GIANYAR - Aura panas akan menyelimuti Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa (28/4) saat Persebaya Surabaya melakoni laga krusial menghadapi rival abadi, Arema FC, dalam lanjutan pekan ke-30 BRI Super League 2025-2026. Pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur ini dipastikan bakal berlangsung sengit. Kabar menggembirakan bagi pendukung Bajol Ijo, dua pilar utama, Bruno Moreira dan Gali Freitas, dipastikan siap kembali merumput dan memperkuat lini serang Persebaya Surabaya.
Kehadiran Bruno Moreira dan Gali Freitas menjadi tambahan amunisi yang sangat krusial bagi pelatih Bernardo Tavares. Bruno Moreira dijadwalkan akan mengikuti rombongan tim ke Bali, sementara Gali Freitas yang sempat absen di laga sebelumnya akibat akumulasi kartu kuning, kini sudah bisa dimainkan kembali. Kembalinya duo winger maut ini diharapkan mampu menambah daya gedor Green Force serta meningkatkan kepercayaan diri skuad dalam menghadapi ketatnya pertahanan Singo Edan.
Bagi Persebaya Surabaya, laga ini bukan sekadar mengejar poin untuk memperbaiki posisi di peringkat keenam klasemen sementara, namun juga menyangkut harga diri. Bajol Ijo saat ini memegang catatan impresif dengan rekor tujuh tahun tak terkalahkan atas Arema FC. Sejak kekalahan terakhir pada 15 Agustus 2019, Persebaya berhasil mengoleksi tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang dalam sepuluh pertemuan terakhir. Rekor inilah yang kini menjadi beban sekaligus motivasi bagi Bernardo Tavares untuk terus mempertahankannya.
Tantangan Taktik di Balik Laga Tanpa Penonton
Meskipun laga dipastikan digelar tanpa penonton karena alasan keamanan—mengingat pertandingan ini merupakan partai kandang Arema FC yang terpaksa dipindahkan ke Bali—tensi pertandingan diprediksi tetap tinggi. Bernardo Tavares menyadari sepenuhnya tantangan ini. Ia mengaku belum mengunci komposisi pemain utama dan masih terus memantau kondisi fisik anak asuhnya setelah menjalani jadwal padat.
"Kita akan melihat perkembangan kondisi para pemain terlebih dahulu. Kami harus menganalisis permainan lawan dan menentukan siapa yang paling siap tampil," ujar pelatih asal Portugal tersebut. Tavares tidak ingin meremehkan Arema FC yang baru saja sukses menahan imbang pemuncak klasemen, Persip Bandung. Menurutnya, Singo Edan adalah tim dengan pertahanan disiplin yang sangat berbahaya dalam skema serangan balik cepat.
Evaluasi Transisi untuk Jaga Rekor
Kemenangan terakhir atas Malut United menjadi modal moral yang kuat bagi Fransisco Rivera dkk. Namun, Tavares tetap memberikan catatan evaluasi, terutama mengenai celah pada transisi permainan yang sempat terlihat pada babak pertama laga sebelumnya. Ia mengingatkan para pemainnya bahwa Arema FC memiliki pemain-pemain yang mampu memanfaatkan setiap kelengahan di lini pertahanan.
"Ada beberapa situasi transisi yang membuat pertahanan kurang optimal. Hal ini menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang saat menghadapi Arema," tegas Tavares. Fokus penuh, kedisiplinan posisi, serta mentalitas baja menjadi harga mati bagi skuad Green Force jika ingin menjaga rekor superioritas mereka atas rival bebuyutan tetap terjaga hingga akhir laga.
Baca Juga: Picu Banjir Langganan hampir Tiap Tahun, Pemkot Blitar Renovasi Drainase di Jalan
Bagi suporter, kabar kembalinya Bruno Moreira dan Gali Freitas tentu menjadi sinyal optimisme bahwa Bajol Ijo akan tampil agresif sejak menit awal. Dengan mentalitas yang tengah menanjak pasca-kemenangan di Ternate, Persebaya Surabaya berada dalam posisi yang sangat baik untuk melanjutkan dominasi mereka di panggung Derbi Jawa Timur, sekaligus menekan tim-tim di papan atas klasemen Super League musim ini.
Editor : Natasha Eka Safrina