(Kredit Foto:Gemini Ai)
BLITAR - Perjalanan Kereta Api Singasari dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta menuju Purwokerto kembali mencuri perhatian setelah terekam dalam sebuah vlog perjalanan yang memperlihatkan suasana malam, proses boarding modern, hingga pengalaman naik kereta ekonomi retrofit yang disebut semakin langka di Pulau Jawa. Dalam perjalanan ini, Kereta Api Singasari menjadi sorotan karena menawarkan kombinasi layanan eksekutif dan ekonomi K3 retrofit yang kini mulai jarang ditemui.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasar Senen pada malam hari saat arus keberangkatan kereta api mulai lengang. Kondisi stasiun digambarkan tetap ramai namun tidak sepadat musim liburan. Penumpang Kereta Api Singasari harus menunggu proses boarding bertahap karena sistem pengamanan ketat diterapkan, termasuk pemeriksaan berlapis untuk mencegah kesalahan naik kereta. Sistem antrean ini membuat penumpang kereta lain seperti Madiun Jaya dan Tawang Jaya Premium diprioritaskan lebih dahulu sebelum Singasari diberangkatkan.
Menariknya, proses boarding Kereta Api Singasari juga sudah memanfaatkan teknologi face recognition sehingga penumpang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pemeriksaan manual. Hal ini menjadi bagian dari modernisasi layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terus dikembangkan di stasiun besar seperti Pasar Senen. Meski demikian, penumpang tetap harus menunggu rangkaian kereta siap sebelum dipersilakan masuk ke peron.
Boarding Ketat dan Suasana Stasiun Pasar Senen
Suasana malam di Stasiun Pasar Senen saat keberangkatan Kereta Api Singasari digambarkan cukup dinamis. Terdapat beberapa kereta jarak jauh lain yang berangkat di waktu hampir bersamaan, seperti Gumarang, Mataram, Progo, hingga Jayabaya. Sistem pengaturan jalur dan gate membuat arus penumpang lebih tertib, meski sempat terjadi antrean sebelum keberangkatan.
Petugas stasiun menerapkan sistem bahwa kereta yang berada di depan harus diberangkatkan terlebih dahulu sebelum penumpang kereta berikutnya diperbolehkan masuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan naik kereta sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan malam.Sensasi Ekonomi Retrofit K3R yang Mulai Langka
Salah satu daya tarik utama Kereta Api Singasari adalah rangkaian kelas ekonomi retrofit K3R. Kereta ini merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi lama 106 tempat duduk yang diubah menjadi kursi lebih nyaman dengan sistem reclining seperti kelas premium. Namun, formasi tempat duduk tetap unik karena masih ada posisi berhadapan dan beberapa kursi menghadap mundur.
Interior ini membuat pengalaman naik Kereta Api Singasari terasa berbeda. Meski lebih nyaman dibanding ekonomi lama, ruang kaki dinilai masih cukup sempit untuk perjalanan jauh. Keunikan lain adalah ketidakteraturan posisi kursi akibat desain lama yang disesuaikan, sehingga penumpang perlu memperhatikan nomor tempat duduk dengan cermat.Perjalanan Malam, Cuaca, dan Keterlambatan
Setelah berangkat dari Pasar Senen, Kereta Api Singasari melaju menuju Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga Cikampek sebelum melanjutkan perjalanan ke Cirebon dan Purwokerto. Sepanjang perjalanan, kereta sempat mengalami keterlambatan sekitar belasan menit akibat proses boarding dan pengaturan perjalanan di awal keberangkatan.
Namun menariknya, keterlambatan tersebut sempat berkurang karena kemampuan masinis mengejar waktu di beberapa segmen perjalanan. Bahkan di beberapa titik, kereta dilaporkan kembali on time setelah sebelumnya sempat tertinggal.
Fasilitas dan Pengalaman Penumpang
Di dalam perjalanan Kereta Api Singasari, penumpang juga menikmati fasilitas kereta makan dengan menu makanan hangat seperti cuanki dan minuman jahe. Suasana dingin malam hari membuat menu tersebut menjadi favorit penumpang. Selain itu, fasilitas toilet modern di rangkaian ekonomi retrofit juga mendapat perhatian karena dilengkapi wastafel, hand dryer, hingga sistem ventilasi yang lebih baik.
Meski demikian, perjalanan ini tetap memberikan catatan bahwa ekonomi retrofit masih memiliki keterbatasan, terutama pada kenyamanan kursi untuk perjalanan jarak jauh lebih dari 10 jam.Penutup Perjalanan Singasari
Perjalanan Kereta Api Singasari berakhir di Purwokerto dengan kondisi relatif lebih cepat dari perkiraan setelah sempat mengalami keterlambatan. Pengalaman ini memperlihatkan bagaimana kereta tersebut masih menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin merasakan sensasi kereta ekonomi klasik dengan sentuhan modern.
Editor : Izahra Nurrafidah