BLITAR - Uji coba kereta stainless steel new generation TS39 PT INKA menjadi sorotan para pehobi perkeretaapian (railfans) saat melintas di kawasan timur Stasiun Mojokerto. Rangkaian KLB (Kereta Luar Biasa) tersebut terlihat melakukan uji dinamis dengan kecepatan tinggi hingga 120 km/jam dalam rangka pengujian performa sebelum masuk ke tahap operasional.
Uji coba kereta stainless steel new generation TS39 PT INKA ini merupakan bagian dari rangkaian produksi terbaru tahun 2026 yang tengah dikerjakan oleh PT INKA Madiun. TS39 disebut sebagai bagian dari paket pengadaan rangkaian TS38, TS39, dan TS40 yang nantinya akan digunakan secara bergantian untuk beberapa layanan kereta jarak jauh seperti Singasari dan Bangunkarta.
KLB TS39 Melintas di Mojokerto, Railfans Antusias
Dalam pantauan di lapangan, KLB uji coba TS39 melintas sekitar pukul 11.58 WIB dari arah Madiun menuju Surabaya Gubeng. Rangkaian tersebut tampak masih dalam tahap pengujian penuh dengan konfigurasi kelas eksekutif dan ekonomi berbahan stainless steel generasi terbaru.
Pengujian ini juga melibatkan lokomotif yang mampu mencapai kecepatan hingga 120 km/jam. Dalam momen tersebut, terlihat penggunaan lokomotif seri CC206 yang umum dipakai untuk layanan kecepatan tinggi uji coba, menggantikan beberapa unit CC201 yang memiliki batasan kecepatan lebih rendah.
Para pengamat menyebutkan, uji coba kereta stainless steel new generation TS39 PT INKA ini menjadi salah satu tahap penting sebelum rangkaian tersebut benar-benar diserahterimakan untuk operasional reguler.
Bagian dari Paket TS38–TS40 untuk Layanan Premium
Rangkaian TS39 sendiri tidak berdiri tunggal. Berdasarkan informasi di lapangan, seri TS38 hingga TS40 merupakan satu paket pengadaan yang akan dirotasi untuk sejumlah layanan unggulan. Di antaranya adalah kereta api Singasari, Bangunkarta, hingga kemungkinan layanan lain yang berbasis depo Blitar (BL).
Menariknya, dalam pengujian ini juga ditemukan indikasi sistem rolling stock atau rotasi rangkaian yang akan digunakan untuk menjaga fleksibilitas operasional. Hal ini membuat uji coba kereta stainless steel new generation TS39 PT INKA menjadi bagian penting dalam modernisasi armada kereta api kelas eksekutif dan ekonomi premium di Indonesia.
Sancaka dan Rangga Jati Jadi Momen Tambahan
Selain TS39, momen di Stasiun Mojokerto juga diwarnai melintasnya KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta. Kereta ini sempat menjadi perhatian karena menggunakan dua lokomotif sekaligus, yakni CC206 dan CC201 8348 yang baru selesai perawatan.
Tak hanya itu, KA Rangga Jati dengan rangkaian stainless steel generasi sebelumnya juga sempat melintas sebagai penutup rangkaian kegiatan di lintasan tersebut. Fenomena ini membuat kawasan Mojokerto menjadi titik favorit pengamatan para railfans pada hari itu.
Uji Coba Berlanjut dan Masih Akan Berulang
Berdasarkan informasi dari pengamat di lapangan, uji coba TS39 tidak berhenti di satu perjalanan saja. Rangkaian ini masih akan menjalani beberapa kali perjalanan dinamis bolak-balik (PP) antara Madiun dan Surabaya untuk memastikan seluruh sistem dalam kondisi optimal.
Dengan hadirnya rangkaian terbaru ini, PT INKA kembali menunjukkan kapasitasnya dalam memproduksi kereta berbasis stainless steel modern yang lebih ringan, efisien, dan siap untuk operasional kecepatan tinggi.
Hingga kini, uji coba kereta stainless steel new generation TS39 PT INKA masih menjadi perhatian utama komunitas pecinta kereta api di Indonesia, terutama karena menjadi bagian dari transformasi besar perkeretaapian nasional menuju layanan yang lebih modern dan kompetitif.
Editor : Izahra Nurrafidah