BLITAR - KA Bangun Karta dan KA Singasari ganti SSNG menjadi sorotan utama pecinta kereta api setelah momen perjalanan perdananya terekam di kawasan Cirebon. Perubahan sarana menjadi Stainless Steel New Generation (SSNG) ini disebut sebagai salah satu transformasi besar dalam operasional dua layanan kereta api tersebut pada 15–16 April 2026.
Perubahan KA Bangun Karta dan KA Singasari ganti SSNG terlihat jelas saat rangkaian mulai beroperasi dengan formasi baru di jalur lintas utara Jawa. Spotting di kawasan Tikungan Tiber Kerucuk dan beberapa titik di Kota Cirebon menunjukkan antusiasme tinggi dari para railfans yang mengabadikan momen perdana tersebut.
Peralihan ini tidak hanya sekadar pergantian sarana, tetapi juga menandai perubahan pola operasi rolling rangkaian yang selama ini digunakan secara bergantian antara relasi Pasar Senen–Blitar dan Pasar Senen–Jombang.
Skema Operasional Rolling 3 Rangkaian
Sebelumnya, KA Bangun Karta dan KA Singasari mengandalkan tiga rangkaian yang saling bergantian dalam pola operasional harian. Sistem ini memungkinkan efisiensi perjalanan dengan pola rotasi antara Blitar, Jombang, dan Pasar Senen.
Dalam satu siklus, rangkaian KA Singasari 149 dari Blitar akan tiba di Pasar Senen, lalu berganti menjadi KA Bangun Karta 162 menuju Jombang. Setelah itu, rangkaian kembali beroperasi sebagai KA Bangun Karta 161 ke arah Jakarta, sebelum kembali menjadi KA Singasari 150 menuju Blitar.
Percepatan Pergantian Usai Insiden Bumiayu
Perubahan besar KA Bangun Karta dan KA Singasari ganti SSNG juga diduga dipercepat setelah insiden anjlokan di Stasiun Bumiayu pada awal April 2026. Insiden tersebut membuat evaluasi operasional dilakukan secara cepat oleh pihak terkait.
Meski demikian, proses pergantian sarana SSNG sebenarnya belum sepenuhnya siap. Dari tiga unit yang direncanakan, yaitu TS SSNG 38, 39, dan 40, hanya dua yang sudah beroperasi penuh. Sementara TS SSNG 40 masih dalam tahap uji coba dan belum lolos sertifikasi.
Keterbatasan TS SSNG dan Bantuan Depo Lain
Keterbatasan unit SSNG membuat operasional KA Bangun Karta dan KA Singasari harus dibantu oleh rangkaian dari depo lain seperti SLO, CN, dan SBI. Kondisi ini menjadi solusi sementara agar layanan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Menariknya, sebelum peresmian ini, rangkaian SSNG sempat digunakan secara darurat pasca-insiden Bumiayu. Namun setelah itu, operasional kembali menggunakan sarana lama hingga akhirnya per 15 April 2026 resmi beralih ke SSNG.
Momen Perjalanan Perdana di Cirebon
Di Cirebon, momen perjalanan perdana menjadi daya tarik tersendiri. Pada dini hari, KA Singasari 150 dari Pasar Senen menuju Blitar melintas dengan formasi SSNG, disusul KA Singasari 149 dari arah sebaliknya. Bahkan, salah satu lokomotif terlihat dihias pita khusus untuk menandai perjalanan perdana tersebut.
Di titik JPL 200 dan JPL 202 Kota Cirebon, para pengamat kereta api terlihat memadati lokasi untuk mengabadikan momen crossing dan keberangkatan rangkaian. Suasana semakin menarik saat dua kereta sempat melintas berdekatan dalam jadwal yang hampir bersamaan.
Transformasi KA Bangun Karta dan KA Singasari ganti SSNG ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menarik minat masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi kereta api sebagai moda utama perjalanan jarak jauh.
Editor : Izahra Nurrafidah