Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wajib Tahu! Inilah Wujud Sertifikat Tanah Elektronik: Aman di Brankas Digital dan Anti-Pemalsuan

Oksania Difa Ilmada • Rabu, 22 April 2026 | 20:09 WIB
Sertifikat tanah elektronik kini makin mudah diakses lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Simak penjelasan BPN soal keamanan brankas elektronik di sini. (gemini ai)
Sertifikat tanah elektronik kini makin mudah diakses lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Simak penjelasan BPN soal keamanan brankas elektronik di sini. (gemini ai)

 

BLITAR – Peralihan dari sertifikat tanah analog berbasis kertas menuju sistem digital kini tengah menjadi fokus utama pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Meskipun kebijakan ini sudah mulai berjalan, masih banyak masyarakat yang merasa penasaran mengenai bentuk fisik dan sistem keamanan dari sertifikat tanah elektronik. Pemerintah menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah krusial untuk melindungi hak milik warga dari ancaman pemalsuan dan kerusakan fisik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Harison Moodompis, menjelaskan bahwa keamanan data menjadi prioritas utama dalam penerapan sistem elektronik ini. Dengan format digital, risiko kehilangan atau kerusakan dokumen yang selama ini menjadi momok bagi pemilik lahan tidak lagi menjadi persoalan besar. Keamanan yang berlapis memastikan bahwa dokumen digital tersebut tetap autentik dan hanya bisa diakses oleh pihak yang berwenang.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

Mengenal Sertifikat Tanah Elektronik: File PDF yang Tersimpan dalam Brankas Digital

Secara definisi, sertifikat tanah elektronik adalah dokumen hukum yang diterbitkan melalui sistem elektronik dalam format file PDF. Berbeda dengan dokumen konvensional yang harus dijaga fisiknya secara ekstra, sertifikat digital ini disimpan di dalam sebuah fitur yang disebut sebagai "Brankas Elektronik". Fitur ini melekat pada akun pemegang hak masing-masing dan dapat diakses dengan mudah kapan saja melalui gawai pribadi.

Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai validitasnya di lapangan. Sertifikat ini tetap dilengkapi dengan informasi unik berupa barcode atau kode palang sebagai penanda identitas digital yang sah. Harison menekankan bahwa jika dokumen ini hilang atau rusak, hal tersebut bukan lagi menjadi isu krusial. Pemilik hanya perlu mengakses kembali sistem digital yang disediakan untuk mendapatkan salinannya kembali tanpa prosedur birokrasi yang panjang seperti pada sistem analog.Baca Juga: Menakar Perencanaan Pembangunan Jatim: Antara Presisi Data dan Realisasi di Lapangan

Akses Melalui Sentuh Tanahku dan Penggunaan Kertas Spesifikasi Khusus

Untuk mempermudah pemantauan dan pengelolaan aset, pemerintah telah menyediakan aplikasi "Sentuh Tanahku". Melalui aplikasi ini, pemegang hak dapat melihat isi sertifikat tanah elektronik mereka secara real-time. Meski berbasis digital, pemegang hak tetap memiliki opsi untuk mendapatkan salinan resmi dalam bentuk cetak. Namun, pencetakan salinan resmi di Kantor Pertanahan dilakukan menggunakan kertas dengan spesifikasi khusus yang disebut secure paper untuk menjamin keaslian dokumen di luar sistem digital.

Menariknya, sistem ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi pemilik tanah. Apabila salinan resmi yang dicetak di atas secure paper tersebut hilang atau rusak, pemilik tidak diwajibkan untuk mengajukan permohonan cetak ulang ke Kantor Pertanahan. Pemegang hak memiliki otoritas untuk mencetak kembali sertifikat tersebut secara mandiri pada kertas biasa. Caranya cukup dengan mengunduh file asli dari brankas elektronik, di mana keabsahan dokumen tersebut tetap dapat diverifikasi melalui sistem barcode yang terintegrasi secara nasional. (*)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Brankas Elektronik #kantah kabupaten blitar #ATR BPN #Sentuh Tanahku #sertifikat tanah elektronik