GIANYAR - Persaingan di pekan ke-30 BRI Super League 2026 kian memanas, terutama dengan adanya duel super big match bertajuk Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan yang dinanti-nanti oleh pecinta sepak bola tanah air ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4). Pelatih Persebaya Surabaya menegaskan bahwa anak asuhnya kini dalam kondisi siap tempur meski harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai di Bali.
Strategi khusus Persebaya Surabaya menjadi kunci utama dalam menghadapi kedisiplinan pertahanan Arema FC. Sang pelatih mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan dengan fokus utama pada pemulihan fisik pemain usai melakoni laga tandang sebelumnya. Meski jadwal yang padat mengharuskan skuad Bajol Ijo melakukan koneksi penerbangan yang cukup melelahkan, ia optimistis motivasi para pemain untuk memenangkan laga ini akan menutupi faktor kelelahan fisik di lapangan.
Dalam konferensi pers jelang laga, sang pelatih menekankan bahwa duel melawan Arema FC memiliki makna emosional dan sejarah yang mendalam bagi kedua tim. Ia memahami betul bahwa laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan gengsi antara dua klub besar Jawa Timur. Oleh karena itu, ia menuntut para pemainnya untuk menunjukkan semangat juang yang lebih besar daripada lawan sejak menit pertama pertandingan dimulai.
Baca Juga: Picu Banjir Langganan hampir Tiap Tahun, Pemkot Blitar Renovasi Drainase di Jalan
Waspada Pertahanan Solid Arema FC
Menyoroti calon lawannya, pelatih Persebaya Surabaya memberikan kredit khusus bagi performa defensif Arema FC dalam beberapa laga terakhir. Ia mencatat bahwa Singo Edan mampu menerapkan strategi bertahan yang sangat disiplin, bahkan saat menghadapi tim-tim papan atas seperti Persib Bandung. Seringkali, Arema FC menempatkan banyak pemain di belakang bola dengan skema formasi yang rapat, baik itu menggunakan pola 5-4-1 maupun 4-5-1, untuk meredam serangan lawan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sang pelatih telah menyiapkan taktik matang. Ia ingin pasukannya lebih fokus pada karakteristik pemain sendiri dan tidak terjebak dalam permainan defensif yang membosankan. Strategi transisi cepat menjadi perhatian khusus, mengingat Arema FC memiliki pemain-pemain yang sangat berbahaya dalam skema serangan balik. Persebaya Surabaya dipastikan akan berusaha mendominasi penguasaan bola namun dengan efektivitas penyelesaian akhir yang lebih baik.
Motivasi Tinggi di Tengah Padatnya Jadwal
Terkait kondisi skuad, ia mengakui adanya beberapa pemain yang masih dalam tahap pemulihan cedera atau belum mencapai kondisi 100 persen. Namun, hal itu tidak menyurutkan optimisme tim. Bagi Persebaya Surabaya, setiap pemain yang diturunkan, baik sebagai starter maupun pemain pengganti, harus memberikan penampilan terbaik demi ambisi meraih kemenangan.
Baca Juga: Dinilai Bebani Keluarga Pasien, Dewan Usul Parkir RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Gratis
Laga ini juga menyoroti aspek psikologis pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan besar. Kehadiran suporter di stadion pun menjadi topik yang menarik perhatian, di mana pelatih Persebaya Surabaya menegaskan bahwa sebagai tim profesional, mereka harus tetap fokus pada rencana permainan yang telah disusun, terlepas dari ada atau tidaknya dukungan suporter di tribun. Fokus utama saat ini adalah menjalankan instruksi taktik di lapangan dan membuktikan bahwa Bajol Ijo layak membawa pulang poin penuh dari Gianyar.
Kemenangan dalam Derby Jawa Timur ini dipastikan akan menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Persebaya Surabaya dalam mengarungi sisa kompetisi. Dengan semangat tinggi dan persiapan yang matang, Persebaya Surabaya siap memberikan performa terbaik untuk memuaskan para pendukung setia dan membuktikan dominasi mereka di atas lapangan hijau.
Editor : Natasha Eka Safrina