Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Viral! Pengalaman Lengkap Naik Kereta Api Singasari Ekonomi Retrofit Jakarta–Purwokerto, Ternyata Ini Fakta di Balik Kursi Langka dan Perjalanan 13 Jam!

Izahra Nurrafidah • Jumat, 17 April 2026 | 19:45 WIB
Viral! Pengalaman Lengkap Naik Kereta Api Singasari Ekonomi Retrofit Jakarta–Purwokerto, Ternyata Ini Fakta di Balik Kursi Langka dan Perjalanan 13 Jam!
(Kredit Foto :Gemini Ai)
Viral! Pengalaman Lengkap Naik Kereta Api Singasari Ekonomi Retrofit Jakarta–Purwokerto, Ternyata Ini Fakta di Balik Kursi Langka dan Perjalanan 13 Jam! (Kredit Foto :Gemini Ai)

BLITAR- Perjalanan menggunakan Kereta Api Singasari kembali menjadi sorotan setelah sebuah vlog perjalanan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju Purwokerto menampilkan pengalaman naik rangkaian ekonomi retrofit yang disebut sebagai salah satu formasi langka di jaringan perkeretaapian Indonesia. Dalam video tersebut, suasana stasiun, sistem boarding bertahap, hingga kondisi interior kereta menjadi perhatian penonton.

Kereta Api Singasari yang melayani rute Jakarta–Blitar via Purwokerto ini memiliki dua kelas layanan utama, yakni eksekutif New Image dan ekonomi retrofit K3R. Rangkaian ekonomi ini merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi lama 106 tempat duduk yang diubah menjadi kursi reclining menyerupai kelas premium. Rangkaian ini juga diketahui satu pola operasi dengan KA Bangun Karta dan KA Cikurai dalam sistem rotasi rangkaian di Pulau Jawa.

Dalam perjalanan tersebut, Kereta Api Singasari diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen pada malam hari dengan kondisi cukup tertib. Sistem boarding dilakukan bertahap mengikuti jadwal keberangkatan kereta lain seperti Madiun Jaya dan Tawang Jaya Premium, sehingga penumpang harus menunggu giliran masuk dengan sistem keamanan berlapis termasuk pemeriksaan dan face recognition.

Baca Juga: Sejarah Nissan Grand Livina dan Alasan “Menghilang” dari Pasar, Dulu MPV Ternyaman Kini Kalah oleh Xpander?

Keunikan Ekonomi Retrofit Kereta Api Singasari

Salah satu daya tarik utama Kereta Api Singasari adalah keberadaan kelas ekonomi retrofit yang jumlahnya terbatas di Indonesia. Kursi di dalam rangkaian ini sudah menggunakan sistem reclining, namun masih mempertahankan struktur dasar kereta ekonomi lama sehingga sebagian penumpang ada yang duduk berhadapan atau menghadap mundur.

Kapasitas yang sebelumnya 106 tempat duduk dipangkas menjadi sekitar 76 kursi demi memberikan ruang tambahan. Meski lebih nyaman dibanding ekonomi konvensional, ruang kaki masih tergolong sempit untuk perjalanan jarak jauh. Namun, keunggulan utama ada pada suspensi bogie K5 yang membuat perjalanan terasa lebih empuk dan stabil, terutama saat melintasi jalur padat di Jawa bagian utara.

Baca Juga: Harga Nissan Livina Bekas 2019–2022 Mulai Rp150 Jutaan, MPV Kembar Xpander Ini Jadi Alternatif Avanza?

Perjalanan Jakarta–Purwokerto dan Tantangan Keterlambatan

Perjalanan Kereta Api Singasari rute Jakarta–Purwokerto menempuh waktu lebih dari 13 jam dengan sejumlah pemberhentian di stasiun besar seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, hingga Cirebon. Dalam operasionalnya, kereta ini juga melakukan pengisian air di Stasiun Cirebon yang menjadi salah satu titik teknis penting.

Dalam perjalanan tersebut, kereta sempat mengalami keterlambatan sekitar belasan menit akibat antrean jalur dan proses operasional di awal keberangkatan. Namun, masinis berhasil mengejar waktu dengan strategi pengaturan kecepatan di beberapa segmen. Kecepatan maksimal kereta ini berkisar di 100 km/jam sesuai karakteristik rangkaian ekonomi yang digunakan.Fasilitas dan Pengalaman Penumpang di Kereta Api Singasari

Selain kelas ekonomi retrofit, Kereta Api Singasari juga dilengkapi kelas eksekutif New Image serta kereta makan yang menyajikan berbagai menu seperti cuanki dan minuman hangat jahe sereh. Fasilitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh di malam hari.

Toilet di dalam rangkaian juga terbilang modern, dilengkapi wastafel, hand dryer otomatis, hingga sistem ventilasi yang baik. Di Stasiun Pasar Senen, sistem boarding sudah menggunakan face recognition untuk mempercepat proses naik kereta sekaligus meningkatkan keamanan penumpang.

Rangkaian Singasari juga dikenal sebagai hasil rotasi dengan KA Bangun Karta, yang memungkinkan efisiensi penggunaan armada. Di sisi lain, terdapat kabar bahwa rangkaian ini akan segera digantikan dengan Stainless Steel New Generation dalam pembaruan armada ke depan.

Secara keseluruhan, pengalaman perjalanan menggunakan Kereta Api Singasari menunjukkan kombinasi antara nostalgia kereta ekonomi lama dan sentuhan modernisasi layanan perkeretaapian Indonesia. Meski masih memiliki keterbatasan ruang dan kenyamanan tertentu, kereta ini tetap menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin merasakan perjalanan panjang lintas Jawa dengan harga yang relatif kompetitif.

Editor : Izahra Nurrafidah
#kereta api Singasari #ekonomi retrofit #Purwokerto #kereta api Indonesia** #pasar senen