GIANYAR - Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC akan kembali memanas pada pekan ke-30 BRI Super League 2025-2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (28/4), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dipastikan bakal menyajikan tensi tinggi. Meski harus bermain di tempat netral dan tanpa kehadiran penonton, skuad Bajol Ijo menatap pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan krusial atas Malut United di laga sebelumnya.
Persebaya Surabaya optimis hadapi Arema FC dengan membawa modal kemenangan 2-0 di Ternate. Kemenangan tersebut dianggap sebagai titik balik bagi performa kolektif tim, di mana Milos Rajikovic dan Francisco Rivera berhasil menunjukkan efektivitas serangan yang telah kembali tajam. Saat ini, Persebaya berada di posisi lebih menguntungkan di papan klasemen dengan koleksi 45 poin, unggul dari Arema FC yang masih tertahan di peringkat ke-10 dengan 39 poin. Situasi venue netral di Bali juga dianggap menguntungkan bagi Green Force karena tekanan masif dari suporter tuan rumah dapat diminimalisir.
Namun, kabar kurang sedap datang dari lini tengah. Gelandang kunci asal Brasil, Pedro Matos, dipastikan absen dalam laga krusial ini. Matos harus menepi karena akumulasi kartu kuning yang didapatkannya sejak membela Semen Padang di putaran pertama hingga berlanjut saat memperkuat Persebaya. Absennya pemain yang sempat mendapat sorotan dari suporter Bonek ini memaksa pelatih Bernardo Tavares untuk meracik strategi baru demi menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah.
Baca Juga: Data BPS Ungkap IPM 2025 Kota Blitar Naik, Pengeluaran Warga Ikut Terkerek
Ujian Berat Bernardo Tavares dan Rekor 7 Tahun
Bagi pelatih Bernardo Tavares, pertandingan ini bukan sekadar mengejar tiga poin, melainkan menjaga harga diri dan rekor prestisius Persebaya Surabaya. Bajol Ijo memegang catatan emas dengan rekor tujuh tahun tak terkalahkan atas Arema FC. Sejak kekalahan terakhir pada 15 Agustus 2019, Persebaya telah mengemas tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang dalam sepuluh pertemuan terakhir. Rekor ini menjadi simbol dominasi yang harus dijaga agar tidak runtuh di tangan Singo Edan.
Tavares menyadari bahwa menjaga dominasi tersebut tidak akan mudah. Ia menuntut anak asuhnya untuk tampil disiplin penuh selama 90 menit pertandingan. Evaluasi mendalam telah dilakukan pasca-kemenangan di Ternate, di mana ia menyoroti celah transisi di babak pertama yang sempat membuat pertahanan Persebaya kurang optimal. "Secara permainan, tim sudah tampil sangat baik dengan mentalitas yang bagus. Namun, kami harus lebih waspada terhadap situasi transisi," ungkap pelatih asal Portugal tersebut.
Peluang Pemain Pengganti di Lini Tengah
Absennya Pedro Matos kini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemain lain. Bernardo Tavares dituntut untuk melakukan rotasi cerdas agar permainan Bajol Ijo tetap kreatif. Nama-nama seperti Tony Firmansyah atau Rahmat Irianto diprediksi akan menjadi opsi utama untuk mengisi kekosongan tersebut. Ujian besar kini ada di pundak para penggawa Persebaya untuk membuktikan bahwa kedalaman skuad tim tetap mampu tampil kompetitif di laga penuh gengsi ini.
Baca Juga: Sempat Alami Trouble Teknis, Dispendik Kabupaten Blitar Bakal Evaluasi Pelaksanaan TKA Jenjang SMP
Arema FC sendiri dipastikan tidak akan menyerah begitu saja meskipun harus bermain di Bali. Mereka menegaskan siap menghadapi laga di mana pun tanpa menjadikan perubahan venue sebagai alasan. Dengan pertaruhan harga diri Surabaya dan misi mempertahankan tren positif, laga Derby Jawa Timur ini dipastikan bakal berlangsung sengit sejak menit pertama. Apakah Persebaya Surabaya mampu melanjutkan dominasi tujuh tahun atau justru Arema FC yang akan memutus rekor tersebut? Semua akan terjawab di Stadion Kapten I Wayan Dipta hari ini.
Editor : Natasha Eka Safrina