BLITAR - Perjalanan menggunakan kereta api Singasari Madiun-Blitar kini semakin diminati, terutama karena tarifnya yang terjangkau dengan fasilitas kelas eksekutif. Dalam sebuah pengalaman perjalanan terbaru, rute ini menawarkan kenyamanan sekaligus panorama khas Jawa Timur yang menarik untuk disimak.
Perjalanan kereta api Singasari Madiun-Blitar dimulai dari Stasiun Madiun pada Minggu, 9 Maret 2025. Kereta berangkat sekitar pukul 08.28 WIB, dengan tarif khusus hanya Rp80 ribu untuk kelas eksekutif. Harga ini tergolong murah jika dibandingkan dengan fasilitas yang didapat penumpang.
Sejak awal keberangkatan, suasana Stasiun Madiun terlihat cukup ramai. Penumpang dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua, tampak antusias menunggu kedatangan kereta. Tak sedikit pula yang memanfaatkan waktu sebelum keberangkatan untuk menikmati kuliner khas seperti pecel Madiun yang terkenal.
Fasilitas Kelas Eksekutif yang Nyaman
Memasuki gerbong eksekutif, penumpang langsung disuguhkan kursi berwarna biru dengan desain modern berbahan stainless steel. Kursi ini dilengkapi dengan sandaran kaki (footrest), meja lipat, serta colokan listrik di setiap tempat duduk.
Selain itu, kereta api Singasari juga menyediakan jendela besar (wide window) yang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Rak bagasi di atas kursi cukup luas, sementara pencahayaan di dalam kabin terasa nyaman dan tidak menyilaukan.
Fasilitas lain yang tak kalah penting adalah kebersihan. Kini, kantong sampah tidak lagi menggunakan plastik, melainkan bahan kertas yang lebih ramah lingkungan. Hal ini menjadi salah satu bentuk inovasi layanan dari PT Kereta Api Indonesia.Menyusuri Jalur Strategis Jawa Timur
Setelah berangkat dari Madiun, kereta sempat berhenti di beberapa stasiun seperti Caruban, Nganjuk, dan Kertosono. Di Stasiun Caruban, perjalanan sempat tertahan karena harus bersilang dengan kereta lain.
Memasuki wilayah Kertosono, penumpang disuguhi pemandangan Sungai Brantas yang menjadi salah satu sungai terbesar di Jawa Timur. Di titik ini juga terdapat percabangan jalur penting menuju Surabaya dan Blitar.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Kediri. Di stasiun ini, cukup banyak penumpang yang turun. Kereta api Singasari juga sempat bersilang dengan kereta lain seperti Matarmaja, menunjukkan padatnya lalu lintas perkeretaapian di jalur tersebut.
Waktu Tempuh dan Pengalaman Perjalanan
Secara keseluruhan, waktu tempuh perjalanan kereta api Singasari Madiun-Blitar mencapai sekitar 3 jam 2 menit. Durasi ini sedikit lebih lama dibandingkan beberapa kereta lain, namun masih tergolong nyaman karena minim guncangan dan suasana kabin yang tenang.
Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati suasana pedesaan, persawahan, hingga sungai yang membentang luas. Menjelang masuk wilayah Blitar, cuaca terlihat mendung dan hujan mulai turun, menambah nuansa perjalanan yang syahdu.
Kereta juga berhenti di beberapa stasiun kecil seperti Tulungagung dan sekitarnya untuk melayani naik turun penumpang. Hal ini menjadikan kereta api Singasari sebagai salah satu transportasi penting yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Timur.
Tiba di Blitar dengan Nyaman
Menjelang akhir perjalanan, pengumuman dari petugas kereta mengingatkan penumpang untuk mempersiapkan barang bawaan. Kereta akhirnya tiba di Stasiun Blitar dengan kondisi cuaca hujan sedang.
Meski perjalanan tergolong cukup panjang, kenyamanan fasilitas dan harga tiket yang terjangkau membuat pengalaman ini terasa sepadan. Tak heran jika rute ini semakin diminati oleh masyarakat yang ingin bepergian secara praktis dan ekonomis.
Dengan kombinasi harga murah, fasilitas lengkap, dan rute strategis, kereta api Singasari Madiun-Blitar menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin menikmati perjalanan darat dengan nyaman di Jawa Timur.
Editor : Izahra Nurrafidah