GIANYAR - Laga bertajuk Derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada pekan ke-30 BRI Super League 2025-2026, Selasa (28/4), bukan sekadar perebutan tiga poin di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Pertandingan ini menjadi pertaruhan besar bagi Green Force untuk menjaga rekor tujuh tahun tanpa kekalahan atas rival abadi mereka. Sejak terakhir kali tumbang pada 15 Agustus 2019, Persebaya menjelma menjadi momok menakutkan bagi Singo Edan dengan catatan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang dalam sepuluh pertemuan terakhir.
Rekor 7 tahun tanpa kekalahan milik Persebaya Surabaya ini kini berada dalam sorotan utama. Statistik impresif yang dimulai sejak kemenangan telak 4-1 pada Desember 2019 tersebut menjadi simbol dominasi yang harus dipertahankan oleh pelatih Bernardo Tavares. Bagi Tavares, mempertahankan rekor ini adalah tanggung jawab besar. Ia dituntut tidak hanya menjaga tren positif, tetapi juga memastikan anak asuhnya tetap tampil dengan karakter kuat dan mentalitas juara di tengah atmosfer panas yang selalu menyertai derbi ini.
Persebaya menatap laga ini dengan modal kepercayaan diri yang cukup tinggi usai mencuri poin penuh dari markas Malut United. Meski sempat diterpa dua kekalahan beruntun yang memicu tekanan mental bagi skuad, kemenangan 2-0 di Ternate menjadi titik balik penting. Bernardo Tavares menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan. Ia telah mengevaluasi celah transisi di babak pertama yang sempat muncul pada laga sebelumnya, karena ia menyadari Arema FC memiliki kemampuan serangan balik yang sangat berbahaya.
Kebangkitan Milos Rajkovic Jadi Kunci
Kemenangan atas Malut United juga menjadi panggung pembuktian bagi gelandang Milos Rajkovic. Sempat menjadi sasaran kritik tajam dari Bonek dan Bonita akibat performa yang kurang maksimal dalam laga sebelumnya, pemain asal Montenegro tersebut menjawab keraguan dengan penampilan gemilang. Milos tidak hanya mencetak gol pembuka lewat sepakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-73, tetapi juga tampil solid dalam menjaga keseimbangan lini tengah dengan catatan tiga tackle dan satu sapuan penting.
Penampilan impresif Milos di Ternate yang membuatnya meraih gelar Man of the Match menjadi bukti bahwa tekanan justru mampu melahirkan kekuatan baru bagi skuad Persebaya. "Saya melihat para pemain sangat senang dengan hasil ini, apalagi setelah dua pertandingan sebelumnya tidak berjalan baik secara mental," ujar Tavares. Kini, Milos dan rekan-rekannya diharapkan mampu mempertahankan performa tersebut saat menghadapi Arema FC, yang dipastikan akan datang dengan motivasi berlipat ganda untuk memutus rantai buruk mereka.
Waspadai Dinamika Derby
Meski unggul secara statistik dan rekor pertemuan, Bernardo Tavares tetap memperingatkan timnya untuk tidak lengah. Dinamika dalam laga derbi sering kali tidak bisa diprediksi hanya berdasarkan angka di atas kertas. Bermain di tempat netral seperti Bali mungkin sedikit mengurangi tekanan suporter, namun intensitas rivalitas tetap akan sangat tinggi di dalam lapangan.
Faktor mental akan menjadi penentu utama dalam menjaga supremasi Green Force. Tavares dituntut untuk mampu meramu strategi yang efektif sekaligus menjaga stabilitas emosi pemain agar tidak mudah terpancing oleh provokasi lawan. Bagi Persebaya, rekor tujuh tahun tak terkalahkan bukan sekadar statistik, melainkan warisan berharga yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mampukah Persebaya Surabaya kembali mengukuhkan diri sebagai penguasa Derbi Jawa Timur, atau sejarah panjang itu akan runtuh di tangan Arema FC? Semua akan terjawab di atas lapangan hijau nanti.
Editor : Natasha Eka Safrina