BLITAR - Perjalanan KA Singasari New Generation buatan PT INKA tahun 2026 rute Blitar–Jakarta mendadak viral setelah seorang penumpang membagikan pengalaman lengkapnya di dalam rangkaian kereta ekonomi modern tersebut. KA Singasari New Generation disebut membawa lompatan besar dalam layanan kelas ekonomi dengan fasilitas yang mendekati eksekutif.
Dalam video perjalanan tersebut, KA Singasari New Generation yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Blitar via lintas utara Jawa ini menampilkan berbagai pembaruan signifikan, mulai dari desain kursi, interior kabin, hingga fasilitas pendukung penumpang. Kereta ini disebut sebagai generasi baru ekonomi stainless steel yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
Penumpang yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon hingga Blitar tersebut mengungkapkan bahwa KA Singasari New Generation menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu yang paling mencolok adalah jumlah kursi yang dikurangi menjadi 72 tempat duduk, sehingga memberikan ruang kaki lebih lega dibandingkan versi lama yang mencapai 80 kursi.
Fasilitas Modern di KA Singasari New Generation
Masuk ke dalam rangkaian, KA Singasari New Generation langsung memperlihatkan peningkatan fasilitas yang cukup signifikan. Setiap kursi sudah dilengkapi fitur reclining atau sandaran yang bisa direbahkan serta sistem revolving seat yang memungkinkan kursi diputar sesuai arah perjalanan.
Selain itu, setiap bangku di KA Singasari New Generation juga dilengkapi stop kontak universal serta port USB type A dan type C. Fasilitas ini membuat penumpang tetap bisa mengisi daya perangkat elektronik selama perjalanan panjang.
Tak hanya itu, toilet di dalam kereta juga mendapat perhatian khusus. Tersedia exhaust fan, cermin, wastafel, sabun tangan, hingga foot washer. Sistem pintu otomatis di kabin dan toilet juga menjadi nilai tambah yang membuat KA Singasari New Generation terasa lebih modern dibandingkan kereta ekonomi konvensional.
Rute Panjang dan Pengalaman Perjalanan
Perjalanan KA Singasari New Generation melintasi sejumlah stasiun penting di jalur utara Jawa seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, hingga Cirebon. Kereta ini memiliki banyak pemberhentian, sehingga perjalanan terasa “ngecer” namun tetap stabil dengan kecepatan maksimal sekitar 100 km/jam.
Di tengah perjalanan, penumpang juga dapat mengakses kereta restorasi yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Salah satu menu yang cukup diminati adalah ayam geprek dan hot coklat dengan harga sekitar Rp14 ribu hingga Rp44 ribu.
Menariknya, penumpang juga menyebut bahwa KA Singasari New Generation memiliki mode malam dengan pencahayaan redup yang lebih nyaman di mata. Hal ini membuat perjalanan malam terasa lebih tenang meski durasi tempuh cukup panjang.
Harga Tiket dan Respons Penumpang
Dari sisi harga, KA Singasari New Generation tergolong cukup terjangkau untuk kelas ekonomi modern, yakni sekitar Rp145.000 dengan skema tarif khusus. Penumpang menilai harga tersebut sebanding dengan fasilitas yang didapatkan, terutama kenyamanan kursi dan fitur di dalam kabin.
Meski begitu, beberapa penumpang berharap kecepatan kereta bisa ditingkatkan hingga 110 km/jam agar waktu tempuh lebih singkat. Saat ini, perjalanan dari Jakarta menuju Blitar masih memakan waktu cukup panjang karena banyaknya pemberhentian di sepanjang rute.
Secara keseluruhan, KA Singasari New Generation menjadi salah satu inovasi penting PT KAI dalam meningkatkan standar layanan kereta ekonomi di Indonesia. Dengan fasilitas modern, kursi ergonomis, serta harga tiket yang masih terjangkau, kereta ini dinilai mampu menjadi pilihan favorit baru bagi penumpang jarak jauh di Pulau Jawa.
Editor : Izahra Nurrafidah