Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Solusi Hunian Murah! Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal dan Kota Satelit Jadi Prioritas, Siapkan Lahan Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia

Saifullah Muhammad Jafar • Senin, 20 April 2026 | 12:09 WIB
Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal dan Kota Satelit jadi solusi krisis rumah. Cek strategi penyediaan lahan strategis Kementerian ATR/BPN di sini!
Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal dan Kota Satelit jadi solusi krisis rumah. Cek strategi penyediaan lahan strategis Kementerian ATR/BPN di sini!

BLITAR - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah tancap gas dalam mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat luas. Dalam arahan terbarunya, kebijakan Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan perkotaan yang semakin padat. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau di tengah melambungnya harga tanah.

Kebijakan Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal ini tidak hanya fokus pada pembangunan gedung bertingkat di pusat kota, tetapi juga mencakup konsep pengembangan kota satelit yang terintegrasi. Nusron menegaskan bahwa penyediaan lahan di berbagai wilayah Indonesia menjadi kunci utama keberhasilan program pembangunan permukiman ini. Dengan perencanaan tata ruang yang matang, kementerian berkomitmen untuk mengonversi lahan-lahan negara yang kurang produktif menjadi kawasan hunian yang modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp40 Jutaan Paling Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Terbaik yang Bikin Dompet Aman !

Dalam keterangannya, Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mewujudkan impian hunian bagi jutaan rakyat Indonesia. Pihaknya kini tengah melakukan inventarisasi tanah-tanah terlantar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung program strategis nasional di bidang perumahan. "Kita harus kreatif dalam mencari solusi ketersediaan lahan, terutama untuk hunian vertikal di kota-kota besar agar akses warga ke tempat kerja tetap efisien," ujar Nusron dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

Membangun Kota Satelit untuk Distribusi Penduduk

Selain hunian vertikal, pengembangan kota satelit menjadi pilar kedua dalam strategi besar Menteri Nusron Wahid. Kota satelit dirancang untuk memecah konsentrasi penduduk di kota induk, sehingga beban infrastruktur kota besar bisa berkurang. Kawasan ini nantinya tidak hanya sekadar menjadi tempat tidur (dormitory town), tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang mandiri.

Baca Juga: Sering Salah Pilih ! Ini Rahasia Mendapat Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan dan Tidak Bikin Boncos

Nusron Wahid menjelaskan bahwa kunci dari kota satelit adalah konektivitas. Oleh karena itu, penyediaan lahan oleh Kementerian ATR/BPN akan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang bersinggungan dengan jalur transportasi massal seperti MRT, LRT, maupun Commuter Line. Strategi ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka karena waktu tempuh yang lebih singkat menuju pusat kegiatan ekonomi.

Pengembangan ini juga melibatkan kerja sama dengan pihak pengembang swasta maupun BUMN di bidang perumahan. Menteri Nusron memastikan bahwa proses pengadaan lahan akan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal ini penting untuk menghindari sengketa di kemudian hari dan memberikan kepastian hukum bagi para penghuni serta investor yang terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut.

Baca Juga: Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Paling Bandel dan Murah Dirawat !

Optimalisasi Tanah Terlantar untuk Rakyat

Salah satu terobosan yang diusung oleh Nusron adalah penggunaan tanah objek reforma agraria (TORA) dan tanah terlantar untuk kepentingan publik. Tanah-tanah yang selama ini "mati" akan diaktifkan kembali statusnya untuk didayagunakan sebagai lahan permukiman. Nusron menilai, negara tidak boleh kalah oleh spekulan tanah yang menyebabkan harga properti tidak masuk akal bagi masyarakat umum.

"Fungsi sosial tanah harus kita kedepankan. Tanah-tanah yang tidak dimanfaatkan oleh pemegang haknya akan kita dorong untuk masuk ke Bank Tanah, sehingga bisa digunakan untuk pembangunan hunian vertikal maupun pemukiman bagi rakyat kecil," tegas Nusron. Langkah berani ini diharapkan dapat memberikan dampak domino positif bagi ekonomi nasional, mulai dari sektor konstruksi hingga industri furnitur.

Baca Juga: 7 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Paling Irit 2025, Pajak Murah dan Perawatan Ringan, Ini Pilihan Terbaiknya !

Dengan visi besar ini, wajah permukiman di Indonesia diharapkan akan berubah lebih rapi dan terorganisir dalam beberapa tahun ke depan. Komitmen Menteri Nusron Wahid dalam menyiapkan lahan strategis menjadi angin segar bagi pasangan muda dan pekerja yang selama ini kesulitan mencari rumah. Kementerian ATR/BPN berjanji akan terus memonitor eksekusi lapangan agar program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata.

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Hunian Vertikal #Kota Satelit #Penyediaan Lahan #kantah kabupaten blitar #Menteri Nusron Wahid