beberapa kasus serupa yang sedang ditangani KBRI saat ini. Tren kekerasan terhadap PMI di Malaysia belakangan ini kembali meningkat, memicu desakan bagi pemerintah kedua negara untuk memperketat sistem pengawasan dan perlindungan bagi para pahlawan devisa. (*)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#penyekapan #kbri kuala lumpur #pekerja migran indonesia #berita viral #malaysia