BLITAR - Perjalanan menggunakan kereta api Singasari dari Stasiun Pasar Senen menuju Purwokerto kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar moda transportasi, pengalaman naik kereta ini menawarkan sensasi unik, terutama pada kelas ekonomi retrofit yang kini tergolong langka di Indonesia.
Perjalanan dimulai pada malam hari dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Suasana stasiun terlihat cukup lengang meski tetap ramai oleh penumpang kereta malam. Dalam momen Ramadan, arus penumpang tidak sepadat musim liburan, namun aktivitas keberangkatan tetap berjalan tertib dengan sistem boarding berlapis.
Kereta api Singasari menjadi pilihan menarik karena menghadirkan pengalaman berbeda. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan kereta ekonomi retrofit, yang merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi lama menjadi lebih menyerupai kelas premium.
Pengalaman Boarding dan Fasilitas Modern
Proses boarding di Stasiun Pasar Senen kini semakin modern dengan penerapan teknologi face recognition. Penumpang tidak lagi perlu menunjukkan tiket secara manual, sehingga proses masuk menjadi lebih cepat dan efisien.
Sistem keamanan berlapis juga diterapkan untuk menghindari kesalahan penumpang saat naik kereta. Penumpang hanya diperbolehkan masuk setelah kereta sebelumnya berangkat, sehingga alur pergerakan lebih tertib dan terkontrol.
Di sisi lain, fasilitas di dalam stasiun juga cukup nyaman. Pendingin ruangan yang maksimal membuat suasana tetap sejuk meski di luar sedang gerimis disertai angin kencang.
Ekonomi Retrofit: Langka tapi Menarik
Salah satu highlight perjalanan ini adalah kelas ekonomi retrofit. Kereta ini dulunya memiliki 106 kursi dengan model tegak dan saling berhadapan. Namun kini telah dimodifikasi menjadi sekitar 70-an kursi dengan desain reclining seat ala kereta premium.
Meski terlihat lebih nyaman, sistem tempat duduknya masih menyisakan keunikan. Beberapa kursi tetap berhadapan dan tidak sejajar akibat posisi toilet di dalam gerbong. Hal ini membuat penumpang harus jeli saat memilih kursi.
Selain itu, tidak semua kursi mendapatkan jendela penuh. Ada posisi tertentu yang terhalang dinding, sehingga pengalaman visual selama perjalanan bisa berbeda-beda.
Dari sisi kenyamanan, kursi memang sudah bisa direbahkan. Namun jarak antar kursi masih tergolong sempit, terutama bagi penumpang dengan tinggi badan di atas rata-rata.
Perjalanan dan Kecepatan Kereta
Kereta api Singasari melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 100 km/jam. Meski sempat mengalami keterlambatan hingga belasan menit di awal perjalanan, masinis berhasil mengejar waktu hingga akhirnya tiba lebih cepat di beberapa stasiun.
Rute perjalanan cukup panjang, dengan pemberhentian di sejumlah stasiun seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, hingga Cirebon. Perjalanan total menuju Purwokerto memakan waktu sekitar 13,5 jam.
Menariknya, karakter suspensi kereta ini terasa lebih empuk dibandingkan kereta generasi baru. Hal ini karena masih menggunakan bogie lama yang memberikan sensasi “ayunan” khas, berbeda dengan kereta modern yang cenderung lebih kaku.
Fasilitas Tambahan dan Layanan
Kereta api Singasari juga dilengkapi kereta makan yang menyediakan berbagai menu. Salah satu yang menarik perhatian adalah varian baru makanan seperti cuanki dengan rasa keju dan ayam, serta minuman herbal seperti wedang jahe sereh.
Toilet di kelas ekonomi retrofit juga tergolong cukup modern. Fasilitas seperti wastafel, hand dryer otomatis, hingga ventilasi udara sudah tersedia, meski ada beberapa bagian yang masih perlu perhatian dari sisi keamanan.
Sejarah dan Masa Depan Singasari
Kereta api Singasari pertama kali beroperasi pada 2017 sebagai penerus dari kereta api Krakatau. Nama “Singasari” sendiri diambil dari kerajaan bersejarah di Jawa Timur.
Saat ini, kereta ini melayani dua kelas, yaitu eksekutif dan ekonomi retrofit. Namun, kabar yang beredar menyebutkan bahwa rangkaian kereta ini akan segera digantikan dengan generasi stainless steel terbaru.
Jika benar terjadi, maka kereta ekonomi retrofit akan semakin langka dan mungkin segera hilang dari lintasan rel di Indonesia.
Layak Dicoba Sebelum Hilang
Dengan tarif sekitar Rp280 ribu untuk rute Jakarta–Purwokerto, perjalanan menggunakan kereta api Singasari masih tergolong worth it. Terutama bagi pecinta kereta yang ingin merasakan sensasi berbeda sebelum layanan ini mengalami pembaruan total.
Bagi penumpang yang ingin mencoba pengalaman unik, kelas ekonomi retrofit di kereta api Singasari bisa menjadi pilihan menarik. Namun, disarankan untuk segera mencobanya sebelum benar-benar digantikan oleh rangkaian baru.
Editor : Izahra Nurrafidah