BLITAR - Perjalanan menggunakan kereta api Singasari dari Blitar menuju Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain menawarkan harga yang relatif terjangkau, pengalaman perjalanan hampir 14 jam ini menyimpan berbagai fakta menarik yang jarang diketahui penumpang.
Kereta api Singasari menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk rute Blitar–Pasar Senen. Dengan tarif mulai Rp300 ribuan untuk kelas ekonomi, layanan ini menghadirkan alternatif transportasi jarak jauh yang cukup kompetitif. Tak hanya itu, kereta ini juga memiliki okupansi tinggi, bahkan di hari kerja.
Seorang penumpang yang melakukan perjalanan dari Stasiun Blitar mengungkapkan bahwa kereta api Singasari tetap ramai meski bukan akhir pekan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap rute tersebut.
Suasana Stasiun Blitar dan Ikon Bung KarnoSebelum keberangkatan, suasana Stasiun Blitar terlihat cukup ramai dengan aktivitas penumpang. Salah satu daya tarik unik di stasiun ini adalah patung besar Presiden pertama RI, Soekarno, lengkap dengan kutipan-kutipan inspiratif.
Keberadaan patung tersebut menjadi pengingat sejarah sekaligus identitas kuat Kota Blitar sebagai tempat peristirahatan terakhir Bung Karno. Banyak penumpang menyempatkan diri berfoto sebelum memulai perjalanan.Jadwal Padat dan Banyak Pilihan Kereta
Stasiun Blitar melayani berbagai kereta jarak jauh seperti KA Brantas, Kahuripan, dan Gajayana. Namun, kereta api Singasari memiliki keunikan tersendiri karena melayani banyak pemberhentian di sepanjang perjalanan.
Kereta ini berangkat pukul 16.35 WIB dan tiba di Pasar Senen sekitar pukul 06.18 WIB. Dengan waktu tempuh sekitar 13 jam 48 menit, Singasari termasuk kereta dengan durasi perjalanan cukup panjang.
Banyaknya stasiun pemberhentian seperti Kediri, Madiun, Solo, Yogyakarta, hingga Purwokerto membuat kereta ini selalu dipenuhi penumpang yang naik dan turun di berbagai titik.
Fasilitas Ekonomi Rasa PremiumSalah satu keunggulan kereta api Singasari terletak pada kelas ekonomi modifikasi yang digunakan. Kursi yang sebelumnya dikenal dengan model “adu dengkul” kini telah diperbarui menjadi lebih nyaman, menyerupai kelas premium.
Jarak antar kursi dinilai lebih lega dibandingkan beberapa kereta ekonomi lainnya. Selain itu, tersedia fasilitas seperti colokan listrik, meja kecil, rak bagasi, hingga reclining seat yang membuat perjalanan lebih nyaman.
Meski demikian, terdapat kekurangan seperti adanya “tembok ratapan” di beberapa kursi yang menghalangi pandangan ke luar jendela. Penumpang disarankan memilih nomor kursi ganjil untuk mendapatkan akses jendela penuh.Kelas Eksekutif dengan Panorama Maksimal
Selain kelas ekonomi, kereta api Singasari juga menyediakan kelas eksekutif dengan desain kaca lebar. Fasilitas ini memungkinkan penumpang menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, terutama saat siang hari.
Kapasitas kursi yang lebih sedikit membuat kelas ini terasa lebih eksklusif. Tak heran jika banyak penumpang memilih kelas eksekutif untuk kenyamanan ekstra.
Kuliner dan Pengalaman di Dalam Kereta
Selama perjalanan, penumpang dapat memesan makanan dari pramugara. Salah satu menu yang tersedia adalah nasi goreng seharga Rp38 ribu. Meski sederhana, menu ini cukup memuaskan dengan rasa yang dinilai di atas rata-rata.
Namun, ketersediaan makanan terbatas sehingga penumpang disarankan memesan lebih awal. Alternatif lainnya adalah menuju kereta restorasi, meski kapasitas tempat duduknya terbatas.
Okupansi Tinggi Sepanjang Perjalanan
Menariknya, okupansi kereta api Singasari terbilang tinggi. Penumpang terus bertambah di setiap stasiun pemberhentian, mulai dari Kediri hingga Yogyakarta.
Bahkan saat tiba di Jakarta, hampir seluruh kursi terisi penuh. Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api Singasari menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan lintas kota dengan harga terjangkau.Kesimpulan: Nyaman, Terjangkau, Tapi Perlu Strategi
Secara keseluruhan, kereta api Singasari menawarkan pengalaman perjalanan yang cukup nyaman dengan harga ekonomis. Fasilitas yang terus diperbarui menjadi nilai tambah bagi penumpang.
Namun, pemilihan kursi dan kesiapan selama perjalanan tetap menjadi faktor penting agar perjalanan lebih maksimal. Dengan strategi yang tepat, perjalanan panjang ini bisa terasa lebih menyenangkan.