Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sekjen ATR/BPN Buka-bukaan Soal Kendala Proyek ILASPP: Target Fisik 2026 Harus Dikebut, Semua Pihak Wajib Kerja Keroyokan!

Saifullah Muhammad Jafar • Kamis, 23 April 2026 | 20:31 WIB
Sekjen ATR/BPN dorong percepatan Proyek ILASPP 2026. Fokus atasi kendala teknis dan optimalkan kolaborasi lintas sektor demi tata ruang modern.
Sekjen ATR/BPN dorong percepatan Proyek ILASPP 2026. Fokus atasi kendala teknis dan optimalkan kolaborasi lintas sektor demi tata ruang modern.

BLITAR - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah tancap gas dalam memastikan keberhasilan tata kelola pertanahan nasional melalui Proyek ILASPP (Integrated Land Administration and Spatial Planning Project). Dalam agenda penting yang digelar di Jakarta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan partisipasi aktif guna mengatasi berbagai kendala yang masih menghambat di lapangan.

Pelaksanaan Proyek ILASPP yang merupakan kolaborasi strategis lintas kementerian dan lembaga ini dipandang sebagai instrumen vital dalam memperkuat administrasi pertanahan terintegrasi. Dalu Agung Darmawan menekankan bahwa kunci sukses dari inisiatif besar ini terletak pada komunikasi yang intensif dan diskusi yang mendalam antar seluruh pemangku kepentingan. Tanpa adanya sinergi yang kuat, target-target ambisius yang telah dicanangkan terancam tidak tercapai secara optimal.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Siap Goyang Avanza! MPV Modern Fitur Lengkap, Kabin Luas, Harga Diprediksi Lebih Murah

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Proyek ILASPP kini memasuki tahapan Kick Off Implementation Support Mission yang dijadwalkan berlangsung pada 20-28 April 2026. Misi ini dirancang khusus untuk meninjau progres implementasi proyek secara menyeluruh, mulai dari identifikasi isu strategis hingga penyepakati langkah-langkah teknis. Hal ini menjadi krusial mengingat tahun 2026 menjadi tahun kunci dalam pencapaian target fisik proyek yang mendapat dukungan pendanaan dari World Bank tersebut.

Percepatan Target Fisik dan Akuntabilitas Anggaran

Dalu Agung Darmawan menjelaskan bahwa meskipun sejumlah target fisik untuk tahun 2026 telah ditetapkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaannya masih membutuhkan percepatan signifikan. Ia mengingatkan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar tanggung jawab administratif, melainkan tugas bersama yang harus dijaga akuntabilitas dan standar kualitasnya. Pengelolaan keuangan dan aspek pengadaan barang/jasa menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Baca Juga: Tren Label Pemuda Jompo di Kalangan Gen Z, Psikolog Blitar Sebut Logika Lifestyle yang Salah

Proyek yang dirancang berjalan selama lima tahun (2025-2029) ini memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam kepastian hukum atas tanah dan penataan ruang yang lebih modern. Sekjen ATR/BPN berharap agar melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hambatan birokrasi maupun teknis dapat segera dipangkas demi efisiensi waktu dan anggaran.

Apresiasi dan Tantangan dari World Bank

Senada dengan semangat pemerintah Indonesia, perwakilan World Bank, Willem van der Muur, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian seluruh Satuan Kerja (Satker) yang terlibat. Menurutnya, kinerja tim pelaksana proyek sejauh ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan, ia menyebutkan bahwa inisiatif ini menjadi salah satu proyek dengan kinerja terbaik dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia. Dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga dinilai memberikan kontribusi positif dalam menjaga transparansi proyek.

Baca Juga: Terungkap! Spesifikasi Mobil 7 Seater Ini Bikin Kaget, Desain Gagah dan Fitur Lengkap Siap Saingi SUV Mahal

Namun, Willem juga memberikan catatan penting mengenai tantangan masa depan yang perlu dibahas secara mendalam. Diskusi yang terbuka dan transparan dianggap sebagai solusi terbaik untuk melakukan perbaikan pelaksanaan ke depan. World Bank menegaskan kesiapannya untuk terus mendampingi pemerintah Indonesia guna menjaga momentum anggaran agar tidak terjadi stagnasi dalam implementasi teknis di setiap komponen proyek.

Langkah Strategis Menuju Tata Ruang Modern

Kick off misi dukungan implementasi ini dihadiri oleh jajaran tinggi kementerian, termasuk Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya, serta perwakilan dari Bappenas dan Kementerian Keuangan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menggarap integrasi data pertanahan dan tata ruang.

Baca Juga: Toyota Calya Jadi Mobil LCGC Terlaris di Indonesia, DP Rp5 Juta Jadi Kunci? Ini Alasan Sebenarnya

Dengan adanya evaluasi berkala dan pengawasan ketat, diharapkan proyek kolaborasi ini dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam digitalisasi administrasi pertanahan di Indonesia. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa setiap kendala yang ditemukan selama masa misi dukungan ini segera dicarikan jalan keluarnya, sehingga manfaat besar dari penataan ruang dan administrasi tanah yang terintegrasi dapat segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Tata Ruang Nasional #Proyek ILASPP #World Bank Indonesia #kantah kabupaten blitar #Kementerian ATR BPN