Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persib Bandung di Ujung Tanduk, Bojan Hodak Buka Suara Soal Absennya Ramon Tanke dan Ancaman Kudeta Borneo FC di Puncak Klasemen

Natasha Eka Safrina • Selasa, 28 April 2026 | 17:39 WIB
Persib Bandung di ujung tanduk usai imbang lawan Arema FC. Bojan Hodak jelaskan absennya Ramon Tanke di tengah ancaman Borneo FC di puncak klasemen. (pinterest)
Persib Bandung di ujung tanduk usai imbang lawan Arema FC. Bojan Hodak jelaskan absennya Ramon Tanke di tengah ancaman Borneo FC di puncak klasemen. (pinterest)

 

BANDUNG - Posisi Persib Bandung di ujung tanduk usai dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh Arema FC dalam laga pekan ke-29 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Hasil minor ini membuat dominasi Maung Bandung di puncak klasemen terancam, dengan Borneo FC Samarinda kini siap mengintip peluang untuk menyamai perolehan poin jika mampu menundukkan Semen Padang malam ini.

Ketegangan di internal tim sempat memuncak saat pelatih Bojan Hodak tidak menurunkan striker yang tengah on fire, Ramon Tanke, dalam laga krusial tersebut. Keputusan tersebut memicu pertanyaan besar sekaligus protes keras dari kalangan Bobotoh yang kecewa karena Persib gagal mengonversi dominasi permainan menjadi gol. Tercatat, Maung Bandung melepaskan 28 tembakan ke gawang namun tak satu pun berbuah angka di papan skor.

Menanggapi gejolak tersebut, Bojan Hodak akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa absennya Ramon Tanke merupakan bagian dari strategi rotasi pemain yang disesuaikan dengan kebutuhan taktis tim di lapangan. "Ramon di beberapa laga terakhir menjadi starter dan kali ini saya menyiapkan Andrew Jung bersama Sergio Castel. Ini bagian dari strategi kami," jelas pelatih asal Kroasia tersebut usai pertandingan.

Baca Juga: Picu Banjir Langganan hampir Tiap Tahun, Pemkot Blitar Renovasi Drainase di Jalan

Ujian Berat di Lima Laga Sisa

Hasil imbang kontra Arema FC bukan sekadar angka di klasemen, melainkan alarm bahaya bagi konsistensi Persib. Saat ini, Persib mengoleksi 66 poin dari 29 laga, hanya unggul tipis dari Borneo FC yang memiliki tabungan pertandingan lebih banyak. Untuk mengunci gelar juara musim ini, Maung Bandung tidak memiliki pilihan lain selain menyapu bersih kemenangan dalam lima laga sisa, termasuk duel berat melawan Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan rival abadi Persija Jakarta.

Di atas kertas, perjalanan Persib menuju tangga juara memang jauh lebih terjal dibandingkan para pesaingnya. Hodak sendiri mengakui bahwa masalah utama tim saat ini adalah kurangnya efektivitas di depan gawang. Meskipun pertahanan yang dikawal Fitrah Maulana tampil cukup solid dan disiplin, ketidakmampuan pemain untuk mencetak gol dalam situasi deadlock menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan.

Simbol Rekonsiliasi di GBLA

Di luar hasil yang mengecewakan bagi tuan rumah, laga ini juga menyuguhkan momen langka. Suporter Aremania terlihat duduk berdampingan dengan Bobotoh di tribun stadion, sebuah pemandangan yang sebelumnya dianggap mustahil mengingat sejarah rivalitas panas kedua kelompok suporter. Pelatih Arema FC, Marcos, bahkan memberikan apresiasi atas atmosfer luar biasa tersebut, yang ia nilai sebagai pujian bagi para pemain yang tampil disiplin.

Baca Juga: Dinilai Bebani Keluarga Pasien, Dewan Usul Parkir RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Gratis

"Persib adalah tim juara. Mendapat tepuk tangan dari suporter lawan adalah hal yang jarang terjadi dalam sepak bola," ujar Marcos. Hasil satu poin ini memang terasa seperti kemenangan bagi Arema yang berhasil menjadi tim pertama musim ini yang sukses mencuri poin dari markas Persib. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya. Apakah Persib Bandung mampu bangkit dari tekanan ini, atau justru akan disalip Borneo FC di tikungan terakhir perburuan gelar juara?

Editor : Natasha Eka Safrina
#Ramon Tanke #BRI Super League #bojan hodak #borneo fc #persib bandung